Notis Digital

8 Kesalahan Landing Page yang Bikin Orang Tidak Jadi Beli

Noticed Your
Digital Marketing Online Ads Content Design Website Logo Design Landing Page Packaging Design Company Profile
Needs ⎯⎯⎯⎯

Bantu Usaha Anda Bersaing
dan Raih Untung di Dunia Online
Daftar Isi

Kamu mungkin pernah mengalami ini: sudah pasang iklan, audiens sudah tepat, klik sudah banyak, tapi yang beli cuma segelintir. Padahal harusnya landing page bisa bantu closing lebih cepat, kan?

Tenang, kamu tidak sendirian.

Banyak bisnis mengalami hal yang sama, dan penyebabnya sering bukan pada iklan atau produknya, tapi landing page-nya sendiri.

Faktanya, landing page dibuat untuk satu tujuan: mengonversi pengunjung menjadi pembeli.
Namun kenyataannya, banyak brand justru kehilangan calon pelanggan karena beberapa kesalahan kecil yang tampak sepele, tapi dampaknya besar banget ke conversion rate.

Sebelum kamu optimasi lagi atau naikkan biaya iklan, ada baiknya kita bahas dulu:
kesalahan apa saja sih yang diam-diam bikin orang batal beli?

Kesalahan 1 – CTA Tidak Jelas atau Terlalu Banyak

CTA (Call to Action) adalah tombol atau ajakan utama yang menentukan ke arah mana pengunjung harus melangkah. Tapi banyak landing page gagal karena CTAnya:

  • terlalu kecil,
  • tidak menonjol,
  • bahasanya membingungkan, atau
  • malah terlalu banyak sampai pengunjung bingung harus klik yang mana.

Ingat, landing page itu bukan website lengkap.

Ia hanya punya satu tujuan utama, jadi CTAnya pun harus satu fokus.

Contoh yang sering bikin orang batal beli:

“Tombol Daftar Sekarang, Cek Harga, Konsultasi Gratis, dan Beli semuanya muncul sekaligus.”

Hasilnya? Pengunjung bingung, ragu, tutup halaman.

Solusinya:

Gunakan satu CTA utama yang jelas dan konsisten dari atas sampai bawah, misalnya:

  • “Beli Sekarang”
  • “Konsultasi Gratis”
  • “Coba Gratis”

Dengan CTA yang fokus, pesan landing page lebih kuat dan peluang konversi meningkat.

Kesalahan 2 – Headline Tidak Menjelaskan Manfaat

Headline adalah bagian pertama yang dilihat pengunjung. Dalam 3 detik, mereka harus langsung paham apa yang mereka dapat, bukan hanya apa yang Anda jual.

Masalahnya, banyak landing page memakai kalimat yang keren, tapi… tidak jelas manfaatnya.

Contoh headline buruk:
“Solusi Digital Terbaik untuk Bisnis Anda”
Tidak spesifik, terlalu umum, dan tidak memberi tahu hasil apa yang didapat.

Contoh headline yang benar:
“Tingkatkan Penjualan 2x Lewat Landing Page yang Terbukti Mengonversi”
Jelas, manfaatnya langsung terasa, dan hasilnya konkret.

Tanpa manfaat yang eksplisit, pengunjung tidak punya alasan kuat untuk melanjutkan membaca, apalagi membeli.

Itulah kenapa headline harus langsung bicara hasil, bukan sekadar fitur.

Kesalahan 3 – Desain Berantakan dan Terlalu Ramai

Desain landing page bukan soal keren, tapi soal jelas.

Sayangnya, banyak pemilik bisnis memadati halaman dengan terlalu banyak warna, font, elemen dekoratif, hingga animasi yang tidak perlu.

Akibatnya?

Pengunjung jadi bingung harus fokus ke mana.

Ciri-ciri desain landing page yang berantakan:

  • Warna terlalu banyak dan tidak konsisten
  • Font berbeda-beda tanpa aturan
  • Terlalu banyak elemen yang bergerak
  • Jarak antar elemen terlalu sempit
  • Tidak ada alur visual yang jelas dari atas ke bawah

Dalam pemasaran digital, otak manusia butuh jalur yang rapi untuk mengikuti informasi.

Jika tampilannya kacau, pengunjung kehilangan fokus dan memilih keluar, bahkan sebelum membaca penawaran Anda.

Kesalahan 4 – Tidak Mobile Friendly

Di era sekarang, lebih dari 70% pengunjung membuka halaman dari smartphone.

Kalau landing page Anda tidak nyaman dibuka di HP, maka Anda kehilangan sebagian besar calon pembeli, bahkan sebelum mereka membaca isi penawaran.

Kesalahan landing page yang tidak mobile friendly biasanya terlihat dari:

  • Teks terlalu kecil atau harus zoom
  • Tombol CTA tidak muat di layar atau susah diklik
  • Gambar terlalu besar sehingga loading lama
  • Layout berantakan saat dibuka di perangkat berbeda

Pengguna mobile itu tidak sabar.

Jika halaman sulit dibaca, loading lama, atau tombolnya tidak muncul tepat di layar, mereka akan langsung pergi.

Landing page yang baik harus otomatis menyesuaikan ukuran layar, menjaga kenyamanan membaca, kecepatan loading, hingga kemudahan klik tombol CTA di HP.

Kalau tidak mobile friendly, conversion rate akan turun drastis, bahkan jika copywriting Anda sudah bagus.

Kesalahan 5 – Loading Lama (Lebih dari 3 Detik)

Fakta penting: Jika landing page membutuhkan lebih dari 3 detik untuk terbuka, 50% pengunjung akan langsung pergi.

