Notis Digital

Perbedaan Mendasar Landing Page vs Website

Perbedaan Mendasar Landing Page vs Website

Menjadi Pengaruh-Landing Page dan Website sama-sama berbasis internet dalam penggunaannya. Mereka juga merupakan komponen penting yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan. Namun, ada perbedaan mengenai keduanya. Bagaimana perbedaannya? Kita bahas di bawah ini. Perbedaan Landing Page dan Website Landing page dan website adalah dua entitas online yang berbeda, namun keduanya masih berhubungan dengan kehadiran online suatu bisnis atau proyek. Berikut adalah perbedaan mendasar antara landing page dan website: Landing Page dirancang khusus untuk tujuan pemasaran atau kampanye tertentu. Fokus utamanya adalah mengonversi pengunjung menjadi pelanggan atau melakukan tindakan tertentu, seperti mengisi formulir atau mengunduh e-book.  Kalau Website mencakup berbagai hal seperti beranda, halaman produk, kontak, dan informasi lainnya. Website dapat memiliki beberapa tujuan, termasuk memberikan informasi, menjual produk, dan membangun kehadiran online. Landing Page umumnya memiliki struktur yang sederhana dengan fokus pada satu tindakan atau pesan. Kedalaman kontennya lebih dangkal, terkadang hanya satu halaman.  Website jauh lebih kompleks dengan berbagai halaman dan konten yang lebih mendalam. Sebuah website biasanya terdiri dari beberapa halaman yang saling terkait. Navigasi pada landing page umumnya sangat terbatas. Hal ini dilakukan untuk mendorong pengunjung agar tidak teralihkan dari tujuan utama.  Website memiliki menu navigasi yang menyediakan akses ke berbagai bagian dari situs web. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai halaman sesuai kebutuhan mereka Landing Page biasanya memiliki sedikit atau tidak ada iklan atau tautan yang dapat mengalihkan perhatian pengunjung dari tujuan utama.  Sedangkan Website berisi iklan, tautan menu, dan tautan ke halaman-halaman lain untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih lengkap. Pengukuran kinerja Landing Page sering kali terfokus pada konversi atau tindakan yang diinginkan, seperti rasio konversi atau tingkat konversi.  Untuk Website, pengukuran kinerja lebih luas dan dapat mencakup parameter seperti lama tinggal pengguna, jumlah halaman yang dilihat, dan lainnya.

