Notis Digital

Apa Itu ROAS? Cara UMKM Hitung Efektivitas Iklan Digital

Noticed Your
Digital Marketing Online Ads Content Design Website Logo Design Landing Page Packaging Design Company Profile
Needs ⎯⎯⎯⎯

Bantu Usaha Anda Bersaing
dan Raih Untung di Dunia Online
Apa Itu ROAS? Cara UMKM Hitung Efektivitas Iklan Digital
Daftar Isi

Apakah uang yang UMKM keluarkan buat pasang iklan di Instagram, Facebook, atau TikTok benar-benar menghasilkan? Nah, di sinilah pentingnya tau istilah ROAS atau Return on Ad Spend. 

ROAS ini bisa dibilang semacam “rapor digital” yang bantu kamu melihat seberapa efektif iklanmu mengubah audiens jadi pembeli. 

Metrik ini bukan cuma angka biasa, tapi jadi alat ukur penting buat tahu apakah uang yang kamu investasikan buat iklan benar-benar membawa hasil atau malah cuma bikin boncos.

Buat para pelaku UMKM, ROAS bisa jadi kompas yang nunjukin arah: Channel mana yang paling cuan, jenis iklan apa yang paling efektif, dan kapan harus ganti strategi.

Jadi, kalau kamu ingin bisnis makin optimal dan dana pemasaran gak terbuang percuma, yuk kenali lebih dalam soal Return on Ad Spend ini!

Apa Itu ROAS?

Return on Ad Spend (ROAS) adalah metrik penting yang bantu kamu mengukur seberapa efektif iklan yang kamu jalankan. 

Sederhananya, ROAS menunjukkan berapa rupiah yang kamu dapatkan kembali dari setiap rupiah yang dihabiskan buat iklan, ya!

Rumus ROAS:

ROAS = Pendapatan dari Iklan ÷ Biaya Iklan

Contoh praktisnya begini:

Misalnya kamu mengalokasikan Rp 1 juta untuk iklan digital, dan dari situ kamu menghasilkan penjualan sebesar Rp 4 juta. 

Maka, perhitungannya:

ROAS = Rp 4.000.000 ÷ Rp 1.000.000 = 4

Artinya, setiap Rp 1 yang kamu keluarkan buat iklan bisa menghasilkan Rp 4 dalam bentuk pendapatan. 

Semakin tinggi angka ROAS, berarti iklan kamu makin efisien dan menguntungkan!

Kenapa UMKM Perlu Tau ROAS?

Bukan cuma buat gaya-gayaan, tapi supaya kamu bisa ambil keputusan bisnis yang tepat.

Karena lewat ROAS, kamu bisa:

Evaluasi performa iklan
Kamu jadi tahu iklan mana yang benar-benar menghasilkan cuan, dan mana yang cuma menghabiskan anggaran.

Atur strategi promosi ke depan
ROAS bantu kamu menentukan arah kampanye selanjutnya: Apakah perlu ganti visual, target audiens, atau bahkan ubah channel iklannya?

Hemat budget iklan
Dengan menghitung ROAS, kamu bisa stop buang-buang uang di iklan yang gak efektif.

Pilih platform paling cuan
Dari Instagram, TikTok, sampai iklan di marketplace, semuanya bisa dibandingkan lewat metrik ROAS untuk lihat mana yang paling menguntungkan.

Jenis-Jenis ROAS Berdasarkan Platform

Gak semua platform iklan punya hasil ROAS yang sama, karena tiap platform punya keunggulan dan target audiens yang berbeda. 

Nah, biar iklanmu makin tepat sasaran, yuk kenali karakteristik ROAS dari masing-masing platform!

a. Google Ads
Cocok buat kamu yang jualan produk berbasis kata kunci. Misalnya, orang yang cari “sepatu lari murah” di Google, biasanya udah siap beli. Jadi, ROAS dari Google Ads bisa sangat tinggi kalau keyword-nya tepat.

b. Instagram & Facebook Ads (Meta Ads)
Pas banget buat bangun brand awareness dan ngejar orang yang udah pernah lihat iklanmu (retargeting). Cocok buat produk lifestyle atau yang butuh daya tarik visual.

c. TikTok Ads
Paling efektif buat target anak muda dan konten yang berpotensi viral. ROAS tinggi kalau kamu bisa mainkan storytelling dan tren dengan tepat.

d. Shopee & Tokopedia Ads
Langsung kelihatan hasilnya karena transaksi terjadi di platform yang sama. Jadi, ROAS di marketplace lebih mudah diukur langsung dari jumlah pembelian yang terjadi.

Contoh Kasus UMKM & ROAS-nya

Biar kamu makin paham gimana ROAS bekerja dalam dunia nyata, berikut ini dua contoh kasus dari pelaku UMKM yang sukses memaksimalkan anggaran iklannya:

1. Brand Skincare Lokal: Iklan TikTok yang Menghasilkan 7x Lipat

Sebuah brand skincare asal Bandung mencoba peruntungan lewat TikTok Ads. 

Mereka mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 juta untuk kampanye selama dua minggu.

Hasilnya penjualan melonjak hingga Rp 70 juta!

Dengan rumus ROAS (Pendapatan ÷ Biaya Iklan), maka:

ROAS = Rp70.000.000 ÷ Rp10.000.000 = 7

Artinya, setiap Rp 1 yang dikeluarkan untuk iklan memberikan Rp 7 kembali ke kantong mereka. 

Ini contoh jelas bagaimana iklan yang tepat sasaran bisa menghasilkan konversi yang tinggi dan menguntungkan secara signifikan.

2. Warung Kopi Online: Optimasi Konten = ROAS Naik

Berbeda lagi dengan usaha rumahan yang menjual cold brew coffee secara online. 

