Notis Digital

7 Hal yang Harus Ada di Website Perusahaan (Biar Terlihat Profesional)

Pernah buka website perusahaan yang tampilannya kosong, desainnya acak-acakan, atau malah nggak ada informasi kontak sama sekali? Rasanya langsung ragu, kan?  Padahal, di era digital seperti sekarang, website adalah wajah resmi sebuah bisnis. Sebelum klien percaya, sebelum investor tertarik, sebelum mitra ingin kerja sama, mereka akan cek websitemu dulu. Sayangnya, banyak perusahaan yang masih menganggap website cuma formalitas. Padahal, kalau dibuat dengan benar, website bisa jadi alat branding paling kuat yang menunjukkan kredibilitas dan profesionalisme bisnismu. Nah, biar nggak salah langkah, yuk bahas 7 hal penting yang wajib ada di website perusahaan, supaya bisnismu terlihat profesional sejak kesan pertama.  1. Halaman “Tentang Kami” (About Us) Kalau orang baru kenalan, pasti hal pertama yang mereka tanya adalah,“Kamu siapa, dan kenapa aku harus percaya?” Nah, fungsi halaman About Us di website perusahaan juga sama persis. Bagian ini bukan cuma tempat menulis sejarah panjang perusahaan, tapi ruang untuk membangun kepercayaan. Ceritakan dengan jujur siapa kamu, apa nilai yang dipegang, dan bagaimana perjalanan bisnis dimulai. Tulislah dengan gaya yang relevan dan human. Misalnya: bagaimana bisnis ini berdiri karena ingin menyelesaikan masalah tertentu, atau apa yang membedakan perusahaanmu dari kompetitor. Hindari bahasa yang terlalu formal seperti “kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang…” Ganti dengan pendekatan yang lebih natural, misalnya: “Kami hadir karena percaya bahwa bisnis kecil pun layak tampil profesional di dunia digital.” 2. Daftar Produk atau Layanan Ini adalah jantung dari website perusahaanmu. Karena percuma punya desain keren kalau pengunjung masih bingung, “Sebenarnya mereka jual apa sih?” Pastikan dalam tiga detik pertama, orang langsung paham produk atau jasa yang kamu tawarkan. Gunakan foto berkualitas tinggi, deskripsi singkat dan to the point, serta CTA (Call to Action) yang jelas, misalnya “Pesan Sekarang,” “Konsultasi Gratis,” atau “Lihat Selengkapnya.” Ingat, orang datang ke website bukan untuk main tebak-tebakan. Kalau mereka harus klik lima kali dulu baru tahu kamu jual apa, kemungkinan besar mereka akan pergi sebelum sempat baca lebih jauh. Gunakan struktur visual yang rapi dan konsisten, seperti grid layout atau card design, supaya setiap produk terlihat menonjol tapi tetap harmonis secara keseluruhan. 3. Kontak yang Mudah Ditemukan Kesan profesional juga datang dari seberapa mudah orang bisa menghubungimu. Jangan sembunyikan nomor WhatsApp atau email di pojok bawah yang kecil banget, tampilkan dengan jelas dan mudah diakses dari mana pun di website. Masukkan nomor WhatsApp bisnis, alamat kantor, dan email profesional (hindari yang pakai domain gratisan seperti Gmail atau Yahoo). Kalau bisa, tambahkan juga form kontak langsung di halaman, supaya calon klien bisa kirim pesan tanpa perlu pindah aplikasi. Prinsip utamanya sederhana: buat pengunjung nggak perlu mikir keras untuk menghubungimu  Semakin mudah mereka reach out, semakin besar peluangmu dapat prospek baru. Tambahkan CTA microcopy di dekat tombol, seperti “Butuh bantuan cepat? Hubungi kami di sini!” untuk meningkatkan engagement. 4. Testimoni atau Portofolio Kalau bicara soal kepercayaan, bukti sosial adalah senjatamu yang paling ampuh. Orang jauh lebih percaya pada kata orang lain daripada klaim kita sendiri, dan itu wajar banget. Tampilkan testimoni pelanggan, klien yang pernah bekerja sama, atau portofolio proyek yang sudah selesai.  