Komponen Wajib untuk Desain Kemasan

Komponen Wajib untuk Desain Kemasan

Menjadi Pengaruh-Desain kemasan adalah sebuah proses kreatif dalam menghasilkan kemasan atau wadah produk yang menarik dan fungsional. Kemasan yang unik saja tidak cukup untuk menarik perhatian konsumen di masa kini.  Kemasan yang baik juga harus memiliki nilai cerita yang dapat membuat konsumen tertarik untuk membeli produk yang dikemasnya.  Selain itu, kemasan harus mampu memberikan pengalaman yang positif kepada konsumen melalui berbagai indera, seperti sentuhan, penglihatan, atau penciuman. Namun, ada beberapa komponen yang wajib masuk ke dalam desain kemasan. Apa saja itu? Komponen Wajib Desain kemasan Dalam mendesain kemasan, ada beberapa komponen yang wajib dicantumkan. Komponen-komponen tersebut adalah Produk makanan atau minuman sebaiknya menyertakan informasi nutrisi seperti jumlah kalori, lemak, protein, karbohidrat, serat, dan gula.  Infomasi ini membantu konsumen membuat pilihan yang lebih sadar terkait asupan nutrisi. Menyertakan tanggal kadaluwarsa penting untuk keamanan konsumen.  Pastikan bahwa informasi ini dicetak dengan jelas dan mudah dibaca. Produk yang memerlukan instruksi penggunaan harus menyertakan petunjuk yang jelas dan mudah dimengerti.  Petunjuk dapat berupa cara memasak, cara mengaplikasikan produk, atau petunjuk penggunaan lainnya. Kalau produk memiliki sertifikasi organik, halal, atau sertifikasi lainnya, pastikan label ini terlihat dengan jelas.  Label atau sertifikasi dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk. Memasukkan barcode pada kemasan sangat penting untuk kemudahan pelacakan inventaris, penjualan, dan proses pembayaran di kasir.  Barcode juga memudahkan konsumen untuk mendapatkan informasi tambahan melalui pemindaian. Informasi mengenai bahan-bahan yang digunakan dalam produk membantu konsumen yang memiliki alergi atau preferensi diet tertentu.  Sertakan bahan-bahan utama dan kemungkinan adanya alergen. Produk yang memiliki potensi risiko atau perlu perhatian khusus harus menyertakan peringatan atau informasi keamanan.  Misalnya, peringatan alergi, informasi tentang penggunaan yang benar, atau instruksi penyimpanan yang tepat. Cantumkan jumlah produk dalam kemasan, seperti berat bersih, volume, atau jumlah item.  Ini membantu konsumen mengukur nilai produk dan membandingkannya dengan produk sejenis dari merek lain. Fungsi Desain Kemasan Desain kemasan harus dapat memenuhi kebutuhan produsen dan konsumen.  Kebutuhan produsen adalah untuk menarik perhatian konsumen dan mendorong mereka untuk membeli produk.  Kebutuhan konsumen adalah untuk mendapatkan informasi yang mereka butuhkan tentang produk. Lalu, apa aja sih fungsi dari desain kemasan?  Desain kemasan membantu membangun identitas merek dengan mencakup elemen-elemen seperti logo, warna, tipografi, dan gaya desain yang konsisten. Hal ini membuat produk mudah dikenali di rak toko dan membedakannya dari produk pesaing. Desain kemasan dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kemasan yang menarik dan sesuai dengan target audiens dapat membuat produk lebih menonjol di rak dan meningkatkan daya tarik visual. Desain kemasan dapat digunakan untuk membedakan produk dari pesaing. Penggunaan warna, bentuk, dan elemen desain lainnya dapat menciptakan identitas unik yang membuat produk menjadi pilihan yang lebih menarik bagi konsumen. Desain kemasan dapat membantu memastikan keamanan konsumen dengan menyertakan informasi seperti tanggal kadaluwarsa, peringatan alergi, dan petunjuk penggunaan yang benar.

5 Hal yang Wajib Ada di Company Profile

5 Hal yang Wajib Ada di Company Profile

Menjadi Pengaruh-Company Profle adalah dokumen yang berisi informasi seputar perusahaan. Biasanya, Company Profile berisikan informasi seputar latar belakang, visi misi, dan produk atau layanan.  Namun, banyak yang masih bingung soal hal apa saja yang harus ada di Company Profile Emang hal apa yang harus ada di Company Profile? Yuk kita bahas langsung. Komponen Company Profile Terdapat lima komponen utama dalam pembuatan Company Profile. Komponen tersebut adalah; Bagian pertama adalah identitas perusahaan, seperti nama, logo, alamat, dan lainnya. Pada bagian ini, tuliskan nama perusahaan dengan sejelas mungkin dan sesuai dengan registrasi resmi. Logo hadir untuk meningkatkan Brand Awareness bisnismu. Sertakan logo untuk bantu ciptakan identitas visual yang lebih menarik Jangan lupa cantumkan alamat perusahaan dan cabang jika ada untu memudahkan pelanggan menemui perusahaanmu. Yang terakhir adalah cantumkan nomor telepon, email, dan website perusahaan. Bagian selanjutnya adalah sejarah perusahaan. Jelaskan latar belakang, sejarah, dan perkembangan perusahaan secara singkat. Jangan lupa sertakan visi misi perusahaan untuk berikan pandangan tentang arah dan tujuan jangka panjang. Selanjutnya kamu bisa memasukan produk atau layanan. Gambarkan produk atau layanan yang ditawarkan perusahaan dengan detail. Jelaskan manfaat dan keunggulan yang ditawarkan. Unsur keempat adalah menuliskan budaya perusahaan. Gambarkan budaya kerja dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi di dalam perusahaan.  Budaya Perusahaan dapat mencakup aspek seperti keberagaman, kolaborasi, dan inovasi. Unsur terakhir adalah mencantumkan prestasi dan reputasi perusahaan. Sertakan penghargaan atau sertifikasi yang perusahaan telah peroleh sebagai bukti kredibilitas bisnismu. Tambahkan testimoni dari klien atau mitra bisnis yang dapat memberikan bukti kredibilitas. Fungsi Company Profile Setelah kita membahas unsur apa aja yang harus ada di Company Profile, selanjutnya adalah apa fungsi dari Company Profile. Ada beberapa fungsi yang Company Profile hadirkan untuk bisnismu. Fungsi tersebut adalah

Tipe Layout Website yang Menarik Pembaca, Mana Favoritmu?

