Memahami Pentingnya Share of Voice (SOV)
Membangun brand awareness yang kuat menjadi krusial bagi kesuksesan bisnis Anda. Salah satu metrik penting yang dapat membantu Anda mengukur dan meningkatkan brand awareness adalah Share of Voice (SOV). Secara sederhana, SOV adalah metrik yang mengukur seberapa besar proporsi percakapan atau eksposur merek Anda dibandingkan dengan kompetitor di pasar. Metrik ini memberikan gambaran tentang seberapa dominan merek Anda dalam percakapan konsumen, baik di dunia online maupun offline.
SOV diukur dengan membandingkan eksposur merek Anda dengan total eksposur semua merek di pasar dalam kategori yang sama. Eksposur ini bisa diukur melalui berbagai variabel, seperti jumlah mention di media sosial, impression iklan, traffic website, dan sebagainya. Hasil perhitungan SOV biasanya dinyatakan dalam persentase. Semakin tinggi persentase SOV Anda, artinya semakin besar proporsi percakapan pasar yang didominasi oleh merek Anda.
Mengapa SOV penting dalam strategi pemasaran dan brand awareness? SOV memberikan wawasan berharga tentang posisi merek Anda di pasar dan efektivitas kampanye pemasaran Anda. Dengan memahami SOV, Anda dapat:
- Meningkatkan Brand Awareness: SOV yang tinggi berkorelasi dengan brand awareness yang kuat. Semakin sering merek Anda muncul dalam percakapan, semakin mudah diingat oleh konsumen.
- Membangun Citra Merek: SOV yang dominan dapat membantu membangun citra merek yang kuat dan positif di benak konsumen.
- Mengukur Efektivitas Kampanye: SOV dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan kampanye pemasaran Anda dalam menjangkau target audiens dan menghasilkan buzz di pasar.
- Mengidentifikasi Peluang Pasar: Dengan menganalisis SOV kompetitor, Anda dapat mengidentifikasi peluang pasar yang belum dimanfaatkan dan menyusun strategi untuk meningkatkan pangsa pasar Anda.
Di bagian selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam tentang apa itu SOV, manfaatnya, cara menghitungnya, penerapannya di berbagai channel pemasaran, dan perbandingannya dengan metrik lain yang relevan. Dengan memahami SOV secara menyeluruh, Anda dapat mengoptimalkan strategi pemasaran Anda dan membangun brand awareness yang kuat untuk mencapai kesuksesan bisnis yang berkelanjutan.
Apa itu Share of Voice (SOV)?
Share of Voice (SOV) adalah metrik yang mengukur seberapa besar proporsi percakapan atau eksposur yang dimiliki merek Anda dibandingkan dengan kompetitor dalam suatu pasar atau industri tertentu. SOV dapat diartikan sebagai “pangsa suara” merek Anda di tengah hiruk pikuk percakapan seputar produk atau layanan yang Anda tawarkan. Metrik ini memberikan gambaran tentang seberapa dominan dan terlihat merek Anda di mata konsumen, baik di dunia online maupun offline.
SOV dapat menjadi indikator penting untuk mengukur pangsa pasar dan dominasi merek. SOV yang tinggi menunjukkan bahwa merek Anda lebih sering dibicarakan dan mendapatkan eksposur yang lebih besar dibandingkan kompetitor. Hal ini dapat berdampak positif pada brand awareness, persepsi konsumen, dan pada akhirnya, pangsa pasar. Namun, perlu diingat bahwa SOV tidak selalu berkorelasi langsung dengan pangsa pasar. Merek dengan SOV yang tinggi belum tentu memiliki pangsa pasar yang tinggi, dan sebaliknya.
