Logo bukan hanya soal estetika, tapi juga mencerminkan nilai, misi, dan karakter brand itu sendiri. Salah satu elemen yang sangat penting dalam desain logo adalah font.
Font yang tepat bisa membantu brandmu lebih mudah dikenali dan diingat oleh audiens.
Makanya, memilih font yang cocok adalah langkah penting dalam proses desain logo.
Nah, di artikel ini, kita bakal bahas lebih dalam tentang cara memilih font untuk brandmu agar lebih mencolok dan efektif dalam menarik perhatian audiens.
Beda Penggunaan Logo Pakai Font vs Grafis
Saat mendesain logo, kamu akan dihadapkan pada pilihan utama: menggunakan font atau grafis.
Keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yuk, kita lihat perbedaannya!
1. Logo Berbasis Font
Logo berbasis font lebih fokus pada kata atau teks untuk mewakili brand.
Biasanya, hanya menggunakan nama brand dalam bentuk tulisan dengan pemilihan font yang spesial.
Logo ini sangat bergantung pada kekuatan tipografi. Misalnya, Google atau Coca-Cola, yang hanya memakai nama brand dengan font unik.
– Kelebihan: Lebih mudah diingat dan memperkenalkan nama brand secara langsung.
– Kekurangan: Terkadang gak cukup menarik jika dibandingkan dengan logo yang berbasis gambar atau simbol, terutama jika tidak dipilih dengan tepat.
2. Logo Berbasis Gambar
Logo berbasis gambar atau simbol mengandalkan elemen visual untuk menggambarkan identitas brand.
Contohnya seperti Apple atau Nike, yang lebih dikenal dengan gambar apel atau simbol centang sebagai logo mereka.
– Kelebihan: Lebih kuat secara visual, bisa memberikan kesan yang lebih mendalam atau menggambarkan nilai perusahaan secara lebih universal.
– Kekurangan: Bisa jadi kurang jelas pada awalnya jika tanpa konteks atau penjelasan.
Jadi, saat memilih antara font atau gambar, kamu harus mempertimbangkan pesan yang ingin kamu sampaikan.
Font lebih fokus pada nama dan kata-kata, sementara grafis lebih memanfaatkan visual untuk mengkomunikasikan nilai brand.
Brand Seperti Apa yang Cocok Pakai Font?
Sebelum memilih font, penting untuk mengenali jenis brandmu.
Logo berbasis font lebih cocok untuk brand yang ingin menonjolkan nama dan memperkenalkan identitas mereka melalui kata-kata.
1. Brand yang Fokus pada Nama dan Identitas
Contoh: Brand startup, perusahaan jasa kreatif, atau perusahaan teknologi baru.
Brand seperti ini sering menggunakan font karena tujuannya adalah untuk menonjolkan nama brand secara langsung.
Jadi, memudahkan audiens buat mengenali dan mengingatnya.
2. Brand yang Punya Pesan atau Slogan yang Kuat
Kalau brandmu memiliki tagline atau slogan yang kuat dan ingin langsung terlihat pada logo, font bisa menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan pesan tersebut.
Misalnya, Coca-Cola yang menggunakan font bergaya script untuk menampilkan nama brand mereka dengan sangat ikonik.
3. Brand yang Mengutamakan Kesederhanaan
Brand yang mengutamakan kesederhanaan dan minimalisme, seperti Google atau FedEx, biasanya menggunakan logo berbasis font karena lebih mudah diingat.
Jadi, jika brandmu ingin lebih mudah dikenali dan memprioritaskan identitas nama, menggunakan logo berbasis font adalah pilihan yang tepat.
Namun, pastikan font yang digunakan sesuai dengan karakter brand agar pesan yang ingin disampaikan lebih jelas, ya!
5+ Tips Pilih Jenis Font untuk Typography Logo
Memilih font untuk logo bukan hanya soal tampilan, tapi juga harus sesuai dengan karakter brand dan audiens yang ingin dijangkau.
Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat memilih font untuk logo:
1. Pahami Karakter Brandmu
Font yang kamu pilih harus mencerminkan nilai dan karakter dari brandmu.
Apa yang ingin brandmu sampaikan? Apakah brandmu serius, elegan, atau lebih santai? Nah, di bawah ini adalah jenis font yang bisa dipilih berdasarkan karakter brand:
- Serif: Font dengan garis di ujung huruf (seperti Times New Roman) memberikan kesan klasik, elegan, dan terpercaya. Cocok untuk brand yang ingin terlihat lebih formal dan profesional.
- Sans-Serif: Font tanpa garis di ujung huruf (seperti Helvetica) memberi kesan modern, bersih, dan minimalis. Cocok untuk brand yang ingin tampil fresh dan mudah dibaca.