Menjadi Pengaruh-Layout website punya peran untuk membuat pembaca nyaman membaca dan mengerti isi websitemu. Gak cuma menarik, tapi layout website yang baik adalah ketika pembaca memiliki pengalaman interaktif yang mudah saat membaca sehingga menghasilkan respon positif dari mereka. Idealnya, kamu harus bisa ciptakan layout yang mudah digunakan dan dilihat pelanggan. Karena itu, dibawah ini ada beberapa desain tipe layout website yang biasanya dipakai oleh web designer Baca Juga: tips Membuat Layout Website menjadi User Friendly Desain Layout Website Desain Layout yang pertama adalah split. Sesuai namanya, desain ini menampilkan layout wesbite yang terbelah dua, secara vertikal ataupun horizontal. Layout ini sangat cocok buat kamu yang ingin tampilkan dua macam konten yang sejenis. Sebagai contoh, kamu bisa tampilkan perbedaan harga sebelum dan sesudah atau memberikan perbedaan (Before & After) setelah memakai layananmu Selanjutnya ada Grid of Cards yang menampilkan website seperti kartu yang berbaris rapi. Desain ini cocok untuk menampilkan banyak item dengan bobot yang sama dengan Youtube dan Pinterest adalah contoh pengguna layout ini. Website yang menampilan portofolio juga bisa menggunakan desain ini untuk langsung menunjukkan hasil karya. Kalau desain ini, tampilkan konten utama dalam satu kolom vertikal. Desain single column adalah tipe layout website yang paling simpel tapi menyajikan bentuk yang mudah dinavigasi pembaca. Jenis ini cocok juga untuk website mobile, karena pembaca cukup scroll ke bawah untuk membaca lebih banyak konten Desain yang terakhir ada multi column yang terinspirasi dari koran dan majalah cetak. Tipe layout website ini biasanya tampilkan konten dalam bentuk grid yang fleksibel. Konten utama biasanya punya porsi paling besar dan konten lainnya memiliki porsi kecil. Tampilan layout ini juga memudahkan pengguna untuk memilih topik tertentu yang menurut mereka lebih menarik atau relevan. Kesimpulan Begitulah tipe layout website yang bisa kamu pakai di situsmu secara langsung. Tipe Layout Website menetukan bagaimana kamu ingin pembaca membaca situsmu, apakah ingin pilih sendiri topik yang relevan atau tinggal scroll saja. Ingin baca perihal digital marketing? Bisa baca di sini, ya!