Bisa berupa kutipan singkat, rating bintang, hingga studi kasus singkat yang menunjukkan hasil nyata. Kalau kamu baru mulai dan belum punya banyak klien besar, nggak masalah, tampilkan saja hasil kerja kecil tapi nyata, atau ulasan dari pengguna awal yang puas. jangan biarkan pengunjung menebak-nebak seberapa bagus bisnismu. Tunjukkan dengan bukti yang bisa mereka lihat sendiri. Gunakan foto asli klien (dengan izin), logo perusahaan, atau before–after project untuk meningkatkan kredibilitas secara visual. 5. Desain Visual Konsisten dengan Brand Desain yang bagus itu bukan cuma soal “keren dilihat”, tapi bagaimana visualnya bisa mewakili identitas brand kamu. Warna, font, dan tone visual semuanya berperan besar membangun persepsi pertama pengunjung terhadap bisnismu. Gunakan palet warna yang konsisten dengan logo dan identitas brand. Misalnya, brand profesional biasanya memilih font sans-serif yang clean dan warna netral seperti abu-abu, putih, atau biru navy. Sementara brand kreatif bisa lebih bebas bermain dengan warna kontras dan tipografi ekspresif, asal tetap seimbang dan mudah dibaca. Ingat, desain bukan hanya estetika, tapi juga tentang kredibilitas visual. Website yang rapi dan konsisten menciptakan kesan bahwa bisnis kamu serius, solid, dan bisa dipercaya. Gunakan style guide atau sistem desain sederhana agar semua elemen, mulai dari tombol, heading, hingga foto produk, punya karakter visual yang seragam di seluruh halaman. 6. Kecepatan dan Responsivitas Website dengan desain memukau tapi loading-nya lemot? Sayangnya, itu sama aja seperti punya toko bagus tapi pintunya susah dibuka, pengunjung pasti kabur duluan. 😬 Pastikan websitemu ringan, cepat diakses, dan tampil sempurna di semua perangkat, terutama ponsel. Karena faktanya, lebih dari 80% pengunjung sekarang datang lewat mobile. Kalau tampilan berantakan atau loading-nya lama, tingkat bounce rate bisa langsung naik tajam. Gunakan gambar terkompresi, hosting yang andal, dan struktur kode yang efisien supaya performa tetap optimal. Website cepat = pengalaman pengguna yang menyenangkan = peluang konversi lebih tinggi. Coba uji kecepatan websitemu pakai tools seperti Google PageSpeed Insights atau GTmetrix untuk tahu apa saja yang perlu diperbaiki. 7. Elemen Kepercayaan (Trust Element) Kesan profesional bukan cuma dari tampilan, tapi juga dari seberapa terpercaya kamu di mata publik. Itulah kenapa penting banget menambahkan elemen kepercayaan di website perusahaanmu. Bisa berupa logo partner bisnis, sertifikasi resmi, penghargaan, hingga media yang pernah membahas perusahaanmu. Hal-hal kecil seperti ini mungkin tampak sepele, tapi dampaknya besar banget, bisa meningkatkan perceived trust dan membuat orang lebih yakin untuk bekerja sama atau membeli produkmu. Semakin banyak bukti kredibilitas yang kamu tampilkan, semakin kuat pula posisi bisnismu di mata calon klien. Tampilkan logo dalam ukuran proporsional dan pastikan tidak mengganggu fokus utama halaman. Letakkan di bagian bawah (footer) atau di section khusus “Partner & Recognition” agar tetap terlihat profesional dan rapi. Kesimpulan Membangun website perusahaan yang profesional bukan soal tampil “wah”, tapi soal bagaimana kamu membangun kepercayaan dan pengalaman yang solid bagi pengunjung. Mulai dari halaman About Us, daftar produk, hingga elemen kecil seperti testimoni dan CTA, semuanya berperan dalam membentuk citra brand yang kuat. Website yang cepat, rapi, dan responsif bukan hanya terlihat keren, tapi juga menunjukkan bahwa bisnismu serius dan siap bersaing. Jadi, kalau bisnismu belum punya website yang mencerminkan profesionalitas