Penting untuk membedakan SOV dengan metrik pemasaran lainnya. Share of Market (SOM), misalnya, mengukur persentase penjualan atau pendapatan yang dimiliki merek Anda di pasar. Share of Search (SOS), di sisi lain, mengukur persentase pencarian online yang terkait dengan merek Anda dibandingkan dengan kompetitor. Meskipun ketiga metrik ini saling terkait, mereka mengukur aspek yang berbeda dari kinerja merek.
Penerapan SOV juga dapat berbeda dalam konteks online dan offline. SOV online dapat diukur melalui berbagai variabel seperti mention di media sosial, impression iklan digital, traffic website, dan peringkat di hasil pencarian. SOV offline, di sisi lain, dapat diukur melalui eksposur di media tradisional seperti televisi, radio, dan media cetak, serta melalui event dan aktivasi offline. Strategi untuk meningkatkan SOV akan berbeda tergantung pada channel yang Anda fokuskan.
Manfaat Share of Voice (SOV) dalam Strategi Marketing
Memahami definisi dan pentingnya SOV hanyalah langkah awal. Langkah selanjutnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan SOV dalam strategi marketing Anda. Dengan memahami manfaat SOV secara menyeluruh, Anda dapat merancang strategi yang lebih efektif untuk mencapai tujuan pemasaran dan bisnis Anda. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari SOV:
Meningkatkan Brand Awareness dan Top of Mind: SOV yang tinggi berkontribusi signifikan terhadap peningkatan brand awareness. Ketika merek Anda lebih sering muncul dalam percakapan dan eksposur di berbagai channel, konsumen akan lebih familiar dan mudah mengingat merek Anda. Bayangkan, jika Anda sedang mencari smartphone baru dan terus-menerus melihat iklan, artikel, dan review tentang merek A, kemungkinan besar merek A akan menjadi top of mind Anda ketika hendak membeli smartphone. Inilah kekuatan SOV dalam membangun kesadaran merek dan menempatkan merek Anda di posisi terdepan dalam benak konsumen.
Membangun Citra Merek dan Reputasi yang Kuat: SOV tidak hanya tentang seberapa sering merek Anda disebut, tetapi juga tentang apa yang dibicarakan tentang merek Anda. Dengan mendominasi percakapan dan mengontrol narasi seputar merek Anda, Anda dapat membangun citra merek yang positif dan reputasi yang kuat. SOV yang tinggi memungkinkan Anda untuk menyampaikan pesan-pesan kunci merek Anda secara konsisten dan membangun asosiasi positif di benak konsumen.
Mendorong Engagement dan Interaksi dengan Konsumen: SOV yang tinggi menciptakan lebih banyak peluang untuk berinteraksi dengan konsumen. Ketika merek Anda aktif di berbagai channel dan terlibat dalam percakapan yang relevan, konsumen akan lebih tertarik untuk berinteraksi dengan merek Anda. Hal ini dapat berupa like, comment, share, atau bahkan partisipasi dalam campaign yang Anda jalankan. Engagement yang tinggi menunjukkan bahwa merek Anda relevan dan menarik bagi konsumen.
Mendukung Kampanye Pemasaran dan Meningkatkan Efektivitasnya: SOV dapat menjadi booster untuk kampanye pemasaran Anda. Ketika SOV Anda tinggi, kampanye pemasaran Anda akan mendapatkan eksposur yang lebih besar dan menjangkau audiens yang lebih luas. Pesan-pesan kampanye Anda akan lebih mudah diingat dan beresonansi dengan konsumen. Dengan demikian, SOV dapat meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran Anda dan membantu Anda mencapai tujuan kampanye yang telah ditetapkan.
Mengukur Keberhasilan Kampanye dan ROI (Return on Investment): SOV dapat digunakan sebagai salah satu metrik untuk mengukur keberhasilan kampanye pemasaran Anda. Dengan membandingkan SOV sebelum dan sesudah kampanye, Anda dapat melihat seberapa besar dampak kampanye Anda dalam meningkatkan eksposur dan percakapan seputar merek Anda. SOV juga dapat membantu Anda menghitung ROI dari kampanye pemasaran Anda, yaitu dengan melihat seberapa besar peningkatan SOV yang dihasilkan dari investasi yang Anda keluarkan.
