Notis Digital

Perbedaan Lookalike Audience vs Penargetan Manual buat Iklan

Noticed Your
Digital Marketing Online Ads Content Design Website Logo Design Landing Page Packaging Design Company Profile
Needs ⎯⎯⎯⎯

Bantu Usaha Anda Bersaing
dan Raih Untung di Dunia Online
Perbedaan Lookalike Audience vs Penargetan Manual buat Iklan
Daftar Isi

Kalau sering pasang iklan di media sosial, pasti pernah nemu pilihan targeting kayak “Lookalike Audience” dan “Penargetan Manual” atau Custom Audience. 

Nah, di titik ini biasanya banyak yang mulai bingung: “Harus pilih yang mana ya biar iklannya efektif?”.

Padahal, dua metode ini punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. 

Ada yang cocok buat bisnis yang udah punya data pelanggan, ada juga yang lebih cocok buat kamu yang masih tahap eksplorasi pasar.

Nah, di artikel ini kita bakal bahas secara lengkap dan santai soal dua strategi penargetan ini. 

Biar kamu nggak buang-buang bujet iklan, tapi juga bisa dapetin hasil yang maksimal.

Apa Itu Penargetan Manual atau Custom Audience?

Penargetan manual itu kayak kamu jadi “pengendali penuh” dalam milih siapa yang lihat iklan kamu. 

Kamu atur semuanya sendiri: Mulai dari usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, hobi, bahkan minat spesifik (misal: “suka skincare Korea”).

Contoh:

Kamu jual skincare buat wanita usia 25–35 tahun yang tinggal di Jabodetabek dan suka nonton beauty vlogger.

Nah, kamu bisa setting manual semua kriteria itu di Ads Manager.

Kelebihannya:

  • Cocok kalau kamu udah paham banget siapa target pasarmu.
  • Bisa super spesifik & detail.

Minus-nya:

  • Agak makan waktu buat testing dan optimasi.
  • Kalau salah pilih target, bujet bisa cepat habis tapi hasilnya minim.

Kalau Lookalike Audience Itu Apa Sih?

Bayangin kamu punya data pelanggan yang sering beli produk kamu, mereka ini loyal banget. 

Nah, Lookalike Audience itu kayak “kloningan” dari mereka, tapi versi berbeda. 

Bukan sekadar asal target, tapi platform iklan (kayak Facebook Ads) bakal bantu cari orang-orang baru yang mirip banget dari sisi minat, perilaku online, sampai demografi.

Misalnya:

  • Kamu punya 2.000 pelanggan aktif yang suka beli baju muslimah.
  • Kamu upload data mereka ke Facebook (dalam bentuk Custom Audience).
  • Facebook bakal bikin Lookalike Audience dari data itu dengan target orang-orang yang punya “sifat online” mirip pelanggan kamu tadi.

Jadi, Lookalike Audience akan cari audiens baru yang mirip dengan custom audience kamu. 

Simpelnya, custom audience itu fokus pada orang yang sudah ada, sedangkan lookalike audience fokus pada menemukan orang baru yang potensial.

Perbandingan Penargetan Manual vs Lookalike Audience

AspekPenargetan ManualLookalike Audience
Cara KerjaKamu tentukan sendiriOtomatis pakai data pelanggan
Sumber DataRiset dan asumsi sendiriDari Custom Audience (pelanggan lama, traffic)
KontrolPenuh, kamu atur semua kriteriaTerbatas, biarin algoritma yang kerja
Waktu SetupLebih lama, harus trial & errorCepat, cuma butuh data
Tingkat AkurasiRelatif, tergantung seberapa pas targeting kamuCenderung tinggi (karena mirip pelanggan)
SkalabilitasCocok buat campaign kecil & eksperimenTinggi, cocok buat growth
Risiko Salah TargetTinggi, kalau kamu salah asumsiRendah (kalau datanya bagus)

Kapan Pakai Lookalike Audience?

Pakai strategi ini kalau kamu sudah memiliki data pelanggan aktif atau trafik yang cukup dari website atau sosmed.

Lookalike Audience sangat cocok dipakai saat kamu ingin mencari pasar baru yang karakteristiknya mirip dengan pelanggan setia kamu. 

Nah, strategi ini juga ideal jika kamu sedang fokus untuk growth atau scale up penjualan karena proses penargetannya otomatis dan tidak ribet.

Maksudnya, kamu gak perlu atur targeting satu per satu secara manual, ya!

Kapan Lebih Cocok Pakai Penargetan Manual (Custom Audience)?

Kalau kamu belum punya banyak data pelanggan, baru mulai jualan dan ingin testing pasar, atau punya niche market yang sangat spesifik, bisa pakai penargetan manual.

Strategi ini juga cocok buat kamu yang suka eksplorasi dan ingin kontrol penuh atas strategi iklan. Dari minat, lokasi, hingga demografi audiens bisa kamu atur sendiri.

Penargetan manual menawarkan fleksibilitas yang besar dan bisa jadi alat belajar yang efektif untuk memahami karakter pasar kamu. 

Tipsnya, coba buat beberapa ad set dengan kriteria yang berbeda-beda, lalu lakukan A/B testing untuk melihat mana yang performanya paling optimal, ya!

Studi Kasus Penargetan Audiens di Iklan META

Ada bahasan menarik nih, sebuah tes dari website Jon Loomer yang ngebandingin 3 jenis targeting:

1. Lookalike Audience

2. Detailed Targeting pakai Custom Audience (manual)

3. Advantage+ Audience (AI terbaru dari Meta)

Hasilnya gimana?

  • Advantage+ (mirip Lookalike tapi lebih otomatis) punya CPM paling murah
  • Lookalike Audience di posisi kedua
  • Penargetan manual justru punya CPM paling mahal

Menarik, ya! Kesimpulannya gini:

“Jadi kalau kamu ngejar efisiensi, Lookalike Audience cenderung lebih hemat dan hasilnya stabil,” Dikutip dari Jon Loomer.

Baca Juga: 5 Cara Efektif Riset Konten Dari Google Trends

Kesimpulan

Baik Lookalike Audience maupun penargetan manual punya keunggulan masing-masing.

Kalau kamu punya data dan mau hemat waktu, Lookalike adalah solusi paling praktis dan scalable. 

Tapi kalau kamu masih belajar atau punya produk niche banget, penargetan manual bisa jadi sarana eksperimen yang powerful.

Bagikan ke social media:

WhatsApp
Facebook
X
Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Daftar Isi