tips Membuat Layout Website menjadi User Friendly

Menjadi Pengaruh-Layout website jadi salah satu kunci bagaimana situs kamu akan dilihat lama oleh pengunjung. Layout website yang baik menghasilkan keselarasan dan keseimbangan dalam menggabungkan beberapa elemen penting seperti  desain, konten, navigasi, dan fungsional. Selain itu, website juga  harus hadirkan kesan yang tidak terlalu rumit, menarik, dan tentunya user friendly yang akan meningkatkan kinerja situs kamu. Sebelum membahas cara membuat layout website, terlebih dahulu kita bahas elemen penting pada website. Elemen Website Website memiliki banyak elemen yang saling terkait satu sama lain. Dengan mengetahui elemen website, kamu bisa optimalkan fungsi website dan kembangkan tampilan situsmu. Karena itu, inilah elemen dasar website yang harus kamu tahu: Header adalah elemen website yang paling menarik mata sebab bagian ini adalah hal yang paling pertama dilihat oleh pengunjung. Header yang menarik perhatian bikin pembaca merasa tertarik dan memutuskan untuk lanjut baca halaman website kamu.   Elemen navigasi wajib ada di website karena  digunakan untuk arahkan pengunjung menuju halaman internal situs yang lainnya. Elemen ini bertujuan untuk menghilangkan rasa tersesat pengunjung ketika masuk ke website. Selanjutnya adalah sidebar, yang bisa berupa daftar konten lain, menu tambahan, dan lainnya. Sidebar punya beberapa fungsi, yaitu berikan spotlight ke halaman lain, naikkan leads ke promo, dan tingkatkan exposure halaman lain. Elemen konten adalah bagian utama dari halaman website karena fitur ini adalah isi utama situs kamu. Kamu bisa sampaikan konten utama dan sampaikan inti websitemu di elemen ini. Elemen yang paling terakhir tapi tidak kalah penting adalah footer.Kamu bisa isi bagian footer ini dengan isi konten pendukung maupun link yang berguna untuk tingkatkan website. Baca Juga: Website Penting Buat Bisnis Online? Buat Layout Website User Friendly Dalam membuat layout website, ada hal yang harus kamu perhatikan. Konten adalah hal utama dalam pembuatan website untuk yakinkan pengguna tetap tinggal di wesbite kamu. Konten yang segar, ringan, dan menarik adalah beberapa faktor yang buat website menjadi user friendly. Pengunjung website biasanya hanya melihat sekilas isi konten. Maka dari itu, menggunakan judul sub-judul, dan bullets yang tepat akan bantu memecahkan teks. Teks yang terpecah aka bantu pembaca mencari kata kunci konten kamu. Menggunakan kontras warna yang tepat antara latar belakang situs dengan konten membuat pembaca mudah membaca konten. Pastikan kamu mengambil skema warna yang tepat sehingga konten tetap terlihat jelas. Penggunaan font yang simpel dan mudah dibaca adalah pilihan yang baik. Gaya font rumit bisa jadi lebih menarik, namun pilihan yang mudah dibaca dan jelas tentu menjadi prioritas pembaca. Memilih font yang yang tepat akan memudahkan pembaca memahami konten yang kita sampaikan dengan lebih mudah Pastikan link yang kamu pasang di website bisa diakses semua orang. Link yang rusak akan membuat websitemu terlihat tidak profesional dan turunkan kredibilitasmu. Cek kembali setiap link yang kamu pasang untuk hindari link yang rusak atau tidak bisa diakses. Baca Juga: Pentingnya Backlink Untuk Dorong Performa SEO Kesimpulan Begitulah elemen penting serta tips membuat layout website. Dengan mengatur dan mengisi layout secara benar, audiens bisa lebih lama berada di website kamu. Kamu juga bisa menggabungkan tips membuat layout website dengan teknik digital marketing. Teknik apa saja yang bisa dipakai? Baca di sini buat cari tau!

