Voice dan Tone adalah dua elemen penting dalam komunikasi merek yang sering kali diabaikan, ya!
Padahal keduanya memiliki pengaruh besar dalam menciptakan identitas yang kuat di media sosial.
Menentukan Voice dan Tone yang konsisten tidak hanya membantu merek kamu dikenali, tetapi juga bangun hubungan yang lebih erat dengan audiens.
Tapi, bagaimana cara menemukan Voice dan Tone yang tepat untuk bisnis jasa kamu?
Lalu bagaimana memastikan konsistensinya di berbagai platform media sosial?
Pada artikel ini, kita akan membahas cara praktis dalam menentukan Voice dan Tone yang tepat.
Apa Itu Voice and Tone dalam Branding Jasa?
Sebelum kita masuk ke pembahasan lebih dalam, mari kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan Voice dan Tone dalam Branding:
– Voice (Suara)
Voice mencerminkan nilai-nilai, misi, dan gaya komunikasi merek kamu secara keseluruhan.
Misalnya, apakah Arand kamu lebih formal, ramah, ceria, atau tegas?
– Tone (Nada)
Tone adalah cara atau mood yang digunakan dalam komunikasi yang lebih spesifik, dan bisa berubah-ubah tergantung pada konteks atau situasi.
Jadi, jika Voice adalah identitas merek kamu, Tone adalah bagaimana suara itu diterjemahkan dalam berbagai interaksi dengan audiens.
Misalnya, Tone bisa lebih serius di saat krisis dan lebih santai saat berbagi tips atau edukasi.
Cara Menemukan Voice untuk Bisnis Jasa
Mencari suara merek yang tepat bukanlah tugas yang mudah, tapi sangat penting agar komunikasi kamu konsisten dan efektif.
Berikut beberapa langkah yang bisa membantu kamu menemukan suara merek yang tepat:
1. Pahami Nilai dan Misi Bisnis
Suara merek harus mencerminkan nilai-nilai dan misi bisnis jasa kamu.
Cobalah untuk mendalami apa yang ingin kamu sampaikan kepada audiens, ya!
Apakah kamu berfokus pada pelayanan yang cepat dan efisien?
Atau kamu lebih menekankan kualitas dan kepuasan pelanggan?
Jika tahu apa yang ingin dicapai, suara merek kamu bisa lebih mudah ditentukan.
Misalnya, jika bisnis jasa berfokus pada layanan Customer Service yang ramah dan profesional.
Maka suara merek kamu harus mencerminkan kesan tersebut dengan komunikasi yang penuh perhatian, peduli, dan terpercaya.
2. Kenali Audiens Kamu
Suara merek juga sangat dipengaruhi oleh audiens yang kamu tuju.
Apakah kamu berkomunikasi dengan audiens yang lebih muda atau lebih tua?
Apakah audiens kamu lebih cenderung mencari informasi atau hiburan?
Masing-masing kelompok ini memerlukan pendekatan yang berbeda dalam hal Tone dan cara berbicara.
Untuk bisnis jasa yang menargetkan generasi muda, kamu mungkin ingin menggunakan bahasa yang lebih santai dan akrab.
Sementara jika audiens lebih tua atau lebih profesional, suara merek kamu mungkin perlu terdengar lebih serius dan formal.
3. Sesuaikan dengan Karakter Bisnis Kamu
Voice merek kamu harus sesuai dengan karakter bisnis jasa yang dijalankan.
Jika bisnis menyediakan layanan medis atau hukum, suara merek kamu harus mencerminkan keahlian dan kredibilitas.
Jika bisnis bergerak di bidang kecantikan atau perawatan, kamu bisa menggunakan suara yang lebih hangat.
4. Pilih Persona yang Mewakili Merek
Salah satu cara untuk menemukan suara merek adalah dengan membayangkan bahwa merek kamu adalah seorang individu.
Seperti apa orang ini? Bagaimana mereka berbicara? Apakah mereka serius atau lebih santai?
Dengan cara ini, kamu bisa lebih mudah menentukan Tone dan gaya komunikasi yang sesuai dengan merek.
Contoh Penggunaan Tone di Media Sosial
Setelah menemukan Voice yang tepat, kamu juga perlu memastikan Tone yang digunakan konsisten di seluruh platform media sosial.