Mengidentifikasi Peluang Pasar dan Tren yang Berkembang: Dengan menganalisis SOV kompetitor dan tren percakapan di pasar, Anda dapat mengidentifikasi peluang pasar yang belum dimanfaatkan dan tren yang sedang berkembang. Misalnya, jika Anda melihat bahwa kompetitor Anda mendominasi percakapan seputar fitur tertentu, Anda dapat mempertimbangkan untuk mengembangkan fitur serupa atau bahkan fitur yang lebih baik untuk menarik perhatian konsumen. SOV dapat menjadi tool yang berharga untuk melakukan riset pasar dan mendapatkan insight yang relevan untuk pengembangan strategi marketing Anda.
Cara Menghitung Share of Voice (SOV)
Untuk menghitung SOV, Anda perlu mengikuti beberapa langkah penting. Langkah pertama adalah menentukan variabel yang akan diukur. Variabel ini bisa berupa impressions iklan, mentions di media sosial, reach konten, jumlah artikel yang membahas merek Anda, atau metrik lain yang relevan dengan tujuan Anda. Misalnya, Anda ingin mengukur SOV berdasarkan jumlah mention merek Anda di Twitter dan Instagram selama kampanye produk baru.
Setelah menentukan variabel, Anda perlu menentukan periode waktu analisis. Periode ini bisa satu bulan, satu kuartal, atau periode lain yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, Anda ingin menganalisis SOV selama tiga bulan kampanye produk baru tersebut.
Langkah berikutnya adalah mengumpulkan data dari berbagai sumber. Data ini bisa berasal dari platform media sosial, platform periklanan, tools analitik seperti Google Analytics, digital listening tools seperti Brand24, survei, atau hasil penelitian. Anda dapat menggunakan tools media sosial seperti Brandwatch atau Hootsuite untuk mengumpulkan data jumlah mention merek Anda dan kompetitor di Twitter dan Instagram selama tiga bulan kampanye.
Setelah data terkumpul, Anda perlu menghitung total eksposur merek Anda dan kompetitor. Misalnya, jika Anda mengukur SOV berdasarkan mention, Anda perlu menjumlahkan semua mention merek Anda dan semua mention kompetitor yang Anda identifikasi selama periode tiga bulan tersebut.
Selanjutnya, Anda dapat mengaplikasikan rumus SOV:
SOV = (Total Eksposur Merek / Total Eksposur Pasar) x 100
Total Eksposur Pasar adalah jumlah total eksposur semua merek di pasar, termasuk merek Anda dan kompetitor. Misalnya, jika total mention merek Anda adalah 1.000 dan total mention semua merek di pasar (termasuk merek Anda) adalah 5.000, maka SOV Anda adalah (1.000 / 5.000) x 100 = 20%.
Terakhir, Anda perlu menginterpretasikan hasil SOV dan melakukan analisis kompetitif. SOV 20% menunjukkan bahwa merek Anda menguasai 20% dari total percakapan di pasar selama periode tersebut. Anda dapat membandingkan SOV Anda dengan SOV kompetitor untuk melihat posisi merek Anda di pasar. Jika SOV kompetitor utama Anda adalah 30%, artinya mereka memiliki dominasi percakapan yang lebih besar. Analisis ini dapat memberikan insight berharga untuk mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran Anda dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
Penerapan Share of Voice (SOV) di Berbagai Channel Marketing
Setelah memahami cara menghitung SOV, langkah selanjutnya adalah menerapkannya di berbagai channel marketing yang relevan dengan bisnis Anda. Penerapan SOV di setiap channel akan berbeda, tergantung pada metrik yang diukur dan tujuan yang ingin dicapai. Berikut adalah penjelasan lebih lanjut tentang penerapan SOV di beberapa channel marketing populer:
SOV dalam Media Sosial (Social Media SOV):
Di era media sosial, Social Media SOV menjadi sangat penting untuk mengukur seberapa dominan merek Anda dalam percakapan online. Anda dapat mengukur Social Media SOV berdasarkan beberapa metrik, seperti:
- Jumlah mentions: Seberapa sering merek Anda disebut di platform media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan lainnya.