5 Contoh Company Profile Menarik

First Impression Bisnis Dimulai dari Company Profile Bayangkan kamu ingin bekerja sama dengan sebuah perusahaan, tapi profilnya kosong atau berantakan, pasti ragu, kan? Itulah kekuatan first impression dalam dunia bisnis. Sebagus apa pun produk atau layananmu, jika company profile-nya tidak meyakinkan, calon klien bisa langsung kehilangan kepercayaan bahkan sebelum mengenal bisnismu lebih jauh. Padahal, company profile (atau sering disebut compro) bukan sekadar formalitas yang dibuat untuk keperluan administrasi. Lebih dari itu, compro adalah alat branding yang menampilkan kepribadian dan kredibilitas bisnismu di mata publik. Melalui compro, calon klien bisa menilai seberapa profesional perusahaanmu, apa nilai yang kamu tawarkan, dan mengapa mereka harus memilihmu. Sebelum kita melihat contoh company profile yang berhasil menarik perhatian dan membangun kepercayaan, yuk pahami dulu apa itu compro dan kenapa penting untuk bisnis. Apa Itu Company Profile? Company Profile adalah wajah resmi dari sebuah perusahaan, tempat dimana identitas, layanan, dan nilai bisnis diperkenalkan kepada publik. Sederhananya, compro berfungsi sebagai media untuk memperkenalkan siapa kamu, apa yang kamu tawarkan, dan kenapa bisnismu layak dipercaya. Bentuknya bisa bermacam-macam: mulai dari dokumen cetak seperti booklet atau PDF, hingga versi digital berupa halaman khusus di website perusahaan. Apapun medianya, tujuannya sama, yaitu memberikan gambaran profesional tentang bisnis dan membantu calin klien, investor, atau mitra memahami karakter serta kapasitas perusahaan. Dengan kata lain, company profile bukan hanya sekumpulan informasi, tetapi cerita bisnis yang dikemas dengan visual dan pesan yang membangun kepercayaan. Manfaat Company Profile bagi Bisnis Setiap bisnis butuh kepercayaan, dan company profile adalah salah satu cara paling efektif untuk membangunnya. Berikut beberapa manfaat utama yang bisa kamu dapat dari memiliki company profile yang profesional: 1. Meningkatkan Kredibilitas Compro membuat perusahaanmu terlihat resmi, terpercaya, dan terstruktur. Klien atau mitra bisnis akan lebih yakin bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki identitas jelas. 2. Menarik Klien & Mitra Baru Company profile yang menarik bisa menjadi alat marketing yang efektif. Visual yang kuat dan pesan yang jelas dapat menarik perhatian calon klien bahkan sebelum mereka bertemu langsung denganmu. 3. Membantu Pitching & Tender Dalam kerja sama B2B, compro sering menjadi syarat utama dalam proposal bisnis atau tender. Dengan memiliki compro yang rapi dan profesional, kamu menunjukkan kesiapan perusahaan dalam berkompetisi. 4. Memperkuat Branding Company profile membantu mempertegas value, visi, dan identitas perusahaan. Ini bukan hanya tentang “siapa kamu,” tapi juga “apa yang kamu perjuangkan.” 5. Mempermudah Publikasi Online Versi digital dari compro bisa langsung digunakan di website, media sosial, atau platform profesional lainnya. Selain lebih mudah diakses, juga meningkatkan visibilitas perusahaan di dunia digital. Nah, setelah tahu pentingnya compro, sekarang kita lihat contoh perusahaan yang berhasil membuat company profile-nya tampil keren dan efektif. 