Notis Digital

Kenali Traffic Temperature Sebelum Bikin Strategi Iklan

Menjadi Pengaruh-Traffic Temperature adalah strategi iklan yang dibagi menjadi beberapa jenis sesuai dengan jenis temperatur di termometer. Pada setiap bisnis, traffic adalah pembeli yang punya potensi untuk beli produk jualan kamu yang didapat dari hasil promosi produk. Nah, cara kerja traffic disesuaikan berdasar kepada klasifikasi suhu atau temperatur, dan dari sinilah terbentuk kata Traffic Temperature yang bertujuan membagi jenis konsumen menjadi beberapa suhu. Langsung aja kita bahas lebih lanjut di bawah. Baca Juga: Social Proof, Strategi Buat Bisnismu Jadi Terpercaya Klasifikasi Traffic Temperature Pada Traffic Temperature, di bagi menjadi 3 jenis yaitu: Cold Traffic punya arti sebagai audiens atau pelanggan yang belum terlalu kenal dengan bisnis kamu. Biasanya pelanggan tipe ini kurang atau bahkan belum tahu sama sekali perihal produk milikmu. Walaupun kurang mengenal produk kita, pelanggan di Cold Traffic masih jadi bagian yang penting dalam bisnis kita. Mereka harus diedukasi terlebih dulu tentang siapa Anda dan produk apa yang brandmu tawarkan. Seringkali mereka akan temukan brandmu lewat iklan, media sosial, atau semacamnya. Satu tingkat di atas Cold Traffic terdapat Warm Traffic yang punya arti sebagai audiens atau pelanggan yang sudah kenal dengan brand dan produkmu. Pelanggan atau audiens pada tahap ini mungkin kenal dengan produkmu dari media sosial, iklan, atau yang lainnya yang merupakan tindakan lanjutan setelah dari Cold Traffic. Berbeda dari Cold Traffic yang harus mengedukasi, di Warm Traffic kamu harus bangun rasa percaya mereka kepada produkmu. Cara bangun rasa percaya tersebut adalah dengan yakinkan bahwa produk kamu bisa memecahkan masalah yang mereka hadapi dan mampu penuhi kebutuhan atau keinginan konsumen. Karena itu, kamu juga bisa tambahkan testimoni nyata untuk bantu meyakinkan mereka untuk beli produkmu. Tingkatan paling atas dari Traffic Temperature adalah Hot Traffic. Pada tingkatan ini, para pelanggan atau audiens sudah benar-benar paham akan brandmu dan juga telah membeli produkmu. Dengan begitu, tugas kamu pada bagian ini adalah memikirkan bagaimana caranya untuk mempertahankan pelanggan yang sudah pernah membeli produkmu untuk datang lagi ke brandmu. Salah satu cara untuk mempertahankan pelanggan di tahap ini adalah memberikan promosi kepada mereka.  Promosi tersebut bisa berbentuk seperti diskon, membership, atau yang lainnya. Baca Juga: ¬†Mengenal AI buat Strategi Marketing Digital Manfaat Mengetahui Traffic Temperature Dengan memahami Traffic Temperature, kamu bisa dapatkan beberapa manfaat dalam pengaplikasiannya. Menggunakan Traffic Temperature bisa bantu kamu memahami calon pelanggan dengan lebih baik.  Kamu bisa identifikasi apakah pelanggan kamu baru mengenal bisnismu, sudah mengetahui produkmu, atau bahkan sudah jadi pelanggan setia. Dengan pemahaman ini, kamu bisa sesuaikan pesan dan taktik pemasaran yang sesuai dengan tingkat keterlibatan mereka. Kamu dapat alokasikan anggaran iklanmu lebih baik jika menggunakan Traffic Temperature. Sebagai contoh, kamu bisa menghabiskan lebih banyak anggaran untuk konversi Hot Traffic ketimbang Cold Traffic. Dengan begtu, kamu bisa hindari pemborosan anggaran pada audiens yang belum siap untuk berinteraksi dengan produkmu. Pemisahan menggunakan Traffic Temperature bikin kamu melacak kinerja tiap kelompok audiens dengan lebih mudah. Kamu bisa lihat data seperti tingkat konversi atau tingkat retensi secara terpisah untuk setiap jenisnya. Karena itu, Traffic Temperature bantu kamu lebih cepat dan efisien dalam evaluasi hasil dan bikin taktik pemasaran yang berbeda dengan lebih tepat sasaran Kesimpulan Penggunaan Traffic Temperature dalam strategi pemasaranmu bikin kamu bisa optimalkan efisiensi kampanye iklan dan penggunaan sumber daya. Dengan begitu, teknik ini bisa jadi kunci penting dalam dunia digital marketing yang bantu kamu berkomunikasi dengan pelanggan secara lebih tepat sasaran. Mau tahu lebih lanjut mengenai tips dan trik dalam dunia digital marketing? Coba baca artikel lainnya di sini ya!