- Script: Font yang menyerupai tulisan tangan atau kaligrafi (seperti Brush Script) memberikan kesan elegan, feminin, dan artistik. Biasanya digunakan oleh brand yang menginginkan kesan lembut dan anggun.
- Display: Font yang unik dan berani, sering kali digunakan untuk brand yang ingin tampil berbeda dan menonjol di keramaian.
- Handwritten: Memberikan kesan santai, approachable, dan kasual. Cocok untuk brand yang lebih informal atau bergaya personal.
2. Selanjutnya, Pastikan Mudah Dibaca
Font yang terlalu rumit atau dekoratif bisa sulit dibaca, apalagi dalam ukuran kecil.
Jadi, pastikan font yang kamu pilih tetap terbaca dengan jelas meskipun pada ukuran yang lebih kecil atau dalam berbagai media, ya!
3. Pilih Font yang Sesuai dengan Audiens
Audiens kamu sangat memengaruhi pemilihan font.
Jika target audiensmu adalah generasi muda, font dengan gaya yang lebih dinamis atau modern mungkin lebih tepat.
Sebaliknya, jika audiensmu lebih ke bisnis atau korporat, pilih font yang lebih sederhana dan elegan.
4. Sesuaikan dengan Industri
Pilih font yang sesuai dengan industri tempat brand kamu beroperasi.
Misalnya, untuk brand teknologi, font yang modern dan bersih lebih cocok. Sementara untuk brand fashion, font yang lebih elegan atau berkelas bisa jadi pilihan.
5. Pastikan Unik dan Berbeda
Logo kamu harus memiliki ciri khas yang membedakan dari brand lain.
Jadi, pilih font yang unik atau sesuaikan sedikit font yang ada dengan sentuhan khusus supaya logo kamu gak terlihat seperti kebanyakan brand.
6. Pertimbangkan Kombinasi Font dengan Simbol
Jika logo kamu memadukan tulisan dengan gambar atau simbol, pastikan font yang kamu pilih dapat berkolaborasi dengan baik dengan elemen visual lainnya.
Tapi ingat! Jangan biarkan font mengalahkan atau berbenturan dengan simbol, ya!
Contoh Jenis Font dan Logo Brand Besar
Berikut beberapa contoh brand besar yang menggunakan font untuk logo mereka, apa kamu familiar?
1. Coca-Cola
Pakai script font yang sangat ikonik dan penuh keanggunan.
Font ini memberikan kesan nostalgia dan elegan, sesuai dengan sejarah panjang brand ini, ya!
2. Google
Logo Google menggunakan sans-serif font yang simpel, bersih, dan modern.
Font sans-serif mudah dibaca, bahkan di ukuran kecil sekalipun, dan mencerminkan inovasi serta kesederhanaan yang menjadi nilai brand Google.
3. IBM
IBM menggunakan slab serif font, yang memberikan kesan kokoh, stabil, dan profesional.
Pilihan font ini sangat cocok untuk brand yang bergerak di dunia teknologi dan membutuhkan kesan keandalan dan keprofesionalan.
Dari contoh-contoh ini, kita bisa melihat bahwa pemilihan font bukan hanya soal estetika, tapi juga soal menyampaikan pesan dan nilai yang sesuai dengan karakter brand.
Kapan Harus Pakai Font untuk Logo?
Saatnya memutuskan kapan logo berbasis font adalah pilihan yang tepat, ya!
Biasanya, logo berbasis font digunakan saat:
1. Brand Baru atau Startup
Jika kamu sedang membangun brand yang baru dan belum terlalu dikenal, font dapat membantu membangun brand awareness dengan cara yang lebih langsung.
2. Brand yang Mengutamakan Nama
Jika brandmu ingin lebih dikenal berdasarkan nama dan pesan yang ingin disampaikan melalui kata-kata, logo font adalah cara terbaik untuk mencapai hal ini, ya!
3. Mengutamakan Kesederhanaan dan Kejelasan
Ketika brandmu lebih memilih untuk tampil simpel dan minimalis, logo berbasis font memberi tampilan yang bersih dan mudah diingat.
Namun, jika brandmu lebih menonjolkan produk atau ingin menyampaikan nilai yang lebih kompleks melalui simbol, menggunakan logo berbasis grafik bisa jadi pilihan yang lebih tepat.
Baca Juga: Kumpulan Kata Kata Opening Video Dijamin Menarik & Engagement Naik!
Kesimpulan
Font yang tepat bisa membuat brandmu lebih mudah dikenali dan memberikan kesan yang kuat.
Dengan memahami karakter brand, memilih jenis font yang sesuai, dan menggabungkannya dengan tepat, logo berbasis font bisa jadi alat yang sangat efektif dalam membangun identitas brand.

