Membangun bisnis fotografi dari nol bukan perkara mudah. Kamu perlu riset peralatan yang tepat, membangun sistem operasional, membangun portofolio, sekaligus memikirkan strategi pemasaran, semua di saat yang bersamaan. Proses ini bisa memakan waktu bertahun-tahun sebelum bisnis benar-benar berjalan stabil.
Sistem franchise photobooth hadir sebagai jalur yang lebih terstruktur. Kamu tidak perlu memulai dari nol karena sistem, branding, dan dukungan teknisnya sudah tersedia. Yang perlu kamu lakukan adalah menjalankannya dengan serius.
Artikel ini akan membahas bisnis kemitraan photobooth, dari potensi pasarnya, tren terbaru, estimasi modal, hingga cara menetapkan harga yang kompetitif.
Peluang Franchise Photobooth dan Bisnis Franchise
Photobooth bukan sekadar hiburan tambahan di sebuah acara. Bagi banyak tamu undangan, booth foto adalah salah satu momen yang paling ditunggu. Ini yang membuat permintaan terhadap layanan photobooth konsisten tinggi di hampir semua jenis event, mulai dari pernikahan, wisuda, peluncuran produk, pameran dagang, hingga acara kantor tahunan.
Dari sisi bisnis, ini berarti target pasarmu sangat luas. Kamu tidak bergantung pada satu segmen saja. Ketika musim pernikahan sedang ramai, kamu bisa fokus di sana. Ketika ada festival atau acara korporat, kamu bisa mengisi slot itu. Fleksibilitas pasar inilah yang membuat bisnis photobooth relatif tahan terhadap fluktuasi permintaan.
Lalu kenapa memilih jalur franchise dibanding merintis sendiri? Perbedaan paling mendasarnya ada di kecepatan. Ketika kamu bergabung dengan sistem franchise photobooth yang sudah berjalan, kamu langsung mendapatkan SOP yang sudah teruji, branding yang sudah dikenal di pasar, serta dukungan teknis dari pusat jika ada kendala alat atau software. Kamu tidak perlu menghabiskan waktu dan uang untuk trial and error yang seharusnya bisa dihindari. Energimu bisa langsung difokuskan pada eksekusi dan pengembangan klien.
Dalam kerangka regulasi, bergabung dengan sistem waralaba yang terdaftar juga memberimu perlindungan hukum. Berdasarkan PP No. 35 Tahun 2024 tentang Waralaba, franchisor wajib memberikan dukungan berkesinambungan kepada mitra dan seluruh hak serta kewajiban harus tercantum secara jelas dalam perjanjian tertulis. Artinya, kamu punya pegangan hukum yang jelas sejak hari pertama.
Tren Photo Booth 360 dan Sewa Photobooth 360
Jika beberapa tahun lalu photobooth identik dengan kamera DSLR, backdrop kain, dan cetak foto strip, kini lanskap layanannya sudah berubah cukup signifikan. Salah satu inovasi yang paling banyak dicari saat ini adalah photo booth 360.
Konsepnya berbeda dari photobooth konvensional. Pada photo booth 360, kamera atau smartphone dipasang pada lengan yang berputar mengelilingi subjek foto, menghasilkan video slow-motion dramatis yang sangat populer di platform seperti Instagram Reels dan TikTok. Hasilnya bukan lagi selembar foto cetak, melainkan konten video siap unggah yang punya nilai hiburan tinggi.
Permintaan sewa photobooth 360 meningkat pesat karena para klien, terutama penyelenggara acara korporat dan pernikahan premium, mau membayar lebih untuk pengalaman yang lebih unik dan konten yang lebih menarik. Ini berpengaruh langsung pada harga jual layanan.
Tarif sewa photobooth 360 per sesi acara umumnya lebih tinggi dibanding photobooth konvensional, sehingga dengan jumlah booking yang sama, pendapatanmu bisa lebih besar.
Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan bergabung dengan franchise photobooth, pastikan sistem yang ditawarkan sudah mencakup atau setidaknya membuka opsi untuk layanan 360 ini. Tren ini bukan sedang naik, tapi sudah menjadi standar baru di industri event premium.
Perbandingan Photobooth Murah dan Studio Foto
Ada dua model bisnis yang sering dibandingkan ketika seseorang ingin masuk ke industri fotografi berbasis event: photobooth yang bersifat mobile dan studio foto konvensional yang berbasis lokasi tetap. Keduanya punya keunggulan masing-masing, tapi dari sisi fleksibilitas dan efisiensi biaya, photobooth punya beberapa keunggulan yang cukup signifikan.
Studio foto membutuhkan ruang fisik yang harus disewa setiap bulan, terlepas dari apakah ada klien yang datang atau tidak. Ada biaya listrik, dekorasi, dan perawatan studio yang terus berjalan bahkan di hari tanpa pekerjaan. Model bisnis ini cocok untuk segmen tertentu, tapi beban biaya tetapnya cukup besar untuk usaha yang baru mulai.
Photobooth, termasuk paket photobooth murah yang menyasar segmen event komunitas atau keluarga, bekerja dengan cara berbeda. Kamu mendatangi venue klien, bukan sebaliknya. Ini berarti tidak ada biaya sewa ruang bulanan. Kamu hanya mengeluarkan biaya operasional ketika ada pekerjaan, yaitu bahan habis pakai seperti kertas foto dan tinta, serta biaya transportasi ke lokasi.