- Reach konten: Berapa banyak pengguna unik yang melihat konten Anda di media sosial.
- Engagement: Jumlah interaksi (like, comment, share) yang dihasilkan oleh konten media sosial Anda.
- Sentiment: Apakah percakapan seputar merek Anda di media sosial cenderung positif, negatif, atau netral.
Contoh: Anda ingin mengukur Social Media SOV untuk kampanye produk baru di Instagram. Anda dapat menghitung jumlah mentions merek Anda, jumlah likes dan comments pada postingan kampanye, dan reach postingan tersebut. Bandingkan data ini dengan data kompetitor untuk melihat posisi merek Anda di percakapan Instagram seputar produk tersebut.
SOV dalam Search Engine (SEO SOV):
SEO SOV mengukur seberapa dominan merek Anda di hasil pencarian online. Metrik yang umum digunakan untuk mengukur SEO SOV adalah:
- Peringkat kata kunci: Di posisi berapa website Anda muncul di hasil pencarian untuk kata kunci yang relevan dengan bisnis Anda.
- Traffic organik: Berapa banyak pengunjung yang datang ke website Anda melalui hasil pencarian organik (non-berbayar).
- Jumlah backlink: Berapa banyak website lain yang menautkan ke website Anda.
Contoh: Anda ingin mengukur SEO SOV untuk kata kunci “sepatu lari”. Anda dapat menganalisis peringkat website Anda di Google untuk kata kunci tersebut, membandingkannya dengan peringkat kompetitor, dan melihat persentase traffic organik yang Anda dapatkan dari kata kunci tersebut.
SOV dalam Periklanan Online (Paid Advertising SOV):
Paid Advertising SOV mengukur seberapa besar proporsi iklan online Anda dibandingkan dengan kompetitor. Metrik yang relevan untuk mengukur Paid Advertising SOV antara lain:
- Impression iklan: Berapa kali iklan Anda ditampilkan di platform periklanan seperti Google Ads atau media sosial.
- Click-through rate (CTR): Persentase pengguna yang mengklik iklan Anda setelah melihatnya.
- Pangsa impression: Persentase impression iklan Anda dibandingkan dengan total impression iklan di pasar untuk kategori yang sama.
Contoh: Anda menjalankan kampanye iklan di Google Ads untuk produk “kopi organik”. Anda dapat mengukur jumlah impression iklan Anda, CTR, dan pangsa impression dibandingkan dengan kompetitor yang juga beriklan untuk produk kopi organik.
SOV dalam Media Tradisional (misalnya, TV, radio, cetak):
Meskipun media digital semakin populer, media tradisional seperti TV, radio, dan media cetak masih memiliki peran penting dalam strategi marketing. Anda dapat mengukur SOV di media tradisional berdasarkan:
- Durasi iklan: Berapa lama iklan Anda ditayangkan di TV atau radio.
- Frekuensi iklan: Seberapa sering iklan Anda ditayangkan dalam periode waktu tertentu.
- Ukuran dan penempatan iklan di media cetak: Seberapa besar dan di mana iklan Anda ditempatkan di surat kabar atau majalah.
Contoh: Anda ingin mengukur SOV untuk iklan TV produk minuman Anda. Anda dapat menghitung durasi iklan Anda, frekuensi penayangannya dalam seminggu, dan membandingkannya dengan durasi dan frekuensi iklan kompetitor di channel TV yang sama.
