Ada dua pendekatan utama yang sering digunakan untuk menarik perhatian audiens dalam digital marketing, yaitu content marketing dan content ads.
Meskipun keduanya punya tujuan serupa, yaitu menjangkau audiens, tapi cara kerja, strategi, dan dampaknya sangat berbeda.
Makanya, masih ada aja orang yang bingung kapan harus pakai content marketing dan content ads.
Nah, artikel ini akan membahas secara detail perbedaan utama keduanya, sampai contoh nyata yang bisa membantu kamu menentukan strateginya.
Apa Itu Content Marketing?
Content marketing itu strategi jangka panjang buat membangun hubungan dengan audiens lewat konten yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat.
Bukan cuma jualan, tapi lebih ke bikin orang sadar sama brand kamu dan merasa terhubung dengan nilai yang dibawa.
Dengan pendekatan ini, audiens bisa lebih percaya dan loyal tanpa merasa dipaksa beli.
Tujuan Utamanya
Kalau mau tau tujuan utama content marketing ini sebenarnya apa, sih? Kamu bisa simak di bawah ini:
- Meningkatkan Awareness – Konten yang relevan dan menarik akan membantu audiens lebih mengenal brand kamu.
Semakin sering mereka melihat dan mengonsumsi konten yang kamu buat, semakin besar kemungkinan mereka mengingat dan memahami produk atau layanan yang kamu tawarkan.
- Membangun Loyalitas – Konsistensi dalam menyajikan konten berkualitas membuat audiens semakin percaya dengan brandmu.
Ketika mereka terus mendapatkan informasi yang bermanfaat dan relevan, rasa keterikatan akan makin kuat.
- Memberikan Value Added – Konten yang bermanfaat tidak hanya menarik perhatian, tapi juga membantu audiens menyelesaikan masalah mereka.
Saat kamu menawarkan solusi lewat artikel, video, atau infografis yang informatif, audiens akan melihat brandmu sebagai sumber terpercaya.
Dengan ini, kamu bisa meningkatkan kredibilitas, memperkuat brand positioning, dan bisa mendorong mereka untuk merekomendasikan produk ke orang lain.
Contoh Kontennya
Kita akan kasih tau contoh content marketing yang pasti kamu tau. Pertama adalah artikel.
Artikel blog bisa jadi pilihan buat ngasih panduan cara pakai produk biar audiens lebih paham dan tertarik buat coba.
Selain itu, video edukasi juga bisa dimanfaatin buat tutorial atau kasih wawasan menarik, biar kontennya lebih interaktif dan gampang dipahami.
Terus ada lagi konten infografis yang bisa bantu nyajiin data atau info penting dengan tampilan visual yang lebih menarik dan gampang dicerna.
Gak cuma itu, ada juga tips & trik juga bisa jadi konten ringan yang kasih solusi praktis buat bantuin audiens ngatasin masalah sehari-hari.
Apa Itu Content Ads?
Berbeda dengan content marketing, content ads adalah strategi pemasaran jangka pendek yang berfokus pada hasil instan aja, ya!
Misalnya kayak meningkatkan penjualan, mendapatkan leads, atau mengarahkan traffic ke website.
Content ads ini sering digunakan dalam iklan berbayar di platform seperti Google Ads, Facebook Ads, dan Instagram Ads untuk menjangkau target audiens yang lebih luas dengan cepat.
Tujuan Utamanya
Berikut adalah tiga tujuan utama content ads yang perlu kamu pahami agar strategi pemasaranmu lebih efektif:
- Meningkatkan Penjualan
Dengan pendekatan ini, kamu bisa menampilkan keunggulan produk atau layananmu secara jelas dan menarik.
Misalnya, menonjolkan diskon besar, promo bundling, atau limited offer yang menciptakan rasa urgensi.
- Dapat Leads Berkualitas
Selain penjualan langsung, content ads juga digunakan untuk mengumpulkan data pelanggan potensial (leads).
Leads ini nantinya bisa diolah lebih lanjut melalui email marketing, retargeting ads, atau pendekatan lainnya yang bikin mereka jadi pelanggan setia.
Contoh strateginya itu menawarkan e-book gratis, webinar, atau akses eksklusif dengan syarat pengisian data seperti email dan nomor telepon.
