Notis Digital

Buyer Persona : Arti, Tujuan, Cara Membuat

Salah satu langkah yang gak boleh kamu lewatin dalam bisnis adalah pembuatan buyer persona, ini berguna buat kamu ngenalin calon customer dengan lebih baik. Karakteristik pembeli ini bisa merepresentasikan tiap segmen dari target pasar bisnismu, loh. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan buyer persona, tujuan dan cara membuatnya, simak pembahasan di bawah ini ya!

Pengertian

Buyer Persona adalah karakter yang muncul dalam pikiran pebisnis, ketika membayangkan pembeli ideal produk yang dijual. Atau bisa dibilang sebuah representasi dari customer ideal dari bisnismu. Adanya hal ini dapat membantu bisnismu untuk memahami target audiens dengan lebih mendalam. Selain itu juga dapat akan memudahkan dalam proses penyusunan konten, pembuatan strategi marketing, pengembangan produk, dan lain sebagainya.

Tapi, kalo dipikirkan kembali apakah buyer persona muncul begitu saja dalam pikiran atau imajinasimu sebagai pelaku usaha? Jawabannya adalah tidak, karena untuk menciptakan karakteristik pembeli kamu membutuhkan data hasil riset pasar, interview, survey, dan sebagainya. Kamu bisa captain 1, 2 bahkan 20 persona bergantung pada skala bisnis yang kamu bangun.

Tujuan Buyer Persona

Adapun fungsi buyer persona pada bisnismu adalah sebagai berikut:

  • Bantu memahami target pasar.
  • Memudahkan penyusunan strategi marketing.
  • Memberi insight untuk menciptakan strategi bisnis yang efektif.
  • Mendorong pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan customer.
  • Membangun hubungan baik dengan pelanggan untuk jangka panjang.

Manfaat Buyer Persona

Di samping tujuan, terdapat juga beberapa manfaat karakteristik pembeli bagi sebuah bisnis. Adapun manfaat dari karakteristik pembeli adalah sebagai berikut:

  • Mengetahui pain points customer secara menyeluruh
  • Memahami kebutuhan customer potensial
  • Mendapatkan target audiens yang lebih tersegmentasi
  • Bisa mengidentifikasi persona negatif
Baca juga  Pemanfaatan Keyword dalam Digital Marketing

Cara Membuat Buyer Persona

Buyer persona gak bisa dibuat sembarangan, harus ada riset dan perhitungan yang dilakukan dengan tepat, hal ini dikarenakan bisa memberikan pengaruh pada proses promosi hingga hubungan dengan customer. Lalu, bagaimana cara membuat buyer persona? Adapun tahapannya adalah sebagai berikut:

  • Riset Calon Customer

Langkah awal dalam pembuatan buyer persona adalah melakukan riset. Riset ini dilakukan dengan melihat karakteristik seperti apa yang membeli produkmu. Ini juga bisa dilakukan dengan pengisian formulir online yang berisi identitas, jenis kelamin, hobi, kebiasaan dan lain sebagainya. Data ini menjadi pertimbangan untuk menetukan karakteristik pembeli. Setelah mengetahui hal-hal tentang customer, kamu bisa analisis rencana produk dan dikembangkan untuk menjangkau customer di masa mendatang.

  • Lakukan Segmentasi Pasar

Kalo udah punya data dasar tentang customer, langkah selanjutnya yakni melakukan segmentasi pasar. Segmentasi dimulai dari memilah customer dan customer potensial, dari sini nantinya akan terkumpul calon customer dengan preferensi serupa. Proses ini dilakukan dengan melakukan relevansi customer dengan produk yang akan dikembangkan nantinya. Hal ini bisa membantu perusahaan untuk memfokuskan produksi sesuai dengankarakteristik yang udah terbentuk.

  • Menuliskan Nama dan Pengisahan

Langkah selanjutnya adalah mencatat penamaan dan pengisahan buat tiap persona yang udah dikelompokkan. Penamaan dapat diambil dari pengelompokan berdasarkan usia, jenis pekerjaan, tempat tinggal, tujuan karier, dll. Proses ini berfungsi untuk mempermudah mendapat gambaran lengkap dari karakteristik pembeli. Kemudahan ini bisa digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk tiap tim, baik operasional hingga marketing.

  • Implementasi

Kalo semua langkah udah dijalankan, maka langkah terakhir adalah implementasi. Pada implementasi ini dilakukan dengan pemanfaatan karakteristik pembeli untuk penyesuaian produk dan strategi marketing baik secara iklan fisik maupun marketing secara digital. Buyer persona lebih fleksibel dalam menunjang promosi berbasis digital, karena pengusaha bisa lebih mudah mendapat data customer potensial lewat media sosial maupun review produk tertentu.

Baca juga  Wordpress Vs Blogspot: Mana Yang Lebih Baik?

kesimpulan

Membangun buyer persona memang membutuhkan waktu yang lama. Namun, dengan adanya hal ini dapat membantu segala bidang dalam usahamu untuk dapat menatik audiens potensial yang lebih tertarget. Mengetahui siapa pembelimu dan bagaimana caramu memasarkan produk sangat penting buat bangun bisnismu berkelanjutan.

Baca Juga :

Bagikan ke social media:
WhatsApp
Facebook
X