SOV dalam Public Relations (PR SOV):
PR SOV mengukur seberapa besar eksposur merek Anda di media, baik online maupun offline, melalui aktivitas Public Relations. Metrik yang dapat digunakan antara lain:
- Jumlah artikel atau berita yang membahas merek Anda: Seberapa sering merek Anda disebut di media massa.
- Tone pemberitaan: Apakah pemberitaan tentang merek Anda cenderung positif, negatif, atau netral.
- Jumlah mention merek Anda di media yang relevan dengan industri Anda.
Contoh: Anda ingin mengukur PR SOV untuk peluncuran produk baru. Anda dapat menghitung jumlah artikel di media online dan cetak yang membahas produk baru Anda, menganalisis tone pemberitaan, dan membandingkannya dengan eksposur media yang didapatkan oleh kompetitor.
Dengan memahami penerapan SOV di berbagai channel marketing ini, Anda dapat mengukur efektivitas strategi marketing Anda secara lebih komprehensif dan mengoptimalkan alokasi sumber daya untuk mencapai hasil yang maksimal.
SOV vs. Metrik Marketing Lainnya: Perbandingan dan Analisis
Meskipun SOV merupakan metrik yang penting, penting juga untuk memahami perbedaannya dengan metrik marketing lainnya. Dengan membandingkan SOV dengan metrik lain, Anda dapat memperoleh gambaran yang lebih holistik tentang kinerja merek Anda dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Berikut adalah perbandingan SOV dengan beberapa metrik marketing yang umum digunakan:
SOV vs. Share of Market (SOM):
- SOM mengukur persentase pangsa pasar yang dikuasai oleh merek Anda dalam hal penjualan atau pendapatan. Misalnya, jika total penjualan produk kategori X di pasar adalah Rp100 miliar dan penjualan merek Anda adalah Rp20 miliar, maka SOM Anda adalah 20%.
- Perbedaan Utama: SOV fokus pada eksposur dan percakapan, sedangkan SOM fokus pada hasil penjualan.
- Keterkaitan: SOV yang tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan SOM dalam jangka panjang. Ketika merek Anda lebih sering dibicarakan dan memiliki eksposur yang lebih besar, konsumen akan lebih familiar dan cenderung memilih produk Anda.
Contoh: Merek A memiliki SOV yang tinggi di media sosial untuk produk minuman energi, tetapi SOM mereka masih rendah karena distribusi produk yang terbatas. Merek B memiliki SOV yang lebih rendah tetapi SOM yang lebih tinggi karena distribusi yang luas dan harga yang kompetitif.
SOV vs. Share of Search (SOS):
- SOS mengukur persentase pencarian online yang terkait dengan merek Anda dibandingkan dengan kompetitor. Misalnya, jika total pencarian untuk “kopi instan” di Google adalah 10.000 dan pencarian untuk merek kopi Anda adalah 2.000, maka SOS Anda adalah 20%.
- Perbedaan Utama: SOV mengukur eksposur secara umum, sedangkan SOS fokus pada visibilitas merek di hasil pencarian.
- Keterkaitan: SEO SOV yang tinggi dapat berkontribusi pada peningkatan SOS. Ketika website dan konten Anda dioptimalkan untuk search engine, merek Anda akan lebih mudah ditemukan oleh konsumen yang mencari informasi atau produk terkait.
Contoh: Merek smartphone C memiliki SOS yang tinggi untuk kata kunci “HP gaming” karena strategi SEO yang efektif. Merek D memiliki SOV yang tinggi di media sosial tetapi SOS yang rendah karena website mereka kurang dioptimalkan untuk search engine.
SOV vs. Brand Awareness:
- Brand Awareness mengukur seberapa familiar konsumen dengan merek Anda dan seberapa mudah mereka mengingatnya.
- Perbedaan Utama: SOV adalah salah satu metrik yang dapat digunakan untuk mengukur brand awareness, tetapi brand awareness itu sendiri merupakan konsep yang lebih luas. Brand awareness dapat diukur melalui berbagai cara, termasuk survei, brand recall test, dan brand recognition test.
