Belakangan ini tools AI emang lagi banyak dipakai orang, ya! Apalagi buat manajemen media sosial.
Tools ini biasanya kita pakai untuk menyeimbangkan cara kerja kita dengan algoritma.
Algoritma media sosial itu suka banget sama akun yang rajin posting konten berkualitas tiap minggu. Makin rajin posting, makin banyak orang yang lihat brand kamu!
Tapi emang masalahnya, kalau kita pakai cara manual dengan bikin konten yang menarik, atur jadwal posting, dan cari tahu apa yang disukai audiens itu susah banget.
Bahkan, pakai aplikasi social media management biasa aja kadang masih bikin pusing.
Eits, jangan khawatir! Seperti yang udah kita bahas di awal tadi, ada teknologi AI yang siap bantuin kamu!
AI bisa bantu strategi media sosialmu dengan fitur-fitur canggih, seperti analisis sentimen dan big data insights.
Di artikel ini kita akan bahas 8 social media AI terbaik untuk memaksimalkan kinerja sosmedmu.
8 Tools AI untuk Manajemen Media Sosial Terbaik
Banyak tools AI yang bisa menunjang kinerjamu buat manajemen media sosial, tapi ini adalah 8 tools terbaik yang kita rekomendasikan buatmu.
1. FeedHive

Pernah kepikiran buat recycle konten lama? Di FeedHive, kamu bisa bikin konten lama jadi “baru” lagi dengan gaya yang berbeda!
Misalnya, kamu bisa ubah konten artikel jadi infografis, atau postingan Instagram jadi utas Twitter/X.
Nah, FeedHive ini jagoan buat urusan daur ulang konten.
Ada AI Writing Assistant mirip ChatGPT, tinggal kasih perintah, langsung dibantu bikin caption kece atau dapat ide konten.
Selain itu, ada fitur prediksi performa AI biar postinganmu makin rame, daur ulang konten otomatis, dan conditional posting yang bisa otomatis komentar kalau postinganmu banyak yang suka.
Biar jadwal posting-mu rapi, FeedHive bisa bikin kategori konten.
Misalnya, Senin how-to, Rabu motivasi, Jumat video pendek.
Tinggal atur jadwal, kontenmu auto-tayang!
Kalau bingung, ada FeedHive University, video tutorial singkat yang jelasin semuanya.
Kelebihan FeedHive:
- Bisa daur ulang konten lama jadi postingan baru.
- Fitur AI Writing Assistant untuk bikin caption otomatis.
- Bisa atur jadwal posting berdasarkan kategori konten.
- Punya fitur AI-powered performance predictions yang bisa bantu kamu optimasi postingan biar engagement-nya tinggi.
Kekurangan FeedHive:
- Fitur prediksi performa AI dan hashtag AI nggak tersedia di paket termurah.
Harga: $15/tahun atau Rp 240 ribuan
2. Buffer

Tiap media sosial itu beda-beda gayanya. Instagram suka visual, Twitter/X maunya yang cepat dan singkat, LinkedIn lebih formal.
Nah, kalau kamu mau posting di banyak platform sekaligus dan bikin konten yang pas buat masing-masing, Buffer ini jagoannya.
Waktu bikin postingan baru, kamu bisa lihat di sebelah kiri pop-up, nyalain AI Assistant-nya.
Tools AI sosmed manager ini otomatis deteksi kamu lagi nulis buat platform apa, terus menyesuaikan hasilnya.
Kalau kurang sreg sama hasil pertama, kamu bisa minta dia bikin pilihan lain, atau minta diubah jadi lebih panjang atau pendek.
Kelebihan Buffer:
- Bisa bikin postingan yang disesuaikan dengan tiap platform.
- Fitur tracking ide konten.
- Bisa bikin kampanye multi-channel.
- Punya fitur AI Assistant yang bisa bantu kamu rewrite, perpanjang, atau persingkat caption.
Kekurangan Buffer:
- Harga langganan makin mahal kalau kamu pakai banyak channel.
Harga:
– Gratis: Limit buat 3 akun media sosial, posting 10 kali/akun, dan menyimpan 100 ide
– Paket Essentials: $5/bulan atau Rp 80 ribuan, bisa posting sepuasnya dan nyimpen 2.000 ide
3. Flick