Prinsip Hierarki Visual Biar Landing Page Lebih Menarik

Menjadi Pengaruh-Hierarki Visual adalah prinsip tata letak elemen desain yang menampilkan hal penting lebih dulu sampai yang lebih tidak penting. Desain yang kamu buat harus mampu menampilkan poin utama dan dapat dipahami oleh siapa pun yang melihat. Hierarki visual dapat dicapai melalui sejumlah teknik desain yang berbeda, seperti warna, ukuran, spasi, dan lainnya.  Lalu, bagaimana hierarki visual yang baik dan benar? Langsung aja kita bahas di bawah! Baca Juga: Tips Ampuh Optimasi Landing Page-mu Urutan Hierarki Visual Secara sekilas, gambar yang lebih besar tentu akan menarik perhatian lebih dahulu ketimbang yang lebih kecil Bukan hanya untuk menarik perhatian saja, tapi elemen berukuran besar seharusnya membawa pesan yang paling penting. Penentuan skala bantu audiens untuk tahu elemen mana yang ingin ditonjolkan terlebih dahulu. Prinsip selanjutnya adalah warna dan kontras yang membuat satu elemen kebih menonjol dibandingkan yang lainnya. Warna hangat seperti merah atau kuning akan lebih mencolok jika disandingkan dengan background warna dingin atau gelap. Prinsip yang ketiga adalah Tipografi atau penulisan. Kombinasikan beberapa ukuran font dala satu desain membantu kamu menentukan elemen penting selain lewat ukuran dan warna. Ruang kosong menjadi prinsip selanjutnya yang harus kamu perhatikan. Menciptakan ruang kosong juga merupakan hal yang penting karena elemen ini bisa buat objek utamamu menjadi lebih “terlihat.” Sebaliknya, menambah terlalu banyak gambar justru membuat desain tampak ramai dan kehilangan fokus. Pada elemen ini, terdapat dua pola yang sering digunakan, yaitu pola “F” dan “Z.” Pola “F” bercirikan audiens akan membaca dari kiri kemudian ke kanan, lalu dilanjut ke informasi di bawahnya. Pola ini akan dipakai jika website atau desain yang dirancang memiliki teks yang padat. Sementara itu, pola membaca “Z” biasanya lebih banyak dipakai untuk situs yang memiliki banyak gambar. Lewat pola ini, informasi penting aka diletakkan di paling atas, lalu pengguna aka berlanjut memandang ke sebelah kanan kemudian secara diagonal melihat ke kiri bawah. Menempatkan beberapa objek yang berdekatan merpakan salah satu prinsip dasar dalam sampaikan pesan pada format visual. Objek yang berdekatan menandakan elemen-elemen tersebut punya keterkaitan satu sama lain. Prinsip hierarki visual terakhir adalah pengaplikasian teknik fotografi Rule of Third. Rule of Third bantu gambar terlihat bermakna dibandingkan gambar yang selalu diletakkan di tengah bidang. Kesimpulan Begitulah prinsip hierarki visual yang bisa kamu terapkan di Landing Page kamu. Memahami prinsip hierarki visual akan membuat desain Landing Page kamu menjadi lebih bermakna. Kamu juga bisa memengaruhi tindakan seseorang melalui desain yang kamu sajikan. Ingin membaca hal lain tentang Landing Page dan Digital Marketing? Bisa baca di sini, ya!

Taktik Upselling, Strategi Dongkrak Penjualan Produk

Menjadi Pengaruh-Upselling punya arti sebagai taktik pemasaran yang bikin pelanggan bersedia beli produk dengan harga lebih tinggi. Strategi ini bertujuan untuk tingkatkan nilai penjualan dan pendapatan perusahaan. Peningkatan harga ini bisa dipengaruhi dari kuantitas, ukuran, maupun varian yang serupa serta terbaru atau lebih lengkap. Lalu bagaimana cara menerapkan strategi upselling? Kita lanjut bahas di bawah! Cara kerja Strategi Upselling Sekarang kita akan membahas mengenai cara penerapan pada strategi upselling Ada beberapa penerapan dalam cara kerjanya. Mari kita ambil contoh konsumen pembelian ponsel pintar Saat kita ingin membeli sebuah ponsel pintar, seringkali kita sudah menentukan ingin membeli produk dan merek yang mana sebagai pilihan kita. Ketika sampai di lokasi pembelian, sales datang dan siap melayani kamu. Ketika kamu mengucapkan ponsel yang diinginkan, sales akan mencoba untuk mengganti pilihanmu dengan produk dan merek yang lebih baik tapi tentu lebih mahal. Kamu yang tergoda akan menjadi bimbang dan kemungkinan untuk mengganti pilihan sesuai yang dikatakan sales menjadi meningkat. Nah, ajakan untuk mengganti pilihanmu dengan produk yang lebih mahal adalah penerapan strategi upselling. Perlu diingat, kamu tidak boleh paksa pembeli untuk beli produk yang sudah ditawarkan. Sebagai penjual, kamu harus tetap jelaskan dengan gamblang kelebihan produk tambahan yang ditawarkan dan tidak boleh membohongi pelanggan demi kepentingan pribadi.. Baca Juga: Cross-Channel Marketing, Strategi Integrasi Online dan Offline Tips Penerapan Strategi Setelah mengetahui cara kerja upselling, sekarang kita akan membahas tips dalam menerapkan taktik ini. Upselling tidak boleh memaksakan kehendak kepada pelanggan karena tidak semua konsumen bisa ditawarkan dengan taktik ini. Kamu harus mengetahui dulu kebutuhan pelanggan sehingga bisa mempertimbangkan apakah akan gunakan strategi upseliing atau tidak. Tentu pembeli tidak akan langsung tertarik dan membeli barang yang kita tawarkan dengan teknik ini. Untuk atasi itu, kamu harus bisa meyakinkan pembeli agar tertarik dan mau lakukan pembelian yang lebih mahal. Bagaimana caranya? Bisa dengan memberikan data pendukung yang valid agar bantu membuktikan kalau produk tambahan tersebut memang bernamfaat buat mereka. Dalam menerapkan strategi upselling, kamu harus ingat kalau harga yang ditawarkan harus tetap masuk akal. Harga yang ditawarkan harus tetap masuk akal dan sesuai dengan kualitas produk yang diberikan Baca Juga: Decoy Marketing, Strategi Umpan Pengaruhi Persepsi Kesimpulan Begitulan penerapan strategi upselling. yang bisa kamu terapkan kepada pelanggan. Meski bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak, penerapan strategi ini tidak boleh memaksakan kehendak dari pelanggan. Berikan penjelas sejelas-jelasnya dan yakinkan pelanggan dengan data serta fitur yang valid untuk bantu mengubah keinginan pelanggan sesuai keinginanmu Strategi upseliing bukan satu-satunya taktik pemasaran di dunia digital marketing. Kalau kamu penasaran dengan taktik lainnya, bisa baca di sini langsung.