- Keterkaitan: SOV yang tinggi berkorelasi positif dengan brand awareness. Semakin sering merek Anda muncul dalam percakapan dan eksposur, semakin besar kemungkinan konsumen akan mengingat dan mengenalinya.
Contoh: Merek fashion E memiliki SOV yang tinggi di Instagram dan sering mengadakan campaign yang menarik. Hal ini berkontribusi pada brand awareness yang tinggi di kalangan target audiens mereka.
SOV vs. Sentimen Merek:
- Sentimen Merek mengukur persepsi dan opini konsumen tentang merek Anda, apakah cenderung positif, negatif, atau netral.
- Perbedaan Utama: SOV mengukur kuantitas eksposur, sedangkan sentimen merek mengukur kualitas percakapan.
- Keterkaitan: SOV yang tinggi tidak selalu menjamin sentimen merek yang positif. Anda perlu memantau percakapan seputar merek Anda dan merespons dengan tepat untuk menjaga sentimen positif.
Contoh: Merek F meluncurkan produk baru yang kontroversial dan mendapatkan SOV yang tinggi di media sosial. Namun, sentimen merek mereka cenderung negatif karena banyak kritik dari konsumen.
SOV vs. Engagement Rate:
- Engagement Rate mengukur seberapa aktif audiens berinteraksi dengan konten merek Anda. Di media sosial, engagement rate dapat diukur melalui like, comment, share, dan click.
- Perbedaan Utama: SOV mengukur eksposur secara keseluruhan, sedangkan engagement rate fokus pada interaksi aktif dari audiens.
- Keterkaitan: SOV yang tinggi dapat menciptakan lebih banyak peluang untuk engagement. Namun, konten yang relevan dan menarik juga penting untuk meningkatkan engagement rate.
Contoh: Merek G memiliki SOV yang tinggi di Facebook tetapi engagement rate yang rendah karena konten mereka kurang menarik. Merek H memiliki SOV yang lebih rendah tetapi engagement rate yang tinggi karena konten mereka interaktif dan relevan dengan target audiens.
Dengan memahami perbedaan dan keterkaitan antara SOV dan metrik-metrik lainnya, Anda dapat mengoptimalkan strategi marketing Anda untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Ingatlah bahwa setiap metrik memberikan insight yang berbeda dan penting untuk dianalisis secara holistik.
Strategi untuk Meningkatkan Share of Voice (SOV)
Setelah memahami pentingnya SOV dan cara menghitungnya, Anda tentu ingin mengetahui bagaimana cara meningkatkan SOV merek Anda. Meningkatkan SOV membutuhkan strategi yang terencana dan terukur di berbagai channel marketing. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat Anda terapkan:
Mengoptimalkan SOV melalui Strategi Konten Marketing yang Efektif:
Konten marketing yang berkualitas dan relevan dapat menjadi driver utama untuk meningkatkan SOV Anda. Pastikan konten Anda informatif, menghibur, dan memberikan nilai tambah bagi target audiens Anda. Optimalkan konten Anda untuk search engine (SEO) agar mudah ditemukan oleh konsumen yang mencari informasi terkait produk atau layanan Anda. Sebarkan konten Anda di berbagai channel, seperti blog, media sosial, email marketing, dan website.
Contoh: Anda menjual produk skincare organik. Anda dapat membuat artikel blog tentang manfaat skincare organik, video tutorial penggunaan produk, infografis tentang bahan-bahan alami yang digunakan, dan e-book tentang perawatan kulit. Sebarkan konten ini di website, media sosial, dan email newsletter Anda.