Setiap platform memiliki audiens dan cara berinteraksi yang berbeda, tapi Tone kamu harus tetap mencerminkan karakter merek secara keseluruhan.
Berikut adalah contoh bagaimana Tone bisa bervariasi di beberapa platform media sosial:
1. Instagram: Tone yang Ceria dan Visual
Jika kamu menjalankan bisnis jasa kecantikan, kamu bisa menggunakan Tone yang ramah dan menyenangkan.
Selain itu, bisa juga menggunakan gambar dan video yang menarik untuk menunjukkan kualitas layanan kamu.
Contoh:
– Voice : Ramah, percaya diri, dan penuh perhatian.
– Tone : Ceria, inspiratif, dan optimis.
– Postingan : “Tidak sabar untuk melihat bagaimana perawatan kulit kami bisa membuat kulitmu bersinar! Hubungi kami sekarang dan dapatkan promo spesial minggu ini!”
2. LinkedIn: Tone yang Profesional dan Informatif
Di LinkedIn, audiens umumnya mencari konten yang lebih profesional dan edukatif.
Di sini, Tone kamu bisa lebih serius dan berbasis informasi, dengan fokus pada keahlian dan kepercayaan.
Jika kamu menjalankan bisnis jasa konsultan, misalnya, kamu akan lebih menekankan kredibilitas dan pengalaman.
Contoh:
– Voice : Profesional, tegas, dan ahli.
– Tone : Serius, informatif, dan terpercaya.
– Postingan : “Sebagai konsultan bisnis yang berpengalaman, kami memahami tantangan yang dihadapi perusahaan saat bertransformasi digital. Ingin tahu lebih lanjut? Hubungi kami untuk konsultasi gratis.”
3. Facebook: Tone yang Fleksibel dan Engaging
Facebook adalah platform yang memungkinkan kamu untuk berbicara dengan audiens pakai cara yang lebih fleksibel.
Kamu bisa bergaya santai dan berbicara dengan audiens dalam bahasa yang lebih ringan, namun tetap menjaga profesionalisme.
Pada platform ini, kamu juga bisa membagikan artikel atau tips yang relevan dengan audiens..
Contoh:
– Voice : Ramah, membantu, dan informatif.
– Tone : Santai, berbicara langsung, dan engaging.
– Postingan : “Kami tahu mencari layanan yang tepat untuk [nama layanan] bisa membuat bingung. Tenang, kami siap membantu! Simak tips-tips dari kami agar kamu bisa memilih yang terbaik.”
Pengaruh Voice and Tone Terhadap Persepsi Audiens
Voice and Tone yang konsisten akan bantu membangun kepercayaan dan membuat audiens merasa lebih terhubung dengan brand kamu.
Berikut beberapa cara Tone dapat memengaruhi persepsi audiens:
1. Meningkatkan Kepercayaan
Tone yang konsisten menunjukkan bahwa merek kamu dapat dikamulkan dan profesional.
Misalnya, jika Tone kamu serius dan penuh perhatian di LinkedIn, audiens akan lebih percaya pada keahlianmu dalam bidang tersebut.
2. Menciptakan Koneksi Emosional
Jika Tone yang digunakan lebih personal dan ramah, audiens akan merasa lebih dekat dengan merek kamu.
Ini penting terutama untuk bisnis jasa yang berfokus pada hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
3. Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Audiens yang merasa nyaman dengan Tone yang kamu gunakan lebih cenderung untuk mengambil tindakan.
Seperti melakukan pembelian atau menghubungi kamu untuk layanan lebih lanjut.
4. Meningkatkan Engagement
Tone yang tepat juga bisa mendorong lebih banyak interaksi di media sosial.
Postingan yang mengundang komentar, Like, dan Share akan lebih sering muncul jika audiens merasa Tone-nya relevan dan menyenangkan.
Kesimpulan
Menentukan Voice dan Tone yang konsisten di media sosial sangat penting bagi Branding jasa.
Suara merek yang tepat akan membangun identitas yang jelas, sementara Tone yang sesuai dengan audiens dan platform akan memperkuat komunikasi dan hubungan dengan pelanggan.
Dengan menemukan dan menerapkan Voice dan Tone yang tepat, bisnis jasa kamu bisa lebih mudah diterima dan diingat oleh audiens.