- Call-to-Action (CTA) yang Kuat
Tanpa CTA yang jelas dan menarik, audiens mungkin cuma melihat iklan tanpa mengambil tindakan apa pun.
Nah, CTA seperti “Beli Sekarang”, “Coba Gratis”, atau “Dapatkan Penawaran Spesial” bisa meningkatkan tingkat konversi, loh!
Contoh Kontennya
Di bawah ini adalah beberapa jenis content ads yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan konversi:
1. Iklan Banner
Iklan ini sering muncul di website atau aplikasi dalam bentuk gambar dengan pesan promosi yang jelas.
Biasanya digunakan untuk menampilkan diskon besar, penawaran spesial, atau produk unggulan.
2. Iklan Sosial Media
Salah satu strategi yang paling efektif itu ya iklan berbayar di media sosial seperti Instagram, Facebook, atau TikTok.
Penawaran ini bisa menciptakan rasa urgensi sehingga audiens lebih terdorong untuk beli.
3. Google Ads
Google Ads memungkinkan bisnis menjangkau pelanggan potensial berdasarkan kata kunci yang mereka cari.
Misalnya, kalau seseorang mencari “arsitek jakarta”, iklan jasa dari bisnismu bisa muncul di bagian atas hasil pencarian.
Cara ini adalah strategi efektif untuk ‘menangkap’ audiens yang memang sudah memiliki niat membeli produk.
Perbedaan Content Marketing dan Content Ads
Biar makin gampang ngebedainnya, kita coba sajikan ke dalam tabel di bawah ini, ya!
Jadi, Kapan Harus Pakai Content Marketing dan Content Ads?
Jawabannya adalah tergantung pada tujuan bisnis kamu.
Kita coba bedah singkat situasinya:
1. Fokus pada Awareness dan Loyalitas
Kalau tujuan utamamu adalah bangun hubungan yang kuat dengan audiens dan bikin brand lebih dikenal, content marketing adalah strategi yang pas.
Dengan pendekatan ini, kamu gak langsung jualan, tapi lebih fokus memberikan informasi bermanfaat yang bikin audiens tertarik dan percaya sama brandmu.
Misalnya, kalau kamu punya bisnis di industri kecantikan, kamu bisa rutin membuat artikel blog yang membahas tips perawatan kulit.
Konten seperti ini bukan cuma menarik, tapi juga bikin audiens merasa brand kamu benar-benar paham kebutuhan mereka.
Jadi, kalau kamu ingin dikenal sebagai brand yang punya kredibilitas tinggi dan dekat dengan audiens, content marketing adalah pilihan yang wajib kamu pertimbangkan!
2. Fokus Kamu pada Konversi Cepat
Kalau tujuan kamu adalah mendapatkan hasil cepat, content ads adalah strategi yang paling efektif.
Dengan iklan berbayar, kamu bisa langsung menjangkau audiens yang tepat dan mendorong mereka untuk segera mengambil tindakan.
Misal, punya toko online dan ingin meningkatkan penjualan dalam waktu singkat, kamu bisa menjalankan iklan di media sosial dengan pesan seperti:
🔥 “Flash Sale – Diskon 70% Hari Ini! Stok Terbatas, Jangan Ketinggalan!” 🔥
Iklan seperti ini langsung kasih dorongan ke audiens buat segera bertindak.
Baca Juga: 7 Perbedaan Sales Page Dan Landing Page: Fungsi & Strategi
Kesimpulan
Jadi, kalau mau efek marketing yang tahan lama, content marketing cocok banget buat membangun kepercayaan dan loyalitas audiens.
Dengan konten yang bermanfaat, brand kamu bisa lebih dikenal dan diingat dalam jangka panjang.
Tapi kalau butuh hasil cepat, seperti meningkatkan penjualan atau dapetin leads, content ads adalah pilihan yang lebih efektif karena langsung ngajak audiens buat action.
Paling ideal sih kalau kamu bisa pakai keduanya. Content marketing bikin audiens lebih dekat dan percaya sama brand kamu, sementara content ads bantu dapetin hasil instan.
Dengan strategi yang seimbang, bisnis kamu bisa tumbuh stabil sekaligus dapat impact yang cepat!