Decoy Marketing, Strategi Umpan Pengaruhi Persepsi

Menjadi Pengaruh-Decoy marketing memiliki arti sebagai taktik penetapan harga yang digunakan dengan cara menambahkan opsi ketiga yang kurang menarik sebagai umpan untuk konsumen. Umpan apa yang dimaksud? Umpan di sini berarti taktik decoy marketing dipakai untuk mempengaruhi persepsi pembeli tentang pilihan utama. Tujuan utama dari taktik ini adalah membuat konsumen memilih mengeluarkan uang lebih banyak, namun mendapatkan produk yang lebih lengkap pula. Terus, gimana cara penerapannya di kehidupan berbisnis? Langsung kita bahas dibawah! Cara Kerja Saat ini, kamu pasti penasaran tentang gimana sih cara terapin decoy marketing ke bisnis kamu. Sederhananya begini, kamu cukup sediakan satu penawaran baru sebagai opsi tambahan dari dua penawaran yang sudah ada sebelumnya.  Alasan penambahan opsi ini adalah untuk umpan yang akan sulit ditolak oleh konsumen, sehingga akan berpengaruh terhadap keputusan mereka untuk memilih opsi yang diinginkan sesuai tujuan pemasaran. Apakah ada contoh penerapannya? Tentu saja ada dan justru banyak yang sudah terapkan taktik ini. Contoh paling mudahnya adalah saat membeli popcorn, seringkali kita dihadirkan oleh 3 macam ukuran serta harga, misalnya ukuran small seharga Rp20.000, medium seharga Rp30.000, dan large sebesar Rp35.000. Dari contoh di atas, yang merupakan decoy marketing adalah popcorn ukuran medium. Kenapa begitu? Karena kalau hanya menampilkan ukuran small dan large, pelanggan pastinya memilih ukuran small karena lebih murah. Dengan hadirnya ukuran medium yang “tanggung”, membuat pelanggan lebih memilih produk large yang memiliki ukuran lebih banyak dengan perbedaan harga lebih sedikit. Baca Juga: Cross-Channel Marketing, Strategi Integrasi Online dan Offline Strategi Penerapan Decoy Marketing Dalam menerapkan strategi decoy marketing, ada beberapa strategi yang bisa kamu lakukan terlebih dahulu. 1. Menerapkan Variasi Harga dan Ukuran Strategi decoy effect biasanya diterapkan lewat variasi harga dan ukuran.  Pelanggan akan mendapat beberapa tawaran variasi harga dan ukuran dari smalll, medium, hingga large.  Jika ada penawaran harga 10 ribu untuk ukuran small, 20 ribu untuk ukuran medium, dan 25 ribu untuk ukuran large, pelanggan akan terdorong untuk memilih ukuran paling besar karena harganya tidak jauh berbeda dengan ukuran medium tapi volume yang didapatkan jauh lebih besar. 2. Menerapkan Paket Harga dan Penyertanya Selain lewat ukuran dan harga, decoy marketing bisa diterapkan lewat penawaran produk dalam bentuk paket dan fitur-fitur penyertanya.  Sebagai contoh beberapa produk memberikan penawaran untuk berlangganan antara lain masa percobaan 7 hari, berlangganan bulanan, dan berlangganan tahunan.  Penawaran tersebut dilengkapi dengan berbagai fitur yang bervariasi mulai dari fitur standar, fitur medium, dan fitur premium lengkap.  Secara tidak langsung, pelanggan sedang diarahkan untuk berlangganan paket langganan setahun karena merasa mendapatkan fitur lebih lengkap dengan harga lebih hemat.  Baca Juga: Experiential Marketing, Strategi Pemasaran Berdasar Pengalaman Kesimpulan Decoy marketing menjadi salah satu teknik pemasaran yang memiliki dampak cukup signifikan dan bisa dipakai secara kreatif sesuai bisnis kamu. Dengan menggunakan strategi ini dengan tepat, kamu bisa tingkatkan penjualan dengan arahkan konsumen memilih opsi yang paling menguntungkan bisnismu. Selain decoy marketing, ada strategi pemasaran lain yang juga tidak kalah bagus. Penasaran strategi apa saja itu? Kamu bisa temukan strategi yang bagus lainnya di sini, ya!

