Notis Digital

Contoh Landing Page Efektif yang Bisa Kamu Tiru untuk Bisnismu

Noticed Your
Digital Marketing Online Ads Content Design Website Logo Design Landing Page Packaging Design Company Profile
Needs ⎯⎯⎯⎯

Bantu Usaha Anda Bersaing
dan Raih Untung di Dunia Online
Daftar Isi

Banyak bisnis berpikir bahwa landing page hanya sekedar halaman untuk menjual produk. Padahal, kenyataannya jauh lebih strategis dari itu.

Landing page adalah titik pertama dimana audience memutuskan “apakah aku tertarik untuk lanjut?” atau justru menutup halaman dan pergi begitu saja.

sebuah landing page yang efektif bisa mengubah pengunjung bisa menjadi pelanggan tetap, jika di rancang dengan strategi yang tepat.

Bukan cuman soal tampilan yang menarik, tapi juga bagaimana setiap elemen di dalam mendorong satu aksi yang jelas: Klik tombol CTA.

Artikel ini, Notis akan menunjukkan contoh-contoh landing page efektif dari brand besar yang bisa kamu jadikan inspirasi. 

Dari desain yang minimalis hingga copywriting yang persuasif, kamu akan belajar bagaimana membuat landing page yang bukan hanya cantik, tapi juga menghasilkan konversi nyata untuk bisnismu.

Apa yang Membuat Landing Page Efektif?

Landing page yang efektif tidak lahir dari desain yang mewah, tetapi dari strategi komunikasi yang fokus pada satu tujuan utama: membuat pengunjung melakukan aksi yang diinginkan.

Berikut empat elemen penting yang selalu ada di landing page dengan tingkat konversi tinggi.

1. Tujuan tunggal yang jelas (fokus ke satu CTA)

Landing page hanya punya satu tujuan dan satu tombol utama. Entah itu “Daftar Sekarang”, “Coba Gratis”, atau “Beli Sekarang”, seluruh konten di halaman diarahkan untuk mendukung aksi itu.

Begitu pengunjung merasa diarahkan ke banyak hal sekaligus, fokus mereka hilang, dan peluang konversi pun turun.

2. Copywriting yang kuat dan persuasif

Copywriting harus menjawab pertanyaan paling penting dari calon pelanggan: “Apa untungnya buat saya?”

Gunakan bahasa yang sederhana, langsung, dan berorientasi pada manfaat. Hindari kalimat panjang atau teknis yang membuat pembaca kehilangan minat.

3. Desain sederhana tapi berfokus pada alur mata pengguna

Desain yang efektif membantu pengunjung menelusuri halaman tanpa berpikir keras. Gunakan kontras warna yang jelas untuk menonjolkan CTA, beri ruang putih yang cukup, dan arahkan elemen visual agar mata pembaca mengalir secara natural menuju tombol aksi.

Ingat, fungsi utama desain bukan hanya estetika, tapi juga mengarahkan perilaku pengguna.

4. Elemen pendukung seperti testimoni, visual produk, dan bukti sosial

Testimoni pelanggan, logo brand yang pernah bekerja sama, atau penghargaan yang dimiliki, semuanya menambah kredibilitas.

Orang cenderung membeli ketika mereka melihat bukti bahwa orang lain sudah puas sebelumnya.

5 Contoh Landing Page Efektif dan Alasannya

Melihat contoh nyata selalu jadi cara terbaik untuk belajar strategi yang berhasil.

Berikut lima brand besar yang sukses menciptakan landing page efektif, lengkap dengan alasan kenapa mereka berhasil, dan pelajaran yang bisa kamu tiru untuk bisnismu.

1. Landing page zalora

Landing page milik zalora tampil menarik sekaligus fungsional. Pada landing page ini secara cerdas menempatkan berbagai promosi yang kerap diluncurkan. Kamu bisa meniru gayanya.

Kalian bisa memasukkan berbagai promosi yang bertepatan dengan berbagai momen yang sedang berlangsung pada landing page.

Tampilkan beberapa foto contoh fashion milik kamu yang paling menarik sebagai latar belakang landing page tersebut.