Flick bantuin kamu cari dan simpan ide-ide terbaik, bikin draft postingan, sampai posting ke semua akun media sosialmu.
Caranya gampang, klik tombol ‘Brainstorm Post Ideas’. Masukin topikmu, dan Flick bakal cari ide-ide umum.
Kamu bakal lihat judul, saran konten, dan tips biar postinganmu sukses. Simpan ide yang kamu suka, atau minta Flick bikin ide lain kalau perlu.
Selain itu, kamu juga bisa masukin konten ke Flick dengan cara lain.
Misalnya, repurpose blog post, video YouTube, atau postingan media sosial lama.
Kelebihan Flick:
- Asisten AI yang membantu di seluruh proses.
- Mudah digunakan.
- Banyak konten bantuan dan support.
- Punya fitur AI-powered rewrite and improve, penyesuaian panjang dan nada caption, dan generator hashtag.
Kekurangan Flick:
- Proses generate konten AI kadang lama dan suka error.
Harga:
– Gratis: Trial 7 hari buat coba-coba.
4. Predis.ai

Panik karena butuh 30 *posting*an mendadak? Jangan stres! Langsung aja coba Predis.ai.
Aplikasi ini bisa bikin teks, gambar, dan video cuma dengan empat kata!
Pas selesai daftar, kamu langsung lihat beberapa postingan yang udah dibikin.
Ingat, Predis.ai gak bikin video dari nol, ya! Tapi pakai prompt buat cari video stock dan bikin postingan video dengan teks, gambar, dan animasi.
Hasilnya lumayan cepat dan kelihatan bagus.
Tapi, ada sedikit catatan: Kadang saran media dari AI-nya meleset.
Misalnya, aku minta rekomendasi tempat liburan musim panas, eh malah dikasih video stock orang main salju.
Kelebihan Predis.ai:
- Bisa bikin konten carousel dan video.
- Fitur analisis kompetitor.
- Mudah digunakan.
- Bisa atur goals untuk akun media sosialmu.
Kekurangan Predis.ai:
- Tampilan aplikasi kurang user-friendly.
- Suggestion media dari AI kadang nggak relevan.
Harga:
- Gratis: Tapi ada watermark
- Paket lite: $27/bulan atau Rp 440 ribuan
5. Publer

Publer ini lengkap banget, fiturnya banyak tapi tampilannya gampang dipahami.
Ada semua fitur dasar buat jadwal posting dan manajemen konten, ditambah fitur-fitur tambahan yang bikin bikin konten jadi lebih cepat dan bantu kamu lihat tren.
Caranya juga gampang: tinggal tulis prompt yang detail, tambahin hashtag di akhir, klik generate, dan tunggu hasilnya.
Publer pakai OpenAI, jadi hasilnya bisa sedikit lama, tapi nggak lebih dari 20 detik dan hasilnya biasanya bagus banget.
Selain teks, Publer juga punya fitur AI buat bikin gambar langsung di platformnya.
Nah, kalau udah bisa bikin postingan, kamu bisa klik ‘Content’ di menu sebelah kiri buat lihat berita utama yang lagi hits berdasarkan negara atau kategori.
Data ini bisa bantu kamu nentuin konten apa yang mau di-posting selanjutnya dan arahin strategi media sosialmu.
Kelebihan Publer:
- Fitur text-to-image AI.
- Bisa cari topik terpopuler berdasarkan negara atau kategori.
- Mudah digunakan.
- Bisa connect ke berbagai platform media sosial, termasuk Telegram, Pinterest, dan WordPress.
Kekurangan Publer:
- Integrasi terbatas di luar platform media sosial.
Harga:
- Gratis: Untuk 10 postingan pertama
- Paket profesional: $4/bulan atau Rp 65 ribuan
6. ContentStudio

