Notis Digital

5 Tren Story Telling Konten Auto Viral, Lengkap dengan Tipsnya

Noticed Your
Digital Marketing Online Ads Content Design Website Logo Design Landing Page Packaging Design Company Profile
Needs ⎯⎯⎯⎯

Bantu Usaha Anda Bersaing
dan Raih Untung di Dunia Online
5 Tren Story Telling Konten Auto Viral, Lengkap dengan Tipsnya
Daftar Isi

Story telling kini jadi kunci penting dalam menciptakan konten yang menarik di media sosial, ya!

Di TikTok dan Instagram, tren ini berkembang cepat karena audiens lebih suka cerita yang terasa dekat, natural, dan mudah dipahami. 

Bukan lagi soal visual estetik, tapi bagaimana narasi bisa bikin orang berhenti scroll dan penasaran mengikuti alurnya. 

Dari pengalaman personal, edukasi ringan, sampai campaign brand, semua bisa jadi lebih kuat kalau dibungkus dengan story telling. 

Nah, biar kamu gak ketinggalan, yuk kita bahas 5 tren konten story telling terbaru di TikTok dan Instagram yang bisa jadi inspirasi buatmu!

Apa Itu Story Telling dalam Konten?

Story telling adalah seni menyampaikan pesan melalui cerita. 

Dalam dunia digital, story telling bukan sekadar menulis kisah panjang, tetapi membangun narasi yang emosional, relatable, dan mudah diingat oleh audiens.

Bagi brand, story telling menjadi strategi penting untuk membangun ikatan emosional dengan konsumen, loh!

Bahkan penelitian Forbes mencatat bahwa 92% konsumen lebih menyukai iklan yang berbentuk cerita nyata dibanding sekadar promosi langsung.

Itulah sebabnya story telling kini dipakai di berbagai platform digital. Dari Instagram, TikTok, sampai X sebagai cara efektif membangun engagement.

Mengapa Story Telling Penting untuk Brand?

Cara bercerita alias story telling jadi senjata ampuh buat brand supaya lebih dekat sama audiensnya. Kok bisa? Karen story telling bisa:

  1. Meningkatkan kedekatan emosional
    Cerita bikin brand terasa lebih manusiawi. Audiens bisa merasakan emosi, perjuangan, atau nilai yang dibawa brand, bukan sekadar melihat produk atau layanan.
  2. Membangun brand awareness
    Pesan yang dikemas dalam cerita biasanya lebih gampang diingat. Audiens gak cuma ingat produknya, tapi juga kisah di baliknya.
  3. Mendorong interaksi & tindakan
    Cerita yang bagus bisa bikin audiens ikut tergerak. Mulai dari nge-follow akun, share konten, sampai akhirnya melakukan pembelian.
  4. Membedakan brand dari kompetitor
    Di tengah banyaknya produk yang mirip, cerita otentik bikin brand punya nilai unik. Ini yang bikin audiens lebih milih brandmu dibanding yang lain.

Gak heran ya kalau teknik story telling ini gak cuma buat brand baru, tapi jadi strategi brand besar juga.

5 Elemen Penting Story Telling

Kalau mau bikin konten story telling yang benar-benar “nempel” di hati audiens, gak cukup cuma asal bercerita.

Ada beberapa elemen penting yang perlu diperhatikan biar cerita yang kamu bawakan terasa hidup, relatable, dan bikin orang mau terus mengikuti. 

Nah, berikut lima elemen kunci story telling yang bisa jadi pegangan:

1. Karakter yang Kuat

Karakter jadi “wajah” dari cerita, bisa berupa pelanggan, figur brand, atau bahkan brand itu sendiri. 

Misalnya, kampanye Dove Real Beauty yang menampilkan wanita biasa sebagai tokoh utama. Justru karena terasa nyata, audiens lebih mudah merasa dekat.

2. Konflik dan Resolusi

Sebuah cerita butuh “bumbu” biar seru, dan itu datang dari konflik. 

Konflik inilah yang bikin audiens penasaran, sementara resolusi memberikan nilai atau pesan yang bisa diambil. 

Contohnya kampanye Always – Like A Girl yang menantang stereotip gender. Ada konflik (stereotip) lalu ditutup dengan resolusi (pesan empowerment).

3. Emosi yang Menyentuh

Fakta dan data itu penting, tapi emosi lebih punya kekuatan untuk mempengaruhi keputusan. 

Bahkan menurut Harvard Business Review, emosi jauh lebih berpengaruh dibanding logika.

Jadi, pastikan konten story telling mu bisa bikin audiens merasa terharu, termotivasi, atau terinspirasi.