Tips Kombinasi Warna Buat Logo Brand-mu Lebih Atraktif

Menjadi Pengaruh-Kombinasi warna pada pembuatan logo akan menentukan apakah menjadi atraktif atau justru membosankan. Pilihan warna yang tepat bisa bantu kamu memperkuat citra merek dan berikan kesan mendalam terhadap pelanggan. Sebaliknya, kalau warna yang kamu pilih tidak cocok dengan citra merek, maka bisa rusak reputasi brand-mu dan bikin bisnis terlihat amatir. Lalu, kombinasi warna apa saja yang bisa bikin logo lebih menarik? Kita bahas di bawah Baca Juga: Fungsi Memahami Psikologi Konsumen Untuk Bisnismu Pilihan Kombinasi Warna Untuk warna yang bisa dipakai, ada beberapa kombinasi yang bisa kamu coba untuk terapkan. Perpaduan warna biru dan putih akah hasilkan kesan yang elegan dan profesional. Warna biru bisa berikan kesan yang tenan dan stabil, sementara putih ciptakan kesan elegan serta modern Kombinasi warna biru-putih bisa kamu pakai kalau bisnismu bergerak di bidang keuangan dan teknologi. Kalau perpaduan warna kuning dan merah akah hasilkan kesan yang ceria dan bersemangat. Jika dipisahkan, warna kuning menghasilkan keceriaan dan kebahagiaan, sedangkan merah melambangkan kekuatan dan energi. Ketika dikombinasikan, kedua warna ini membuat perasaan positif yang muncul di hati calon konsumen. Kombinasi warna kuning-merah bisa kamu pakai kalau bisnismu bergerak di bidang hiburan dan makanan. Selanjutnya, kombinasi merah dan putih mampu ciptakan kesan yang kuat dan terpercaya. Warna merah berikan kesan yang kuat dan bersemangat dan putih melambangkan rasa bersih, nyaman, dan sederhana. Kombinasi ini cocok untuk kamu yang berbisnis di industri fashion dan olahraga. Kemudian, perpaduan warna oranye dan biru memiliki kesan yang energik dan stabil. Warna oranye memberikan kesan yang energik dan ceria, sedang biru memberikan kesan tenang dan stabil. Kalau kamu berbisnis di bidang teknologi, hiburan, dan komunikasi, warna ini cocok buat menjadi logo kamu. Terakhir ada perpaduan biru dan merah yang memberikan kesan kuat dan energik. Warna merah berikan sentuhan semangat dan berani, sedangkan biru memiliki kesan stabil dan terpercaya. Perpaduan ini sangat cocok untuk kamu yang menggeluti bidang otomotif dan olahraga. Kesimpulan Begitulah tips kombinasi warna yang bisa dipakai untuk ciptakan logomu sendiri Pemilihan warna mempengaruhi persepsi konsumen dan membuat mereka merasakan hal tertentu, meskipun pelanggan tidak selalu menyadarinya secara sadar. Ingin baca perihal tips dan trik lainnya seputar digital marketing? Bisa baca di sini, ya!

