Notis Digital

7+ Tips Memilih Nama Domain yang Tepat Buat Bisnis

Noticed Your
Digital Marketing Online Ads Content Design Website Logo Design Landing Page Packaging Design Company Profile
Needs ⎯⎯⎯⎯

Bantu Usaha Anda Bersaing
dan Raih Untung di Dunia Online
7+ Tips Memilih Nama Domain yang Tepat Buat Bisnis
Daftar Isi

Nama domain adalah identitas utama website kamu di internet. 

Domain bukan sekadar alamat, melainkan bagian penting dari branding, strategi pemasaran, hingga optimasi SEO. 

Dengan nama domain yang tepat, website akan lebih mudah ditemukan, diingat, dan dipercaya.

Namun, dengan jutaan domain yang sudah terdaftar, memilih nama yang pas bisa jadi tantangan tersendiri, ya!

Untuk membantu kamu, berikut panduan lengkap memilih domain terbaik.

Apa Itu Nama Domain?

Secara sederhana, domain adalah alamat unik yang digunakan untuk mengakses website di internet. 

Domain memudahkan pengguna mengunjungi situs tanpa harus mengingat deretan angka panjang (alamat IP).

Contohnya:

– Alamat IP: 172.67.170.123

– Domain: contohwebsite.com

Domain terdiri dari dua bagian utama:

1. Nama domain → bagian tengah yang kamu pilih, misalnya google atau hostinger.

2. TLD (Top-Level Domain) → ekstensi di belakang nama, seperti .com, .org, .id.
Fungsi domain bukan hanya sebagai alamat, tetapi juga sebagai identitas digital yang mewakili brand, bisnis, maupun personalmu di dunia online.

Tips Memilih Nama Domain yang Tepat

Berikut adalah 7+ tips praktis yang bisa kamu terapkan sebelum mendaftarkan nama domain:

1. Pilih TLD yang sesuai
TLD (Top-Level Domain) adalah ekstensi di belakang nama domain, seperti .com, .org, atau .co.id. 

Pemilihan TLD sangat penting karena mempengaruhi citra website. 

Misalnya, .com cocok untuk bisnis umum karena mudah diingat dan paling populer, .org sering digunakan organisasi non-profit, sedangkan .co.id pas untuk bisnis yang menargetkan pasar Indonesia.

2. Buat singkat dan mudah diingat
Semakin pendek nama domain, semakin mudah diingat dan diketik oleh pengguna. Idealnya maksimal 15 karakter. 

Hindari kata yang panjang atau terlalu rumit. Contoh: selerarasa.com lebih simpel dibanding blogmasakanlezatbanget.com.

3. Hindari angka, simbol, dan huruf dobel
Domain dengan angka, tanda hubung, atau huruf dobel sering membingungkan orang.

Misalnya my-shop123.com rawan salah ketik, berbeda dengan myshop.com yang lebih sederhana. 

Jika ingin membangun brand kuat, gunakan hanya huruf tanpa tambahan karakter, ya!

4. Pastikan tidak melanggar merek dagang
Jangan sembarangan memilih domain yang mirip dengan nama brand terkenal atau sudah terdaftar di database merek dagang. 

Hal ini bisa menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Cek dulu di database resmi seperti DJKI (Indonesia), WIPO, atau TESS (Amerika Serikat).

5. Sertakan kata kunci relevan
Domain dengan kata kunci relevan membantu orang memahami isi website sekaligus mendukung strategi SEO. 

Misalnya, domain exploretravel.com langsung menunjukkan niche wisata. Kata kunci juga meningkatkan peluang website Anda muncul di hasil pencarian Google.

6. Sesuaikan dengan brand
Domain idealnya selaras dengan identitas brand. Jika nama brandmu adalah “Berkah Jaya”, maka domain seperti berkahjaya.com akan lebih profesional. 

Kalau nama sudah terpakai, tambahkan kata lain yang masih relevan, misalnya berkahjayastore.com.

7. Cek nama di media sosial
Konsistensi sangat penting dalam branding. Pastikan nama domain juga tersedia di platform media sosial. 

Jika domainmu tokoselera.com, usahakan username media sosial juga tokoselera agar audiens lebih mudah mengenali. 

Gunakan tools seperti Namechk untuk mengecek ketersediaan nama di berbagai platform, ya!

8. Periksa riwayat domain
Kalau kamu membeli domain bekas, selalu cek riwayatnya. 

Domain yang pernah digunakan untuk spam, malware, atau konten terlarang bisa merugikan SEO dan citra brand. 

Gunakan tools seperti Wayback Machine atau DomainTools untuk memeriksa rekam jejak domain.

9. Pikirkan jangka panjang
Pilih nama domain yang masih relevan meski bisnismu berkembang di masa depan. 

Hindari nama yang terlalu spesifik lokasi, misalnya baksojakarta.com, karena bisa membatasi ekspansi ke kota lain. Juga jangan gunakan kata yang hanya tren sesaat.

10. Segera amankan domain incaran
Jangan menunda pembelian domain. Ada lebih dari 30 ribu domain baru didaftarkan setiap hari, loh!

Jika sudah menemukan nama yang sesuai, langsung beli agar tidak keduluan orang lain. 

Kalau memungkinkan, daftarkan domain untuk beberapa tahun sekaligus supaya lebih hemat dan aman.

Cara Memilih Registrar Domain

Setelah menemukan nama domain yang tepat, langkah berikutnya adalah memilih registrar yang aman dan terpercaya. 