5 Contoh Company Profile Menarik 1. Unilever Sebagai perusahaan multinasional, Unilever menjadi contoh nyata bagaimana brand besar menampilkan identitasnya secara kuat melalui website. Perusahaan yang berpusat di Rotterdam ini dikenal dengan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman hingga perawatan tubuh, yang telah menjangkau ratuasn negara di seluruh dunia. Website Unilever menonjol karena tampilannya yang sederhana namun informatif. Fokus utamanya bukan sekedar produk, tapi juga menyoroti profil perusahaan, aktivitas operasional, informasi untuk investor, media serta inisiatif keberlanjutan. Dari sisi desain, Unilever konsisten menggunakan waran biru yang tegas sebagai elemen visual utama, memperkuat citra profesional sekaligus menjaga keselarasan dengan identitas logonya. 2. Gojek sebagian besar dari kita mungkin akrab dengan Gojek, salah satu perusahaan teknologi asal indonesia yang berhasil merevolusi layanan transportasi, pengantaran, dan berbagai kebutuhan sehari-hari. Sebagai brand besar dengan ekosistem digital yang luas, website company profile Gojek bisa menjadi inspirasi untuk bisnis yang ingin tampil profesional. Di halaman berandanya, Gojek menampilkan informasi utama secara ringkas dan terstruktur, mulai dari layanan, visi perusahaan, hingga inisiatif sosial yang sedang dijalankan. Desainnya modern dan interaktif, memadukan visual dinamis fitur yang memudahkan pengunjung untuk menjelajahi informasi atau langsung berinteraksi lewat fitur chat. Semua elemen ini mencerminkan citra Gojek sebagai perusahaan inovatif, ramah pengguna, dan selalu dekat dengan masyarakat. 3. Bayer Sebagian besar orang tentu sudah mengenal Bayer, perusahaan farmasi asal Jerman yang dikenal luas lewat inovasi dan produk-produknya di berbagai bidang, mulai dari perawatan kesehatan, bahan kimia pertanian, hingga bioteknologi. Sebagai brand global, Bayer memanfaatkan website company profile yang sederhana namun efektif untuk memperkenalkan bisnisnya secara menyeluruh. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan informasi lengkap seputar profil perusahaan, lini produk, laporan untuk investor, publikasi media, hingga inisiatif keberlanjutan. Menariknya, tampilan website Bayer terbilang minimalis namun elegan, menonjolkan kesan profesional sekaligus menggambarkan karakter perusahaan yang berfokus pada inovasi dan kepercayaan publik. 4. Coca Cola Coca-Cola adalah perusahaan minuman ringan berkarbonasi asal Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, yang dikenal hampir di seluruh dunia. Dikenal dengan sebutan akrab “Coke,” brand ini telah menjadi ikon global dengan jutaan penggemar setia dari berbagai negara. Website resmi Coca-Cola tampil menarik dan penuh cerita, menyoroti kisah di balik produk mereka serta aktivitas konsumen dari berbagai belahan dunia. Bukan sekadar menampilkan minuman, tetapi juga menghadirkan narasi tentang kebahagiaan, kebersamaan, dan momen sosial yang identik dengan brand-nya. Di dalam situsnya, pengunjung dapat menemukan berbagai informasi lengkap mulai dari profil bisnis, inisiatif keberlanjutan, peluang karier, berita perusahaan, hingga laporan untuk investor dan media. Menariknya, Coca-Cola juga menampilkan berbagai program sosial dan aksi komunitas, menunjukkan bagaimana brand besar bisa tetap relevan dan dekat dengan masyarakat. 