Notis Digital

TOFU MOFU BOFU: Cara Jualan Online Laris 2025

Noticed Your
Digital Marketing Online Ads Content Design Website Logo Design Landing Page Packaging Design Company Profile
Needs ⎯⎯⎯⎯

Bantu Usaha Anda Bersaing
dan Raih Untung di Dunia Online
TOFU MOFU BOFU: Cara Jualan Online Laris 2025
Daftar Isi

Banyak pelaku bisnis yang belum menerapkan strategi marketing terarah. Salah satu pendekatan paling efektif saat ini adalah memahami konsep TOFU, MOFU, BOFU.

Strategi ini bukan sekadar teori, ya!

Kalau dijalankan dengan benar, TOFU–MOFU–BOFU bisa bantu kamu menyaring audiens, membangun kepercayaan, dan akhirnya mengubah mereka jadi pelanggan setia.

Yuk, kita bahas satu per satu dan lihat bagaimana penerapannya bisa bikin penjualan kamu naik!

Apa Itu TOFU, MOFU, BOFU?

TOFU, MOFU, dan BOFU adalah bagian dari sales funnel atau marketing funnel.

Sebuah tahapan yang menggambarkan perjalanan calon pelanggan dari awal kenal brand kamu sampai akhirnya membeli produk atau jasa yang ditawarkan.

1. TOFU (Top of Funnel)

Ini adalah tahap kesadaran. Di sini, target kamu belum tahu siapa kamu, belum kenal produkmu, dan mungkin belum sadar mereka punya masalah yang bisa kamu bantu selesaikan.

Tujuannya menarik perhatian dan membangun awareness.

2. MOFU (Middle of Funnel)

Tahap ini adalah saat calon pelanggan mulai tunjukkan minat

Mereka sudah mulai tertarik, cari info lebih dalam, dan mempertimbangkan solusi.

Tujuannya memberi edukasi dan membangun kepercayaan.

3. BOFU (Bottom of Funnel)

Tahap ini adalah konversi. Di sini calon pelanggan siap ambil keputusan.

Tujuannya mendorong mereka ambil aksi, seperti beli, daftar, atau berlangganan.

Contoh Strategi TOFU, MOFU, BOFU

1. TOFU (Top of Funnel) – Menarik Perhatian Calon Pelanggan

Pada tahap ini, fokus utama adalah menciptakan kesadaran terhadap brand dan menjangkau audiens baru yang belum mengenal produk.

Contoh:

Brand skincare bikin video TikTok dengan judul “5 Kesalahan Skincare yang Bikin Kulitmu Kusam Tanpa Sadar.”

Kontennya ringan, edukatif, dan relate banget sama masalah yang sering dialami banyak orang. 

Meskipun nggak langsung promosi produk, tapi konten ini bisa bikin orang sadar dan tertarik buat cari tahu lebih lanjut.

2. MOFU (Middle of Funnel) – Membangun Ketertarikan dan Kepercayaan

Di tahap ini, brand mulai memperdalam hubungan dengan audiens yang sudah menunjukkan ketertarikan awal. 

Strateginya adalah memberikan informasi tambahan yang bernilai agar audiens semakin memahami produk atau jasa yang ditawarkan.

Contoh:

Setelah nonton video dan follow akun brand, mereka diajak buka landing page yang ngasih e-book gratis “Cara Memilih Skincare Sesuai Jenis Kulit.”

Untuk download, mereka tinggal masukin email. 

Nah, dari situ kamu bisa mulai nurture mereka lewat email marketing dengan memberikan info yang makin bikin yakin.

3. BOFU (Bottom of Funnel) – Mengarahkan pada Aksi Pembelian

Di tahap ini, audiens udah cukup tahu dan udah mulai percaya. 

Sekarang tinggal kasih dorongan terakhir supaya mereka mau ambil aksi, entah itu beli, daftar, atau konsultasi.

Contoh:

Brand kirim email penawaran khusus, yaitu diskon 15% dan free ongkir buat pembelian pertama.

Email-nya simple dan to the point, lengkap dengan tombol “Beli Sekarang.”. Gak bertele-tele, langsung ajak mereka buat ambil keputusan.