Experiential Marketing, Strategi Pemasaran Berdasar Pengalaman

Menjadi Pengaruh-Experiential marketing adalah bentuk strategi pemasaran yang memberikan pengalaman khas brand kamu kepada pelanggan. Experiential marketing biasanya memanfaatkan berbagai hal yang mendukung pengalaman pelanggan, seperti sampe produk, pengalaman 3D, acara, dan lain sebagainya. Dengan begitu, brand kamu akan menjadi lebih membekas di hati konsumen karena mereka aktif berinteraksi dan melihat produkmu secara langsung. Ingin mengenal lebih lanjut tentang experiential marketing? Mari kita bahas di bawah! Baca Juga: Content Marketing : Cara Jitu Promosi Digital Tipe Experiential Marketing Dalam experiential marketing, terdapat beberapa jenis dan tipe. Apa saja tipe tersebut? Langsung cek di bawah Jenis experiential marketing yang paling umum adalah kelas atau workshop. Biasanya, workshop dilakukan secara tatap muka di suatu tempat dan membuka kelas yang terkait dengan brand-mu. Bentuk lain dair kelas workshop adalah webinar, yang biasanya dilakukan secara online. Selain workshop, kamu juga bisa menggelar event pop-up untuk brand kamu. Acara pop up store bisa beragam, mulai dari instalasi seni, pertunjukan live, bazar, dan lain sebagainya. Biasanya event pop-up hanya berlangsung pada periode waktu yang singkat saja. Dengan demikian, pelanggan akan merasa harus mendatangi acaramu sebelum periode event selesai. Tipe yang terakhir adalah pameran produk. Kamu bisa edukasi pelanggan mengenai produk yang kamu milikir sekaligus berikan kesan yang menarik pada konsumen. Dalam suatu studi, 65% pelanggan setuju kalau pameran produk membuat mereka lebih paham dan mengenal tentang produk yang ditawarkan pada mereka ketimbang jenis marketing lainnya. Baca Juga: Performance Marketing : Ngiklan Dijamin Efektif ! Contoh Penerapan Setelah mengetahui tipe-tipe pada experiential marketing, sekarang kita bahas bagaimana contoh penerapan di kehidupan nyata. Salah satu contoh pameran produk adalah acara tahunan milik konsol gim PlayStation. Acara ini menghadirkan daftar video games yang nantinya akan dirilis di konsol PlayStation. Dalam masa pameran, pengunjung bisa mencoba memainkan semua permainan yang tersedia di booth yang sudah disiapkan sebelumnya. Pengalaman nyata mengajak konsumen untuk masuk dan merasakan dunia dari produk kamu. Namun, jenis ini masih jarang diterapkan karena menggunakan teknologi yang cuku canggih dan merogoh biaya yang cukup besar. Contoh penerapannya adalah AMC di event SXSW di tahun 2017. Tujuan acara ini adalah untuk promosikan serial TV Breaking Bad dan Better Call Saul buatan AMC. Pada event ini, AMC membuka restoran fiktif yang sesuai dengan plot cerita serial TV mereka. Baca Juga: Tips Facebook Marketing Buat Bisnismu! Kesimpulan Begitulah penjelasan singkat mengenai experiential marketing yang bisa kamu terapkan di produk kamu. Taktik ini adalah salah satu solusi untuk menarik perhatian konsumen di dunia marketing dan bisa bangun koneksi personal dengan pelanggan. Experiential marketing hanyalah salah satu dari banyak strategi marketing yang bisa kamu terapkan di bisnismu. Ingin tahu strategi marketing lainnya? Bisa cari tahu di sini, ya!