Pebisnis masih bingung membedakan antara target market dan target audience. Kedua istilah ini kerap dianggap sama, padahal kedua istilah ini memiliki peran yang berbeda dalam strategi pemasaran.
Kenapa pebisnis harus mengetahui perbedaanya? Karena tanpa pemahaman yang jelas, strategi pemasaran bisa jadi meleset, iklan jalan, onten sudah dibuat, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan.
Artikel ini akan membahas tentang pengertian target market dan target audience, perbedaan utama, serta contoh nyata penerapannya agar bisnis kamu bisa lebih fokus dan efisien dalam menjalankan strategi marketing.
Apa Itu Target Market?
Target market adalah sekelompok besar konsumen yang menjadi sasaran utama suatu bisnis. Mereka dikelompokkan berdasarkan karakteristik umum seperti usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, pendapatan,hingga gaya hidup.
Dengan kata lain, target market membantu bisnis untuk menentukan siapa yang paling membutuhkan produk atau jasa kita.
Contoh sederhana:
- Sebuah brand Skincare Natural bisa menetapkan target market: perempuan usia 20-35 tahun, tinggal di perkotaan, memiliki penghasilan menengah ke atas, dan peduli pada gaya hidup sehat.
- Sebuah bisnis Kopi Susu mungkin mungkin punya target market : pria & wanita usia 18-35 tahun, tinggal di kota besar, suka menikmati kopi di rumah.
Dari sini bisa terlihat bahwa target market masih bersifat luar. Target market ini berfungsi sebagai fondasi untuk menyusun strategi pemasaran jangka panjang, mulai dari penentuan harga, distribusi, hingga positioning brand.
Apa Itu Target Audience?
Target audience lebih fokus pada kelompok yang lebih spesifik dari target market tersebut.
Audience adalah sasaran komunikasi dari pemasaran produk. Saat kita menjual produk, kita tidak hanya berkomunikasi kepada kelompok pengguna semata.
Tapi juga ke beberapa kelompok orang yang sepertinya akan tertarik membeli atau menggunakan produk atau jasa kita.
Target audience sering kali ditentukan berdasarkan :
- Perilaku dan minat : suka belanja online, sering melihat konten edukasi
- Platform yang digunakan : instagram, TikTok, X dan lainnya
- Kebutuhakn atau masalah spesifik yang ingin mereka selesaikan
Contoh:
Sebuah brand skincare punya target market : perempuan usia 20-35 tahun yang tinggal di perkotaan dan peduli pada gaya hidup sehat.
Namun saat meluncurkan kampanye “Brightening Serum”, target audiencenya jadi lebih spesifik:
Perempuan usia 25-30 tahun, pekerja kantoran, aktif di instagram, dan sekarang mencari produk whitening untuk mengatasi kulit kusam.
Jadi, target audience bisa berubah tergantung pada tujuan, jenis produk, atau media yang digunakan.
Perbedaan Utama Target Market vs Target Audience
Meskipun keduanya sama-sama berbicara tentang “siapa yang menjadi sasaran bisnis”, target market dan target audience memiliki peran serta fungsi yang berbeda.
Target market berfungsi sebagai fondasi besar dalam strategi bisnis. Mencakup kelompok konsumen yang luas, ditentukan berdasarkan data demografis, geografis, dan psikografis seperti usia, jenis kelamin, lokasi, pekerjaan, pendapatan, hingga gaya hidup.
Target market biasanya untuk jangka panjang dan digunakan untuk menentukan arah bisnis, mulai dari penetapan harga, distribusi, hingga positioning brand.
Target audience lebih spesifik. Ia merupakan kerucutan dari target market yang dipilih untuk tujuan kampanye tertentu.
Penentuannya didasarkan pada perilaku, minat, platform yang digunakan, serta kebutuhan spesifik audiens.
Target audience bersifat dinamis dan dapat berubah tergantung jenis produk, tujuan campaign, atau kanal pemasaran yang digunakan.
Dari sini terlihat jelas bahwa target market berperan sebagai arah besar bisnis, sedangkan target audience menjadi fokus pelaksanaan campaign.
Keduanya saling melengkapi, target market memastikan strategi bisnis tetap konsisten, sementara target audience membantu pesan marketing lebih tepat sasaran dan efektif.
Penting Memahami Keduanya
Memahami perbedaan antara target market dan target audience sangat penting untuk menentukan efektivitas bisnis.
Banyak brand yang sebenarnya punya produk bagus, tapi kampanyenya tidak tepat sasaran karena tidak membedakan siapa target pasar dan siapa audiens yang ingin dijangkau.
Dengan mengetahui target market, bisnis bisa memiliki arah dan pondasi yang jelas. Strategi branding, pengembangan produk, dan positioning dapat disusun lebih terarah karena tahu siapa kelompok besar yang menjadi fokus bisnis.
Ini membantu bisnis menghindari promosi yang terlalu luas atau tidak relevan, sehingga anggaran pemasaran dapat digunakan secara lebih efisien.
Sementara itu, memahami target audience membantu bisnis menyampaikan pesan dengan lebih personal.
Iklan atau konten bisa dibuat lebih fokus, menyesuaikan bahasa, gaya komunikasi, dan platform yang mereka gunakan.
Hasilnya, engagement meningkat, konversi lebih tinggi, dan iklan menjadi lebih hemat karena menjangkau orang yang benar-benar potensial.
Target market dan target audience bekerja saling melengkapi. Target market memberi arah jangka panjang, sedangkan target audience menjadi panduan taktis dalam pelaksanaan kampanye.
Bisnis yang mampu mengoptimalkan keduanya akan lebih mudah membangun brand yang kuat dan menjangkau konsumen dengan cara yang tepat.