Artinya, Anda sudah kehilangan calon pembeli bahkan sebelum mereka melihat penawaran Anda.

Loading lambat biasanya disebabkan oleh:

  • Ukuran gambar terlalu besar
  • Terlalu banyak elemen animasi
  • Script atau plugin yang tidak perlu
  • Hosting lambat atau tidak stabil

Orang datang ke landing page untuk mendapatkan solusi dengan cepat.

Kalau halaman saja sudah lama muncul, mereka merasa bisnis Anda tidak profesional, dan rasa percaya langsung turun.

Prioritaskan kecepatan: kompres gambar, minimalkan elemen berat, dan gunakan hosting yang baik.

Landing page yang cepat = pengalaman lebih baik = lebih banyak orang yang jadi beli.

Kesalahan 6 – Tidak Ada Bukti Sosial (Testimoni / Review)

Pengunjung mungkin tertarik dengan penawaran Anda, tetapi mereka tetap butuh validasi sebelum membeli. Inilah alasan kenapa bukti sosial sangat penting di landing page.

Tanpa testimoni, review, rating, atau contoh portofolio, landing page terasa seperti “klaim sepihak” dari bisnis Anda. Orang jadi ragu:

  • “Beneran ada yang pernah beli?”
  • “Apakah produk ini terpercaya?”
  • “Kalau aku beli nanti gimana?”

Bukti sosial membuat orang merasa aman karena mereka melihat pengalaman nyata dari pelanggan lain.

Contoh bukti sosial yang meningkatkan konversi:

  • Testimoni asli + foto pelanggan
  • Review dari marketplace
  • Rating bintang
  • Logo klien (untuk B2B)
  • Before–after (untuk jasa)
  • Hasil nyata atau studi kasus singkat

Ketika pengunjung melihat bahwa banyak orang lain sudah mencoba dan puas, tingkat kepercayaan naik, dan peluang mereka untuk membeli ikut naik.

Kesalahan 7 – Copywriting Terlalu Panjang atau Tidak Fokus

Copywriting di landing page seharusnya padat, jelas, dan langsung ke manfaat. Namun banyak bisnis justru menulis terlalu panjang, muter-muter, atau penuh kalimat yang tidak penting. Akibatnya, pengunjung kehilangan fokus dan akhirnya menutup halaman.

Ingat: orang tidak datang untuk membaca esai, mereka datang untuk mencari alasan membeli.

Kesalahan copywriting yang sering terjadi:

  • Menjelaskan fitur, tapi tidak menjelaskan manfaatnya.
  • Cerita panjang tanpa hubungan langsung dengan produk.
  • Menggunakan istilah teknis yang tidak dipahami audiens.
  • Tidak ada struktur atau alur logis.

Tanda copywriting Anda terlalu panjang adalah ketika satu paragraf bisa diringkas menjadi satu kalimat, tapi tidak dilakukan.

Solusinya:

  • Utamakan pain point, solusi, manfaat.
  • Gunakan kalimat singkat.
  • Berikan penjelasan secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya.
  • Pastikan setiap kata mendorong pembaca makin yakin untuk membeli.

Copywriting yang jelas dan fokus akan membuat pengunjung lebih cepat memahami nilai produk Anda, dan lebih mudah melakukan aksi.

Kesalahan 8 – Tidak Ada Rasa Urgensi

Landing page tanpa rasa urgensi biasanya membuat pengunjung menunda keputusan. Dan ketika orang menunda, 90% tidak akan kembali lagi.

Urgensi bukan soal “paksaan”, tapi memberi alasan logis kenapa pembeli harus bertindak sekarang, bukan nanti.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Tidak ada batas waktu promo.
  • Tidak ada limit stok atau kuota.
  • Tidak ada penegasan bahwa harga bisa naik.
  • Tidak ada highlight keuntungan jika membeli lebih cepat.

Padahal, elemen urgensi terbukti bisa meningkatkan conversion rate karena otak manusia merespon konsep scarcity (kelangkaan).

Contoh elemen urgensi yang tepat:

  • “Promo hanya sampai 24 jam.”
  • “Sisa 7 slot untuk batch bulan ini.”
  • “Harga naik minggu depan.”
  • “Kuota terbatas, prioritas untuk pendaftar tercepat.”

Urgensi membuat pembaca merasa keputusan membeli bukan hanya menguntungkan, tapi juga penting untuk dilakukan sekarang, sehingga mereka lebih cepat mengklik tombol CTA.

Kesimpulan

Landing page yang bagus bukan hanya soal desain yang menarik, tapi tentang bagaimana setiap elemen bekerja bersama untuk mengarahkan pengunjung menuju satu tindakan: membeli atau mendaftar.

Delapan kesalahan yang kita bahas tadi sering terjadi karena bisnis terlalu fokus pada estetika, tapi lupa pada fungsi. Mulai dari CTA yang membingungkan, headline yang tidak jelas, loading lambat, hingga tidak adanya bukti sosial dan urgensi, semua ini bisa membuat calon pembeli batal konversi dalam hitungan detik.

Kabar baiknya? Semua kesalahan itu bisa diperbaiki.

Dengan CTA yang kuat, struktur copywriting yang jelas, desain rapi, mobile-friendly, bukti sosial yang meyakinkan, dan elemen urgensi yang tepat, landing page kamu bisa bekerja jauh lebih optimal.

Ingat: landing page adalah mesin penjual otomatis dalam bisnis digital.

Jika dirawat dengan benar, ia bisa meningkatkan penjualan tanpa harus menambah biaya iklan.

Saatnya optimalkan landing page kamu agar tidak hanya dikunjungi, tapi juga menghasilkan.

Bagikan ke social media:

WhatsApp
Facebook
X
Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Daftar Isi