2. Landing page Tiket.com

Contoh landing page berikutnya adalah landing page penjualan tiket online Tiket.com. Demi menguatkan kesan visual, tiket.com seringkali menggunakan komposisi warna biru kuning dengan lingkaran pada semua materi marketing online miliknya.

Penguatan branding melalui kesan visual ini juga dapat dipublikasikan pada bisnis tiket online milik kamu.

Pilih kombinasi warna yang pas, pasang materi tersebut pada bagian semua bahan promosi kamu termasuk gunakanlah sebagai bahan latar landing page.

3. Landing page Hijup

Landing page usaha hijab yang menarik adalah penempatan foto model cantik dengan menggunakan serta memegang hijab.

Gambar ini selain akan mampu menarik perhatian juga menjelaskan secara singkat layanan yang kamu tawarkan.

Untuk headline kamu bisa menggunakan jargon yang menjadi penggambaran bisnis hijab kamu. Pada bagian tombol CTA sediakan ragam tombol yang sesuai dengan deskripsi produk. 

4. Landing Page Mejuri

Berikut ini adalah contoh landing page penjualan perhiasan anak-anak dan dewasa. Untuk meningkatkan pemahaman calon konsumen akan wujud dari perhiasan yang kamu tawarkan maka letakkan gambar model yang mengenakan perhiasan tersebut.

penempatan gambar tersebut akan jauh lebih menarik karena calon konsumen akan dapat memiliki gambaran akan ukuran dan bentuk secara visual.

hal ini tentu lebih efektif daripada hanya meletakkan gambar perhiasannya saja dengan deskripsi ukurannya.

5. Landing Page FWD

Contoh landing page bagi penyedia layanan jasa asuransi harus memberi penekanan yang lebih pada bagian headline. Bagian ini merupakan satu bagian yang penting karena akan membawa dampak pada image dan trust pada calon konsumen.

Selain itu kamu dapat mencantumkan berbagai benefit dan kelebihan jika menggunakan jasa layanan ini.

Pastikan juga tercantum konsep pemahaman secara singkat akan penting menggunakan jasa asuransi.

Pelajaran yang Bisa Kamu Terapkan di Bisnismu

Dari berbagai contoh landing page sukses di atas, ada beberapa prinsip sederhana tapi berdampak besar yang bisa kamu terapkan langsung ke dalam situs bisnismu:

1. Gunakan headline yang menjawab kebutuhan pelanggan.

Headline adalah hal pertama yang dibaca pengunjung—pastikan ia langsung menjawab pertanyaan “apa untungnya buat saya?”.

Hindari kalimat generik, dan gunakan bahasa yang relevan dengan masalah atau keinginan audiensmu.

2. Pastikan CTA kamu jelas dan tidak membingungkan.

CTA (Call To Action) adalah tujuan utama landing page. Gunakan satu CTA yang kuat dan konsisten, misalnya “Daftar Sekarang”, “Coba Gratis”, atau “Konsultasi Bisnismu”.

Terlalu banyak tombol bisa membuat pengunjung bingung dan akhirnya tidak menekan apa pun.

3. Gunakan bukti sosial untuk membangun kepercayaan.

Testimoni, ulasan pengguna, atau logo brand yang pernah bekerja sama denganmu bisa meningkatkan kredibilitas. Orang lebih cenderung percaya jika mereka melihat orang lain sudah mendapatkan hasil positif dari produkmu.

4. Hindari elemen yang membuat pengunjung bingung.

Landing page yang efektif biasanya minim distraksi. Hapus navigasi yang tidak perlu, kurangi teks berlebihan, dan pastikan semua elemen visual mengarahkan perhatian ke CTA utama.

5. Uji desain dan copy secara berkala.

Tidak ada formula pasti untuk landing page yang sempurna. Lakukan A/B testing untuk melihat headline, warna tombol, atau struktur yang paling efektif menarik konversi.

Data akan membantumu memahami perilaku pengguna dan meningkatkan performa landing page secara berkelanjutan.

Bagikan ke social media:

WhatsApp
Facebook
X
Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Daftar Isi