Mereka mulai dengan budget kecil, hanya Rp 500 ribu, untuk iklan di Instagram Ads.

Hasil awal? Penjualan sebesar Rp 1,5 juta dengan ROAS sebesar 3. Artinya, sudah untung, tapi belum maksimal.

Lalu, pemilik bisnis melakukan optimasi visual konten. Sesain feed diperbaiki, foto produk dibuat lebih menarik, dan copywriting diperkuat.

Di kampanye berikutnya, penjualan meningkat, dan ROAS-nya naik ke angka 4,5.

Cara Meningkatkan ROAS Buat UMKM

Kalau hasil ROAS-mu masih di bawah ekspektasi, jangan langsung stop iklan!

Bisa jadi kamu hanya perlu sedikit perbaikan di strategi. 

Yuk, simak beberapa cara yang bisa bantu tingkatkan efektivitas iklan digital kamu:

1. Target Audiens yang Tepat
Pastikan iklanmu muncul di hadapan orang yang benar-benar butuh produkmu. 

Misalnya, kalau kamu jual produk skincare pria, jangan sampai targetnya malah ibu-ibu rumah tangga. Makin relevan audiens, makin besar peluang konversi.

2. Perbaiki Konten Iklan: Visual & Teks Harus Menarik
Desain gambar dan video harus eye-catching, copywriting-nya harus persuasif, dan jangan lupa pakai Call to Action (CTA) yang jelas seperti “Beli Sekarang” atau “Cek Promo-nya!”.

Konten yang kuat = klik lebih banyak = penjualan naik.

3. Fokus ke Produk dengan Margin Tinggi
Prioritaskan iklan untuk produk yang punya keuntungan besar. 

Meskipun biaya iklan tinggi, kalau marginnya juga tinggi, kamu tetap bisa untung banyak dan ROAS-mu tetap sehat.

4. Gunakan Retargeting
Sasar ulang orang-orang yang sebelumnya sudah mengunjungi website-mu, klik produk, atau tinggal di keranjang. 

Orang-orang ini cenderung lebih siap beli. Retargeting bisa bantu naikin konversi tanpa tambah banyak biaya.

5. Atur Waktu Penayangan Iklan
Tayangkan iklan di jam-jam aktif targetmu. 

Biasanya, jam istirahat siang (sekitar pukul 12.00–13.00) atau malam hari (19.00–22.00) jadi waktu yang ramai orang buka media sosial. 

Waktu tayang yang pas bisa bantu iklan kamu lebih dilihat dan diklik.

Dengan menerapkan strategi di atas secara konsisten, ROAS UMKM kamu bisa naik dan anggaran iklan bisa digunakan lebih efisien. 

ROAS Ideal Buat UMKM

ROAS minimal yang sehat buat UMKM biasanya 3x, apalagi kalau margin tipis.

Tapi menurut data Wordstream (2024), rata-rata ROAS tiap industri itu beda-beda:

IndustriROAS Rata-rata
Retail & E-Commerce4 – 10
Travel3 – 5
Kesehatan & Kecantikan2 – 4
Pendidikan3 – 6

Baca Juga: Lookalike Audience Meta Ads: Cara Dapat Pembeli Lebih Cepat

Kesimpulan

ROAS adalah angka penting yang bantu kamu tahu iklanmu untung atau boncos.

Buat pelaku UMKM, ROAS bisa jadi panduan buat evaluasi strategi, atur anggaran, dan ambil keputusan lebih cerdas. 

Jadi, UMKM jangan cuma ngejar likes atau views, tapi kejar angka yang bikin untung! 

FAQ

1. Apa itu ROAS dan kenapa penting untuk UMKM?
A: ROAS (Return on Ad Spend) adalah metrik yang menunjukkan seberapa besar pendapatan yang kamu hasilkan dari setiap rupiah yang dihabiskan untuk iklan. Buat UMKM, ROAS penting untuk mengukur efektivitas iklan dan membantu mengalokasikan budget secara lebih cerdas.

2. Berapa ROAS yang dianggap bagus untuk UMKM?
A: Umumnya, ROAS minimal 3 kali lipat sudah dianggap sehat untuk UMKM, apalagi jika produk kamu punya margin keuntungan yang kecil. Semakin tinggi ROAS, semakin efisien iklan yang kamu jalankan.

3. Apa bedanya ROAS dengan ROI?
A: ROI (Return on Investment) mengukur keuntungan dari seluruh investasi bisnis (termasuk operasional, produksi, dll), sedangkan ROAS hanya fokus pada hasil dari biaya iklan saja. Jadi, ROAS adalah bagian spesifik dari ROI yang fokus ke marketing.

4. Bagaimana cara menghitung ROAS?
A: Gunakan rumus sederhana ROAS = Total Pendapatan dari Iklan ÷ Biaya Iklan
Contoh: Kalau kamu keluarin Rp1 juta buat iklan dan menghasilkan Rp5 juta penjualan, maka ROAS kamu adalah 5.

5. Apakah ROAS bisa langsung menunjukkan profit?
A: Belum tentu. ROAS hanya menunjukkan pendapatan kotor dari iklan. Untuk tahu profit sebenarnya, kamu perlu menghitung juga biaya produksi, operasional, dan lainnya. Tapi ROAS tetap jadi indikator awal yang penting.

6. Kapan ROAS tidak cukup untuk mengevaluasi iklan?
A: ROAS kurang ideal saat kamu menjalankan kampanye branding, promosi produk baru, atau mengincar pertumbuhan jangka panjang. Dalam kasus ini, metrik lain seperti CTR, Customer Lifetime Value (CLV), dan Cost per Acquisition (CPA) juga perlu dipertimbangkan.

Bagikan ke social media:

WhatsApp
Facebook
X
Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Daftar Isi