Meningkatkan SOV melalui Kampanye Iklan yang Tepat Sasaran:
Kampanye iklan yang tertarget dapat membantu Anda menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan eksposur merek Anda. Manfaatkan platform periklanan online seperti Google Ads, media sosial ads, dan programmatic advertising untuk menargetkan audiens yang spesifik berdasarkan demografi, minat, dan perilaku online. Pastikan iklan Anda menarik, informatif, dan memiliki call to action yang jelas.
Contoh: Anda ingin meningkatkan brand awareness untuk produk fashion terbaru Anda. Anda dapat menjalankan kampanye iklan di Instagram dan Facebook yang menargetkan pengguna wanita berusia 25-35 tahun yang tertarik pada fashion dan online shopping.
Memanfaatkan Media Sosial untuk Meningkatkan SOV:
Media sosial merupakan platform yang efektif untuk membangun brand awareness dan meningkatkan SOV. Aktiflah di platform media sosial yang relevan dengan target audiens Anda. Bagikan konten yang menarik, berinteraksilah dengan followers Anda, dan gunakan hashtag yang relevan untuk meningkatkan visibilitas konten Anda. Anda juga dapat berkolaborasi dengan influencer di media sosial untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Contoh: Anda memiliki brand makanan sehat. Anda dapat membuat konten menarik di Instagram tentang resep makanan sehat, tips diet, dan quotes motivasi. Gunakan hashtag yang relevan seperti #makanansehat, #dietsehat, dan #hidupsehat.
Menggunakan SEO dan SEM untuk Meningkatkan SOV:
SEO (Search Engine Optimization) dan SEM (Search Engine Marketing) merupakan strategi penting untuk meningkatkan visibilitas merek Anda di hasil pencarian. Optimalkan website dan konten Anda untuk kata kunci yang relevan dengan bisnis Anda agar mudah ditemukan oleh konsumen yang melakukan pencarian di Google dan search engine lainnya. Anda juga dapat menjalankan kampanye iklan di search engine (SEM) untuk meningkatkan traffic ke website Anda.
Contoh: Anda memiliki toko online yang menjual peralatan outdoor. Optimalkan website Anda untuk kata kunci seperti “peralatan camping“, “tas carrier“, dan “sepatu hiking“. Jalankan kampanye iklan di Google Ads untuk menargetkan pengguna yang mencari kata kunci tersebut.
Membangun Hubungan dengan Influencer untuk Meningkatkan SOV:
Influencer marketing dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan SOV, terutama di media sosial. Influencer memiliki followers yang loyal dan dapat membantu Anda menjangkau audiens yang lebih luas. Pilih influencer yang relevan dengan brand dan target audiens Anda. Bangun hubungan yang baik dengan influencer dan libatkan mereka dalam kampanye marketing Anda.
Contoh: Anda ingin mempromosikan produk makeup baru Anda. Anda dapat berkolaborasi dengan beauty influencer di Instagram untuk review produk Anda dan membuat tutorial makeup menggunakan produk Anda.
Melakukan Analisis Kompetitif dan Benchmarking SOV:
Pantau SOV kompetitor Anda dan analisis strategi yang mereka terapkan. Identifikasi channel marketing di mana kompetitor Anda memiliki SOV yang tinggi dan cari peluang untuk meningkatkan SOV Anda di channel tersebut. Lakukan benchmarking SOV untuk melihat posisi merek Anda di pasar dan mengukur kemajuan Anda dalam meningkatkan SOV.
Contoh: Anda ingin meningkatkan SOV brand kopi Anda di Twitter. Analisis akun Twitter kompetitor Anda dan lihat jenis konten apa yang mereka bagikan, hashtag apa yang mereka gunakan, dan seberapa aktif mereka berinteraksi dengan followers. Gunakan informasi ini untuk menyusun strategi konten Twitter Anda dan meningkatkan SOV brand kopi Anda.
Dengan menerapkan strategi-strategi di atas secara konsisten dan terukur, Anda dapat meningkatkan SOV merek Anda, membangun brand awareness yang kuat, dan mencapai tujuan marketing Anda.

