Notis Digital

Strategi Bikin Konten Evergreen Sesuai Buyer’s Journey

Noticed Your
Digital Marketing Online Ads Content Design Website Logo Design Landing Page Packaging Design Company Profile
Needs ⎯⎯⎯⎯

Bantu Usaha Anda Bersaing
dan Raih Untung di Dunia Online
Strategi Bikin Konten Evergreen Sesuai Buyer's Journey
Daftar Isi

Bikin konten yang viral itu kadang gak bisa bertahan lama. Nah, kalau kamu mau main aman tapi tetap powerful dalam jangka panjang, jawabannya adalah: konten evergreen.

Bukan cuma soal kontennya awet, tapi juga soal gimana caranya konten itu relevan di tiap tahap buyer’s journey.

Ini bisa jadi proses dari orang belum kenal sampai akhirnya jadi pelanggan setia.

Yuk, kita bahas gimana caranya bikin konten evergreen yang cocok banget buat nemenin calon pelanggan dari awal sampai akhir!

Apa Itu Buyer’s Journey untuk Konten Evergreen?

Simpelnya, buyer’s journey itu adalah perjalanan yang dilalui calon pembeli sebelum akhirnya mereka klik tombol “beli”. 

Biasanya dibagi jadi beberapa tahap:

1. Awareness (Sadar Ada Masalah)

Di tahap ini, orang baru ngeh kalau mereka punya masalah atau kebutuhan tertentu.

Contoh:

“Kenapa ya website-ku lemot banget?” 

“Kok followers Instagram turun terus, ya?”

Mereka belum mikir mau beli produk, apalagi brand kamu. Mereka cuma lagi cari tahu penyebab masalah atau sekadar informasi dasar.

Tujuannya:

Bantu mereka memahami masalahnya dulu, jangan langsung jualan. Jadilah sumber informasi pertama yang mereka percaya.

2. Consideration (Cari Solusi)

Setelah paham masalahnya, mereka mulai cari tahu: “Solusi apa, ya, yang cocok buat ku?”

Mereka mulai bandingin pilihan, baca review, nonton video orang lain, dan nimbang-nimbang produk atau jasa.

Contoh:

“Lebih enak pakai shared hosting atau VPS ya?” 

“Mending promosi pakai IG Ads atau TikTok Ads?”

Tujuannya:

Bantu mereka membandingkan opsi secara objektif, tapi tetap arahkan ke solusi yang kamu tawarkan. Di tahap ini kamu mulai boleh ngenalin brand, tapi jangan maksa.

3. Decision (Siap Beli)

Nah, ini tahap krusial. Orang sudah siap ambil keputusan

Mereka udah punya shortlist produk atau jasa yang mungkin dibeli, tinggal butuh dorongan kecil biar yakin.

Contoh:

“VPS dari brand A kayaknya oke, tapi review brand B juga bagus. Mana yang worth it?”

Tujuannya: 

Yakinkan mereka bahwa kamu adalah pilihan terbaik. Tunjukkan value, hasil nyata, dan bukti sosial (testimoni, rating, jumlah pengguna, dll).

4. Advocacy (Jadi Promotor)

Kalau pengalaman mereka positif, mereka nggak cuma beli, tapi bisa jadi penggemar setia dan promotor brand kamu.

Contoh:

“Pakai jasa ini enak banget, layanannya cepat. Wajib coba!”

Tujuannya:

Bangun hubungan jangka panjang dan bikin mereka merasa dihargai, bukan cuma “pembeli sekali lalu dilupakan”.

Kenapa Konten Evergreen Itu Penting?

Karena konten ini bisa terus relevan dan bawa traffic dari waktu ke waktu. 

Beda sama konten musiman yang cepat naik tapi cepat juga tenggelam. 

Konten evergreen itu ibarat aset jangka panjang buat bisnismu.

Apalagi kalau kamu sesuaikan dengan buyer’s journey, hasilnya lebih tepat sasaran, efisien, dan bisa bantu kamu:

  • Naikkan traffic organik
  • Bangun trust
  • Konversi lebih tinggi
  • Hemat waktu & tenaga karena nggak harus bikin konten baru terus-terusan

Konten Evergreen yang Pas di Tiap Tahap Buyer’s Journey

Memang setiap tahap Buyer’s Journey butuh strategi konten yang beda, apa aja ya?

1. Tahap Awareness: Kenalin Masalahnya Dulu

Fokus dulu buat bantu mereka paham masalahnya.

Strategi konten:

  • Artikel edukasi ringan, misalnya: “Kenapa Website Kamu Lemot dan Gimana Ngatasinnya?”
  • Infografis atau video singkat yang gampang dicerna
  • Jawab pertanyaan yang sering dicari di Google

Bangun kepercayaan dan posisiin diri kamu sebagai sumber info yang kredibel.

2. Tahap Consideration: Bantu Mereka Bandingin Solusi

Di sinilah kamu bisa mulai masukin konten yang lebih mendalam, tapi tetap bantu mereka bikin keputusan.

Strategi konten:

  • Artikel perbandingan, misalnya: “Shared Hosting vs VPS: Mana yang Lebih Cocok Buat Kamu?”
  • Studi kasus ringan atau pengalaman pengguna
  • Konten dengan penjelasan value produk/jasa kamu tanpa hard selling

Kasih mereka alasan logis dan emosional kenapa produk kamu layak dipertimbangkan.

3. Tahap Decision: Saatnya Bantu Mereka Yakin

Di tahap ini, mereka tinggal butuh dorongan kecil buat beli. Kamu harus hadir dengan konten yang bisa bikin mereka percaya 100%.

Strategi konten:

  • Testimoni pengguna atau review produk
  • Video demo atau tutorial
  • Bukti sosial seperti logo klien, penghargaan, atau jumlah pengguna
  • Penawaran khusus atau promo

Kasih jaminan kalau mereka nggak akan salah pilih.

4. Tahap Advocacy: Bikin Pelanggan jadi Promotor

Banyak orang mikir kalau transaksi udah selesai, ya udah. Padahal ini justru awal buat bangun hubungan jangka panjang. 

Kalau pengalaman mereka bagus, mereka bisa jadi promotor gratis buat brand kamu, lho.

Strategi konten:

  • Kirim email dengan tips lanjutan atau update produk
  • Buat konten eksklusif buat pelanggan, seperti “Panduan Menggunakan Fitur X Maksimal”
  • Bangun komunitas pelanggan, bikin program referral atau reward
  • Highlight cerita sukses pelanggan kamu

Bangun loyalitas dan bikin mereka senang merekomendasikan produkmu ke orang lain.

Baca Juga: 5 Tren Content Marketing Paling Naik Daun di 2025

Kesimpulan

Konten evergreen yang disusun sesuai tahapan buyer’s journey bukan cuma bikin brand kamu lebih dipercaya, tapi juga bantu nge-guide calon pelanggan sampai akhirnya loyal sama kamu.

Mulailah dengan memahami masalah audiens, kasih solusi yang relevan, dan yakinkan mereka dengan bukti nyata. 

Jangan lupa, terus rawat hubungan setelah mereka beli, ya!

Bagikan ke social media:

WhatsApp
Facebook
X
Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Daftar Isi