4. Pesan yang Jelas

Tanpa pesan yang jelas, cerita akan terasa hambar. 

Brand besar seperti Nike selalu sukses karena mereka konsisten dengan pesan sederhana tapi kuat: Just Do It

Pesan itu muncul dalam hampir semua cerita perjuangan atlet yang mereka angkat, sehingga gampang diingat.

5. Struktur Narasi yang Baik

Sama seperti film atau novel, cerita yang menarik punya alur yang rapi: pengenalan, konflik, klimaks, hingga resolusi. 

Struktur ini bikin audiens betah mengikuti cerita dari awal sampai akhir. Kalau ceritanya acak-acakan, kemungkinan besar audiens langsung skip.

5 Jenis Story Telling yang Lagi Tren di TikTok & Instagram

Agar makin relevan dengan audiens, ini adalah tipe konten story telling yang sedang naik daun di media sosial dan bisa kamu coba:

  1. Mikrocerita

Cerita singkat yang dikemas dengan visual kuat. Konten ini cocok banget untuk Reels atau TikTok karena durasinya pendek, langsung to the point, dan gampang bikin orang berhenti scroll. 

Misalnya, kisah sehari-hari dalam 15 detik yang ditutup dengan punchline menarik.

  1. Konten Berseri

Jenis konten ini bikin audiens penasaran dan ingin tahu kelanjutan ceritanya. Contohnya, seri A Day in My Life atau konten “part 1, part 2” yang membuat penonton rela menunggu video selanjutnya. 

Strategi ini efektif untuk meningkatkan engagement jangka panjang.

  1. Cerita Interaktif

Melibatkan audiens lewat polling, kuis, atau opsi pilihan cerita. 

Dengan cara ini, penonton merasa ikut terlibat dalam alur cerita, bukan hanya sekadar menonton. Hasilnya, mereka jadi lebih engaged dan loyal dengan akun atau brandmu.

  1. Cerita Pengembangan Diri

Konten ini berfokus pada perjalanan pribadi menghadapi tantangan atau proses perubahan. 

Misalnya, cerita tentang transformasi gaya hidup, perjuangan diet, atau membangun bisnis. Jenis konten ini punya daya tarik tinggi karena menginspirasi sekaligus relatable.

  1. Cerita Inspiratif

Mengangkat nilai, misi sosial, atau kisah perjuangan yang menyentuh emosi audiens. Misalnya, campaign tentang kepedulian lingkungan, kisah pekerja keras, atau cerita motivasi sederhana. 

Konten ini bisa membangun koneksi emosional yang kuat dengan penonton, loh!

Tips Membuat Visual Storytelling yang Kuat

Visual adalah kunci utama dalam menarik perhatian audiens di TikTok dan Instagram. 

Story telling yang bagus akan semakin hidup jika didukung dengan visual yang tepat, ya!

Nah, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

  1. Pakai warna sesuai emosi

Warna punya kekuatan untuk membangun suasana. 

Misalnya, warna cerah cocok untuk menampilkan semangat dan keceriaan, warna pastel memberi kesan tenang, sedangkan warna gelap pas untuk cerita yang dramatis dan penuh makna.

  1. Gunakan font yang mudah dibaca dan konsisten dengan branding

Pilihan font bisa mempengaruhi persepsi audiens. Hindari font yang terlalu rumit, dan pastikan sesuai dengan identitas brand agar konten terlihat profesional dan konsisten.

  1. Pilih gambar autentik (hindari stok generik)

Visual yang terasa nyata akan lebih mudah menyentuh hati audiens. Gunakan foto atau video yang natural, bukan sekadar stok gambar yang sering terlihat di mana-mana, ya!

  1. Tambahkan animasi ringan & transisi halus di Reels/TikTok

Elemen animasi bisa membuat konten lebih hidup. Namun, jangan berlebihan, ya! Cukup gunakan transisi halus agar audiens tetap fokus pada inti cerita.

  1. Sisipkan headline singkat & menarik

Headline berfungsi sebagai hook. Dengan kalimat singkat dan powerful, audiens akan terdorong untuk menonton atau membaca cerita sampai akhir.

Kesimpulan

Story telling adalah strategi konten paling kuat di era media sosial. 

Dengan karakter yang relatable, konflik menarik, emosi, dan visual kuat, sebuah brand bisa lebih dari sekadar menjual produk, ya!

Tapi juga membangun ikatan emosional jangka panjang dengan audiensnya.

Mulailah dengan micro cerita, konten berseri, atau cerita inspiratif di TikTok & Instagram.

Bagikan ke social media:

WhatsApp
Facebook
X
Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Daftar Isi