Ngurus bisnis aja udah bikin sibuk seharian, apalagi harus mantau semua topik yang relevan. Belum lagi, platform media sosial itu kurang oke buat analisis.
Nah, ContentStudio hadir buat bantu kamu!
Di menu atas, arahin kursor ke ‘Discover’, terus klik ‘Content Feed’.
Mulai deh tambahin topik yang mau kamu pantau. Topik-topik ini bakal muncul di menu sebelah kiri, jadi gampang buat pindah-pindah.
Kamu juga bisa lihat ‘Cover Stories’ dan ‘Trending News’ buat tahu apa aja yang lagi rame di internet.
Di content feed, kamu bisa lihat metrik buat tiap konten, kayak engagement artikel berita atau postingan media sosial, sama sentimen online-nya.
Nggak cuma berita dan konten, ContentStudio juga bisa bantu kamu pantau influencer populer di Twitter/X dan Instagram.
Nah, kamu bisa bikin daftar kompetitor buat lihat performa akun mereka.
Kelebihan ContentStudio:
- Fitur automation.
- Analisis konten, seperti reach dan engagement.
- Bisa pantau influencer di Twitter/X dan Instagram.
- Punya fitur Chat AI yang bisa bantu kamu bikin konten dengan berbagai prompt.
Kekurangan ContentStudio:
- Tampilan aplikasi agak rumit.
Harga:
Paket standar: $19/bulan atau Rp 310 ribuan
7. Hootsuite

Hootsuite itu nama besar di dunia manajemen media sosial, dan sekarang mereka punya OwlyWriter, alat AI andalan mereka.
OwlyWriter bisa cepet banget bikin postingan dari URL, kasih ide konten, dan bantu kamu bikin postingan kilat pas lagi kepepet momen liburan.
Kenapa dibilang jago prompt? Karena mereka punya formula copywriting umum kayak AIDA (Perhatian, Minat, Keinginan, Tindakan) atau PAS (Masalah, Agitasi, Solusi).
Fitur AI-nya mungkin kelihatan sederhana, tapi karena dipaduin sama tools manajemen media sosial yang lengkap, kekuatannya jadi luar biasa.
Kelebihan Hootsuite:
- Banyak pilihan prompt AI.
- Fitur reporting yang lengkap.
- Bisa kelola semua DM dari berbagai platform.
- Punya idea catalog dengan banyak template konten.
Kekurangan Hootsuite:
- Harga langganan mahal.
Harga:
– Gratis: 30 hari percobaan
– Paket langganan: $149/bulan atau Rp 2,4 jutaan
8. StoryChief

Bikin konten buat satu platform aja udah susah, apalagi buat banyak platform sekaligus.
Nah, StoryChief ini jagoan buat bantu kamu atur semuanya.
Pas daftar, platform ini pakai AI buat scrape website perusahaanmu dan ngertiin apa yang kamu tawarkan.
Terus, kamu bisa masukin data kompetitor, target audiens, pilar konten, dan suara brand kamu.
Enaknya, pilihan yang udah disiapin StoryChief biasanya langsung pas sasaran, jadi gak perlu repot-repot buat.
Kelebihan StoryChief:
- Fitur SEO dan analisis yang lengkap.
- Fitur kolaborasi tim.
- Bisa bikin konten untuk berbagai channel.
- Punya fitur AI untuk generate content strategy dan content audit.
Kekurangan StoryChief:
- Harga langganan mahal.
Harga:
Gratis: Fitur terbatas
Paket Small Bussiness: $39/bulan atau Rp 630 ribuan
Fitur-Fitur Penting dalam Tools AI untuk Media Sosial
Sebelum memutuskan pakai aplikasi yang mana, ada beberapa fitur penting yang perlu kamu perhatikan:
- AI: Pastikan aplikasi punya fitur AI yang bisa bantu kamu.
Seperti natural language processing (NLP) untuk analisis sentimen, generative AI untuk bikin teks dan gambar, dan machine learning untuk optimasi posting dan analisis.
- Kemudahan penggunaan dan support
Aplikasi harus mudah dipahami dan digunakan, dengan support yang memadai.
- Integrasi dengan platform media sosial
Semakin banyak platform yang bisa diintegrasikan, semakin baik.
- Fitur automation dan penghemat waktu
Cari aplikasi yang punya fitur automation untuk scheduling, posting, dan bikin konten.
- Analisis dan reporting
Aplikasi harus menyediakan data analisis dan reporting yang lengkap, biar kamu bisa pantau performa konten dan adjust strategimu.
Jadi, Tools AI Mana yang Paling Cocok Buat Kamu?
Semua tools AI untuk media sosial di atas punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Gak ada satu aplikasi yang “paling bagus” karena kebutuhan tiap orang beda-beda.
Jadi, kamu bisa coba versi gratis dulu, lalu rasakan apakah cocok sama kebutuhanmu?
Kalau fiturnya cocok dan budget memadai, kamu bisa beli paket lanjutannya, ya!