Dari sisi penetrasi pasar, photobooth juga lebih mudah menjangkau berbagai kalangan. Paket photobooth murah bisa ditawarkan ke acara sekolah, arisan, atau pesta ulang tahun dengan budget terbatas. Sementara paket premium dengan photo booth 360 bisa menyasar pernikahan mewah atau acara perusahaan besar. Fleksibilitas segmen inilah yang membuat bisnis ini punya ruang gerak lebih luas dibanding studio foto konvensional.
Estimasi Modal Usaha Franchise Photobooth
Salah satu hal yang paling sering ditanyakan calon pebisnis adalah: berapa modal yang dibutuhkan? Meski angka pastinya berbeda-beda tergantung brand franchise yang kamu pilih, ada gambaran umum alokasi dana yang bisa kamu jadikan patokan awal.
Komponen terbesar biasanya adalah peralatan, yang mencakup kamera mirrorless atau DSLR berkualitas, sistem lighting portabel, printer foto sublimasi atau dye-sublimation yang menghasilkan cetak cepat dan tahan lama, serta backdrop dan properti pendukung. Untuk paket lengkap termasuk peralatan photo booth 360, alokasi ini bisa berkisar antara Rp30 juta hingga Rp80 juta tergantung spesifikasi.
Di luar peralatan, ada franchise fee yang dibayarkan ke franchisor sebagai biaya masuk ke sistem kemitraan. Besarannya sangat bervariasi tergantung brand dan paket yang dipilih. Ada yang mematok Rp10 juta, ada yang sampai Rp50 juta, dengan perbedaan pada fasilitas, wilayah eksklusif, dan durasi kontrak kemitraan.
Komponen lain yang perlu diperhitungkan adalah software manajemen booth dan cetak foto, biaya pelatihan awal, serta modal kerja untuk tiga bulan pertama operasional sebagai penyangga sebelum arus kas mulai stabil.
Yang membuat bisnis ini menarik dari sisi finansial adalah potensi Return on Investment (ROI) yang relatif cepat. Dengan harga sewa per acara mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp5 juta atau lebih untuk paket premium, modal awal bisa kembali dalam hitungan beberapa bulan jika booking konsisten.
Strategi Harga Foto Studio dan Bisnis Kemitraan
Menentukan harga adalah salah satu keputusan paling kritis dalam bisnis photobooth. Terlalu murah dan kamu tidak balik modal. Terlalu mahal tanpa diferensiasi yang jelas dan klien akan beralih ke kompetitor. Berikut pendekatan yang bisa kamu gunakan.
Untuk layanan event, struktur harga umumnya dibagi berdasarkan durasi sewa dan jenis layanan. Paket dasar bisa mencakup sewa dua jam dengan cetak fisik tanpa batas dan satu operator, sementara paket premium menambahkan layanan photo booth 360, digital sharing instan ke WhatsApp atau email tamu, serta opsi custom frame dan backdrop. Kamu bisa menetapkan harga sesuai standar pasar lokal kamu, lalu menambahkan nilai lebih yang membuat paketmu terasa sepadan.
Jika kamu juga ingin menarik mitra baru ke dalam sistem kemitraan yang kamu bangun, pendekatan harganya berbeda lagi. Calon mitra membeli masuk ke sistem kamu, bukan membeli jasa foto. Mereka mengevaluasi seberapa jelas sistemnya, seberapa besar potensi pendapatannya, dan seberapa nyata dukungan yang akan mereka dapat. Transparansi angka, proyeksi ROI yang realistis, dan portofolio mitra yang sudah berhasil adalah alat penjualan paling efektif untuk menarik investor baru ke sistem kemitraanmu.
Dari sisi regulasi, jika kamu mulai menjual paket kemitraan kepada orang lain, pastikan sistem kamu sudah memenuhi ketentuan PP No. 35 Tahun 2024. Salah satu kewajibanmu sebagai franchisor adalah menyusun dan menyerahkan Prospektus Penawaran Waralaba kepada calon mitra, setidaknya dua minggu sebelum penandatanganan perjanjian.
Dokumen ini berisi informasi lengkap tentang bisnis, laporan keuangan, dan hak serta kewajiban kedua pihak. Ini bukan formalitas semata, melainkan bentuk perlindungan bagi kamu dan calon mitramu.
Kesimpulan
Bisnis franchise photobooth punya fondasi yang kuat: permintaan pasar yang stabil dari industri event, fleksibilitas operasional yang lebih efisien dibanding studio konvensional, dan tren layanan seperti photo booth 360 yang terus mendorong nilai jual ke atas.
Bergabung dengan sistem franchise yang sudah terbukti adalah cara paling efisien untuk memulai, karena kamu langsung bisa fokus pada pelayanan dan pengembangan klien tanpa harus membangun sistem dari awal.
Jika kamu bingung mencari franchise photobox yang memenuhi semua kriteria tersebut, CurahManis.id bisa menjadi opsi yang layak kamu pertimbangkan.
Tantangan terbesarnya justru ada di sisi lain: jika kamu sudah berkembang dan ingin mulai menjual sistem kemitraanmu kepada orang lain, kamu perlu meyakinkan calon mitra bahwa investasi mereka aman dan potensinya nyata.

