Lookalike Audience adalah fitur di Meta Ads (Facebook & Instagram Ads) yang memungkinkan kamu menjangkau orang-orang baru yang mirip dengan pelanggan terbaikmu.
Bukan sekadar penonton, mereka punya perilaku dan minat yang sangat dekat dengan orang yang sudah pernah beli produkmu.
Daripada buang-buang budget buat iklan ke audiens yang cuma scroll doang, strategi ini bantu kamu fokus ke orang yang lebih berpeluang jadi pembeli.
Gimana sih cara lengkapnya? Kita bahas di artikel ini, ya!
Apa Itu Lookalike Audience?
Bayangin kamu udah punya daftar orang yang pernah beli produkmu. Mereka ini pembeli sejati, bukan cuma sekadar kepo.
Nah, Lookalike Audience itu fitur dari Meta Ads (Facebook & Instagram) yang bisa bantu kamu cari “kembaran” dari orang-orang tadi.
Maksudnya gimana?
Jadi, Meta bakal bantu nemuin orang-orang baru yang punya minat, kebiasaan, dan pola perilaku yang mirip banget sama pelangganmu.
Orang-orang yang kemungkinan besar juga bakal tertarik dan beli!
Bukan cuma sekadar dapet viewers, tapi yang dateng tuh calon-calon buyer.
Jadi, iklanmu gak sia-sia nyasar ke orang yang cuma scroll lewat doang
Kesalahan Umum Setting Lookalike Audience
Banyak orang sudah mencoba fitur Lookalike Audience, tapi tetap merasa hasil iklannya kurang maksimal atau bahkan boncos. Ada kesalahan umum yang sering dilakukan:
1. Pakai Data Visitor Website
Banyak orang membuat Lookalike dari pengunjung website yang belum tentu tertarik beli.
Mereka mungkin cuma baca-baca atau sekadar penasaran.
2. Pakai Data Engagement Sosial Media
Like, komen, atau share itu bukan tanda pasti orang mau beli.
Kalau Lookalike-nya dari data ini, hasilnya bisa meleset karena hanya meniru perilaku “penasaran”, bukan “pembeli”.
3. Gak Pisahkan Buyer vs Non-Buyer
Semua data dicampur, padahal harusnya fokus ke pembeli yang benar-benar sudah transaksi.
Ini penting supaya algoritma Meta bisa nyari orang dengan kebiasaan belanja serupa.
4. Terlalu Besar Persentase Lookalike
Langsung pakai 5–10% Lookalike bikin target audiens terlalu luas dan gak presisi.
Untuk awal, sebaiknya gunakan 1–3% supaya hasilnya lebih relevan.
5. Gak Update Data Secara Berkala
Data pembeli harus rutin di-update. Kalau masih pakai data lama, bisa jadi target audiens udah gak relevan lagi dengan pasar saat ini.
Solusi sederhananya? Fokus bikin Lookalike Audience dari data pembeli yang nyata.
Lookalike Langsung dari Buyer
Kalau kamu pengen iklan yang gak cuma banyak tayang tapi juga banyak closing, kuncinya ada di satu hal: bikin Lookalike dari data pembeli beneran, bukan sekadar pengunjung.
Banyak orang keliru karena bikin audiens dari yang cuma mampir atau like-like doang.
Padahal, semakin akurat datamu, semakin tinggi peluang iklanmu nyasar ke orang yang memang siap beli.
Intinya, jangan buang-buang budget buat ngejar orang yang cuma lewat. Fokus ke mereka yang mirip dengan pembelimu, dan hasilnya bakal lebih terasa.
Cara Membuat Lookalike Audience dari Data Pembeli
Berikut langkah-langkah membuat Lookalike Audience dari data pembeli yang bisa kamu ikuti dengan mudah:
1. Kumpulkan Data Pembeli
Ambil data orang yang benar-benar sudah pernah beli produkmu. Bisa berupa:
- Nomor WhatsApp
- Histori transaksi
Data ini bisa kamu dapatkan dari:
- Toko online pribadi
- Marketplace (Shopee, Tokopedia, dll.)
- Sistem CRM atau database pelanggan
2. Masuk ke Facebook Ads Manager
- Buka akun Meta Ads Manager (yang terhubung dengan Facebook/Instagram Ads)
- Masuk ke menu Audiences
- Klik Create Audience > Custom Audience
3. Upload Data Pembeli
- Pilih opsi Customer List
- Upload file data pembeli yang sudah kamu siapkan (CSV atau TXT)
- Ikuti panduan pemetaan data (email ke kolom email, nama ke nama, dst.)
- Selesai membuat Custom Audience
4. Buat Lookalike Audience
- Klik Create Audience > Lookalike Audience
- Pilih Custom Audience (dari data pembeli tadi) sebagai sumber
- Tentukan lokasi target (misalnya Indonesia)
- Pilih ukuran audiens (1% = paling mirip, 3% = lebih luas tapi tetap relevan)
5. Selesai!
Meta akan otomatis mencarikan orang-orang baru yang perilakunya mirip dengan pembelimu.
Ini yang bikin iklanmu lebih presisi dan konversinya makin tinggi.
Kenapa Cara Lookalike Audience Ini Lebih Efektif?
Karena orang-orang yang dicari Meta ini punya karakteristik yang mirip banget dengan pembelimu sebelumnya.
Mulai dari minat yang sama, kebiasaan belanja yang serupa, sampai daya beli yang selevel.
Jadi, iklanmu akan lebih tertarget dan gak buang-buang budget ke audiens yang cuma lihat-lihat doang.
Peluang closing pun jadi jauh lebih tinggi dibanding kalau kamu ngiklan ke orang secara acak.
Tips Tambahan Optimalkan Iklan Biar Gak Boncos
Biar hasil Lookalike Audience makin maksimal dan gak boncos, ada beberapa tips tambahan yang bisa kamu coba.
1. Split Test 1% vs 3%
Uji performa audiens 1% (paling mirip) dan 3% (lebih luas) untuk tahu mana yang lebih cuan.
2. Gunakan Headline yang Kuat & CTA yang Jelas
Biar orang gak cuma lihat, tapi juga langsung klik dan tertarik beli.
3. Optimalkan Landing Page & Copywriting
Pastikan halaman tujuan dan tulisanmu meyakinkan, sesuai ekspektasi dari iklan yang dilihat.
Baca Juga: 5 Tools Terbaik untuk Manajemen Media Sosial
Kesimpulan
Lookalike Audience adalah cara cerdas untuk menemukan calon pembeli baru yang lebih potensial.
Alih-alih menghabiskan anggaran iklan ke orang yang cuma lihat-lihat atau sekadar penasaran, fitur ini membantu kamu menjangkau audiens yang benar-benar mirip dengan pembelimu.
Dari sisi minat, pola belanja, hingga daya beli.
Jadi, jangan buang-buang budget ke target yang salah. Kalau kamu ingin strategi iklan yang lebih cepat jalan dan hasilnya nyata, kamu bisa langsung konsultasi bareng tim Notis Digital!