Registrar adalah perusahaan tempat kamu membeli dan mendaftarkan domain. 

Jangan asal pilih, karena registrar yang salah bisa menyulitkan kamu dalam mengelola domain nantinya. 

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:

1. Terakreditasi ICANN
Pastikan registrar sudah terdaftar dan mendapat akreditasi resmi dari ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). 

Akreditasi ini menjamin registrar beroperasi sesuai standar internasional dan aman untuk kamu gunakan.

2. Menyediakan perlindungan privasi WHOIS
Data pribadi pemilik domain biasanya tercatat di database publik WHOIS. 

Dengan fitur perlindungan privasi WHOIS, informasi kamu (seperti alamat, email, nomor telepon) bisa disembunyikan sehingga lebih aman dari spam atau penyalahgunaan data.

3. Layanan pelanggan cepat tanggap
Registrar yang baik harus punya layanan pelanggan yang siap membantu kalau kamu mengalami kendala, misalnya domain tidak bisa diakses atau ada masalah saat perpanjangan. 

Pilih registrar dengan support 24/7 agar kamu lebih tenang.

4. Platform mudah digunakan
Pastikan registrar memiliki dashboard yang user-friendly. 

Dengan begitu, kamu bisa mengelola domain (DNS, email forwarding, pengaturan server) tanpa ribet.

5. Ada pilihan TLD yang beragam
Semakin banyak pilihan ekstensi domain (TLD), semakin fleksibel kamu dalam memilih nama yang sesuai. 

Registrar besar biasanya menyediakan ratusan opsi, mulai dari .com, .org, .id, hingga TLD unik seperti .online atau .store.

6. Mendukung transfer domain dan perpanjangan otomatis
Registrar terpercaya memberikan kemudahan jika suatu saat kamu ingin mentransfer domain ke penyedia lain. 

Selain itu, fitur perpanjangan otomatis juga penting supaya domain kamu tidak kadaluarsa tanpa sengaja.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Nama Domain

Meskipun terdengar sepele, banyak pemilik website pemula justru terjebak dalam beberapa kesalahan saat memilih nama domain. 

Padahal, kesalahan kecil ini bisa berdampak pada branding dan perkembangan website kamu di masa depan. 

Berikut kesalahan yang sebaiknya dihindari:

1. Memilih nama terlalu panjang atau sulit dieja
Domain yang panjang membuat pengunjung susah mengingat dan berpotensi salah ketik. Misalnya, jualpakaianmurahsekali123.com lebih sulit diingat dibanding pakaianmurah.com.

2. Mengikuti tren sesaat yang cepat usang
Nama domain yang terikat tren akan kehilangan relevansi ketika tren itu berakhir. Contohnya, menggunakan istilah gaul yang populer hanya sesaat bisa membuat domain tampak ketinggalan zaman dalam beberapa tahun.

3. Mengabaikan riset merek dagang
Tanpa riset merek dagang, kamu berisiko melanggar hak cipta atau berurusan dengan masalah hukum. Selalu cek database merek resmi sebelum mendaftarkan domain.

4. Menunda membeli domain hingga keburu diambil kompetitor
Setiap hari ada puluhan ribu domain baru yang didaftarkan. Jika kamu sudah menemukan nama yang cocok, jangan menunda. Bisa saja besok nama itu sudah dimiliki orang lain.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu bisa memastikan domain yang dipilih lebih efektif, aman, dan mampu mendukung pertumbuhan brand dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Dengan menerapkan tips yang sudah dibahas, kamu bisa mendapatkan nama domain yang mudah diingat oleh pengunjung, relevan dengan identitas brand yang ingin kamu bangun, serta mendukung strategi SEO agar lebih mudah ditemukan di mesin pencari. 

Selain itu, domain yang dipilih dengan tepat juga akan lebih aman dan efektif digunakan untuk jangka panjang, sehingga bisa terus mendukung perkembangan bisnis atau proyek online kamu di masa depan.

FAQ 

1. Apakah nama domain bisa diganti setelah didaftarkan?
Tidak bisa. Setelah domain aktif, kamu tidak bisa mengganti namanya. Jika ingin nama baru, kamu harus membeli domain lain.

2. Bisakah menggunakan karakter khusus atau spasi dalam domain?
Tidak bisa. Domain hanya menerima huruf, angka, dan tanda hubung. Itu pun tidak boleh diawali atau diakhiri dengan tanda hubung.

3. Apakah domain bekas berdampak pada SEO?
Tergantung riwayatnya. Jika domain sebelumnya punya reputasi baik, bisa membantu SEO. Tapi jika pernah digunakan untuk spam atau konten terlarang, justru bisa merugikan.

4. Berapa lama domain bisa digunakan setelah didaftarkan?
Domain biasanya didaftarkan untuk jangka waktu 1 tahun, dan bisa diperpanjang setiap tahun. Kamu juga bisa langsung mendaftarkan untuk beberapa tahun sekaligus agar lebih hemat.

5. Apa yang terjadi jika domain tidak diperpanjang?
Jika domain tidak diperpanjang, statusnya akan kadaluarsa. Setelah masa tenggang habis, domain bisa dilelang atau didaftarkan orang lain. Itu artinya kamu bisa kehilangan domain penting untuk brand kamu.

Bagikan ke social media:

WhatsApp
Facebook
X
Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Daftar Isi