Tips Penerapan TOFU, MOFU, BOFU pada Digital Marketing

Kalau diterapkan dengan tepat, bisa bantu banget dalam membangun alur pemasaran yang efektif.

Mulai dari orang yang baru tahu brand kamu, sampai akhirnya jadi pelanggan setia.

Berikut ini tips jitu yang bisa kamu terapkan langsung dalam strategi digital marketing bisnismu:

a. TOFU (Top of Funnel) – Bangun Awareness

Tips:

  • Kenali siapa target audiensmu. Mulai dari umur, minat, sampai kebiasaan digital mereka.
  • Gunakan platform yang mereka pakai. Misalnya, Gen Z banyak nongkrong di TikTok dan Instagram Reels, sementara profesional lebih aktif di LinkedIn.
  • Fokus ke konten yang edukatif atau inspiratif. Buat mereka merasa relate dan dapat manfaat, tanpa harus hard selling.
  • Optimasi SEO. Supaya konten kamu muncul di hasil pencarian saat mereka cari topik yang relevan.

b. MOFU (Middle of Funnel) – Rawat Ketertarikan

Tips:

  • Buat konten yang lebih dalam. Misalnya e-book, webinar, artikel tutorial, atau video review.
  • Gunakan email marketing untuk nurturing. Bisa pakai tools seperti Mailchimp, Klaviyo, atau platform lokal.
  • Tampilkan testimoni dan studi kasus. Ini bantu meningkatkan kepercayaan dan bukti sosial.

c. BOFU (Bottom of Funnel) – Dorong Konversi

Tips:

  • Buat penawaran menarik. Misalnya diskon, bonus produk, free trial, atau garansi uang kembali.
  • Gunakan CTA yang jelas dan langsung. Contoh: “Beli Sekarang”, “Coba Gratis”, “Daftar Sekarang”.
  • Pastikan landing page simple dan fokus. Hindari info yang terlalu banyak, ya! Cukup tunjukkan manfaat utama dan arahkan ke aksi.

Kenapa Strategi TOFU, MOFU, BOFU Masih Works di Era Digital?

Banyak yang bilang strategi TOFU, MOFU, BOFU itu strategi lama. 

Tapi faktanya, sampai hari ini konsep ini masih relevan banget buat bantu bisnis bertumbuh, apalagi di tengah persaingan digital yang makin padat.

Berikut alasan kenapa TOFU–MOFU–BOFU masih works dan banyak dipakai marketer zaman sekarang:

1. Cocok Buat Berbagai Channel Digital

Strategi ini fleksibel. Bisa diterapkan di konten organik seperti blog dan media sosial, paid ads seperti Facebook & Google Ads, bahkan dalam email marketing funnel.

2. Bisa Dipakai Mulai dari UMKM sampai Korporasi

Gak peduli ukuran bisnisnya, TOFU–MOFU–BOFU tetap bisa jalan. Mulai dari bisnis rumahan sampai brand besar, semuanya butuh proses membangun awareness, minat, sampai konversi.

3. Relevan untuk Semua Jenis Produk atau Jasa

Mau kamu jual produk fisik, jasa konsultasi, digital course, sampai langganan software, strategi ini tetap bisa disesuaikan.

4. Bantu Kamu Gak Terlalu “Hard Selling”

Salah satu kesalahan umum dalam digital marketing adalah langsung jualan tanpa ngebangun koneksi dulu.

TOFU–MOFU–BOFU ngajarin kamu untuk kasih value di awal, bangun rasa percaya, baru ajak beli.

Jadi, meskipun tren digital marketing terus berubah, fondasi seperti TOFU–MOFU–BOFU tetap penting. 

Justru, makin ke sini, strategi ini makin powerful kalau dikombinasikan sama konten yang kreatif dan pendekatan yang personal. 

Kesimpulan

Strategi TOFU, MOFU, dan BOFU kalau diterapkan dengan tepat, bisa bantu kamu membangun relasi dengan calon pelanggan secara bertahap.

Dari yang cuma mampir jadi yang beli dan balik lagi.

Bukan soal seberapa cepat kamu jualan, tapi seberapa baik kamu membimbing customer sampai percaya dan yakin buat beli produk kamu.

Bagikan ke social media:

WhatsApp
Facebook
X
Seedbacklink
Banner BlogPartner Backlink.co.id
Daftar Isi