Dalam dunia digital marketing, satu hal yang paling dicari para pemilik bisnis adalah konversi, apakah itu pembelian, pendaftaran, atau pengisian formulir.
Menariknya, banyak bisnis online kini beralih menggunakan landing page karena terbukti mampu menghasilkan conversion rate yang jauh lebih tinggi dibanding website biasa.
Kenapa bisa begitu?
Karena landing page dirancang dengan satu tujuan utama: mengarahkan pengunjung untuk melakukan aksi tertentu tanpa distraksi. Sementara website biasa berisi banyak menu, banyak informasi, dan sering membuat pengunjung “jalan-jalan” tanpa melakukan apa-apa.
Inilah alasan mengapa landing page menjadi pilihan favorit untuk iklan, campaign, dan penjualan cepat, ia bekerja lebih fokus, lebih terukur, dan lebih mudah mengarahkan pengunjung ke satu tindakan yang diinginkan.
Apa Itu Landing Page?
Landing page adalah sebuah halaman web yang dibuat khusus untuk satu tujuan utama, biasanya untuk mengarahkan pengunjung melakukan aksi tertentu, seperti membeli produk, mendaftar webinar, mengisi formulir, atau mengunduh e-book.
Berbeda dengan homepage atau website biasa yang berisi banyak menu, banyak halaman, dan banyak informasi, landing page justru sengaja dibuat sederhana dan fokus. Tidak ada distraksi, tidak ada tautan ke mana-mana, semua elemen diarahkan ke satu hal: konversi.
Kenapa Landing Page Lebih Mengonversi daripada Website Biasa?
Salah satu alasan kenapa banyak bisnis online memakai landing page adalah karena halaman ini jauh lebih fokus.
Kalau website biasa punya banyak menu seperti About, Blog, dan Produk, landing page hanya punya satu tujuan: membuat pengunjung melakukan aksi tertentu, entah itu beli, daftar, atau klik WhatsApp.
Landing page juga memiliki alur cerita yang lebih terarah. Pengunjung diarahkan dari pengenalan masalah, penawaran solusi, bukti sosial, sampai akhirnya diajak untuk mengambil tindakan. Tidak ada langkah yang sia-sia, semuanya diarahkan ke konversi.
Selain itu, landing page jauh lebih cepat dan ringan dibanding website biasa. Karena elemen visualnya lebih sederhana, halaman bisa terbuka dalam hitungan detik, ini penting untuk iklan, karena loading lambat membuat orang langsung pergi.
Isi landing page juga memang dibuat untuk menjual. Copywriting-nya lebih persuasif, desainnya mendukung fokus, dan penempatannya sudah diatur agar pengunjung tidak bingung.
Website biasa biasanya hanya bersifat informatif, sehingga tidak cukup kuat untuk mengajak orang melakukan aksi.
Dan yang paling menentukan: landing page minim distraksi. Tidak ada menu yang membuat orang “jalan-jalan”. Satu halaman, satu tujuan, satu CTA, itulah kenapa conversion rate-nya jauh lebih tinggi.
Contoh Website vs Landing Page: Mana yang Lebih Efektif?
Bayangkan kamu ingin beriklan untuk menjual satu produk saja, misalnya skincare atau kursus online. Ketika pengunjung masuk ke website biasa, mereka akan melihat banyak menu: Home, Tentang Kami, Blog, Produk Lain, dan sebagainya. Akhirnya mereka sibuk eksplorasi, bukan fokus membeli.
Hasilnya? Banyak traffic, tapi sedikit konversi.
Sekarang bandingkan dengan landing page. Begitu pengunjung masuk, mereka langsung melihat headline yang menjelaskan manfaat utama, bukti sosial, detail produk, dan tombol CTA yang jelas.
Tidak ada menu lain yang mengalihkan perhatian. Seluruh halaman didesain untuk membawa mereka ke satu tujuan: membeli atau mengisi formulir.
Website itu cocok untuk membangun brand dan memberikan informasi menyeluruh tentang bisnis. Tetapi untuk kampanye pemasaran yang butuh hasil cepat, seperti iklan Meta Ads, Google Ads, atau launching produk, landing page hampir selalu lebih unggul.
Dengan kata lain:
- Website = tempat orang mengenal bisnismu secara lengkap
- Landing page = tempat orang mengambil keputusan
Keduanya penting, tapi untuk urusan konversi dan penjualan cepat, landing page jelas lebih efektif.
Kapan Harus Menggunakan Landing Page?
Landing page bukan selalu menggantikan website, tapi ada momen tertentu ketika ia jauh lebih efektif. Kamu perlu menggunakan landing page ketika:
1. Sedang Menjalankan Iklan Berbayar
Meta Ads, Google Ads, TikTok Ads semuanya butuh halaman yang fokus. Kalau diarahkan ke website biasa, pengunjung bisa terdistraksi. Landing page membuat mereka langsung melihat penawaran utama.
2. Meluncurkan Produk Baru
Ideal ketika kamu ingin memperkenalkan 1 produk dengan penjelasan lengkap—fitur, manfaat, harga, dan CTA.
3. Mengumpulkan Leads
Seperti pendaftaran webinar, download e-book, atau form konsultasi. Landing page memaksa pengunjung fokus pada 1 tindakan: mengisi data.
4. Butuh Halaman Penjualan (Sales Page)
Untuk kursus, jasa, program membership, atau produk digital. Landing page memungkinkan kamu menjelaskan value secara runtut sampai orang membeli.
5. Membuat Kampanye atau Promo Khusus
Diskon terbatas, flash sale, bundling, semua lebih efektif dengan landing page karena pesan bisa dibuat lebih persuasif dan terarah.
6. Menguji Pesan Marketing (A/B Testing)
Landing page lebih cepat diuji versi copy, desain, atau CTA mana yang paling konversi.
Kesimpulan
Landing page bukan sekadar halaman promosi, ini adalah alat konversi yang dirancang untuk mengarahkan pengunjung pada satu tindakan spesifik.
Berbeda dengan website biasa yang punya banyak menu dan tujuan, landing page bekerja dengan fokus, struktur yang persuasif, dan pesan yang langsung menuntun pengguna untuk mengambil keputusan.
Karena itulah banyak bisnis online, UMKM, hingga brand besar mengandalkan landing page untuk iklan berbayar, peluncuran produk, atau kampanye khusus.
Dengan strategi yang tepat, landing page bisa meningkatkan penjualan, memperkuat branding, dan memaksimalkan setiap traffic yang kamu bayar.
Kalau kamu ingin memiliki landing page yang rapi, cepat, dan didesain khusus untuk convert, Notis siap bantu dari konsep sampai eksekusi.