5. National Geographic National Geographic dikenal sebagai salah satu media global paling berpengaruh yang menyajikan berbagai dokumenter dan artikel dengan pendekatan ilmiah. Setiap kontennya dikemas dengan visual yang kuat dan narasi mendalam, menjadikannya sumber pengetahuan sekaligus hiburan yang inspiratif bagi banyak orang. Bagi kamu yang ingin mengembangkan media online atau platform berbasis konten, website company profile milik National Geographic bisa jadi contoh yang layak ditiru. Desainnya tampak sederhana namun fungsional, menampilkan elemen penting seperti menu login, langganan (subscribe), newsletter, dan navigasi utama tanpa elemen berlebihan. Halaman utamanya langsung mengarahkan pengunjung pada berbagai film dokumenter dan artikel berkualitas tinggi, dengan pengalaman visual yang rapi dan profesional. Kesan yang muncul: informatif, kredibel, dan mengundang rasa ingin tahu — ciri khas media yang benar-benar memahami audiensnya. Kesimpulan Dari berbagai contoh di atas, bisa kamu lihat bahwa company profile bukan sekadar formalitas, tapi wajah profesional yang mewakili nilai dan kredibilitas bisnis. Baik itu dalam bentuk

Contoh Landing Page Efektif yang Bisa Kamu Tiru untuk Bisnismu

Banyak bisnis berpikir bahwa landing page hanya sekedar halaman untuk menjual produk. Padahal, kenyataannya jauh lebih strategis dari itu. Landing page adalah titik pertama dimana audience memutuskan “apakah aku tertarik untuk lanjut?” atau justru menutup halaman dan pergi begitu saja. sebuah landing page yang efektif bisa mengubah pengunjung bisa menjadi pelanggan tetap, jika di rancang dengan strategi yang tepat. Bukan cuman soal tampilan yang menarik, tapi juga bagaimana setiap elemen di dalam mendorong satu aksi yang jelas: Klik tombol CTA. Artikel ini, Notis akan menunjukkan contoh-contoh landing page efektif dari brand besar yang bisa kamu jadikan inspirasi.  Dari desain yang minimalis hingga copywriting yang persuasif, kamu akan belajar bagaimana membuat landing page yang bukan hanya cantik, tapi juga menghasilkan konversi nyata untuk bisnismu. Apa yang Membuat Landing Page Efektif? Landing page yang efektif tidak lahir dari desain yang mewah, tetapi dari strategi komunikasi yang fokus pada satu tujuan utama: membuat pengunjung melakukan aksi yang diinginkan. Berikut empat elemen penting yang selalu ada di landing page dengan tingkat konversi tinggi. 1. Tujuan tunggal yang jelas (fokus ke satu CTA) Landing page hanya punya satu tujuan dan satu tombol utama. Entah itu “Daftar Sekarang”, “Coba Gratis”, atau “Beli Sekarang”, seluruh konten di halaman diarahkan untuk mendukung aksi itu. Begitu pengunjung merasa diarahkan ke banyak hal sekaligus, fokus mereka hilang, dan peluang konversi pun turun. 2. Copywriting yang kuat dan persuasif Copywriting harus menjawab pertanyaan paling penting dari calon pelanggan: “Apa untungnya buat saya?” Gunakan bahasa yang sederhana, langsung, dan berorientasi pada manfaat. Hindari kalimat panjang atau teknis yang membuat pembaca kehilangan minat. 3. Desain sederhana tapi berfokus pada alur mata pengguna Desain yang efektif membantu pengunjung menelusuri halaman tanpa berpikir keras. Gunakan kontras warna yang jelas untuk menonjolkan CTA, beri ruang putih yang cukup, dan arahkan elemen visual agar mata pembaca mengalir secara natural menuju tombol aksi. Ingat, fungsi utama desain bukan hanya estetika, tapi juga mengarahkan perilaku pengguna. 4. Elemen pendukung seperti testimoni, visual produk, dan bukti sosial Testimoni pelanggan, logo brand yang pernah bekerja sama, atau penghargaan yang dimiliki, semuanya menambah kredibilitas. Orang cenderung membeli ketika mereka melihat bukti bahwa orang lain sudah puas sebelumnya. 5 Contoh Landing Page Efektif dan Alasannya Melihat contoh nyata selalu jadi cara terbaik untuk belajar strategi yang berhasil. Berikut lima brand besar yang sukses menciptakan landing page efektif, lengkap dengan alasan kenapa mereka berhasil, dan pelajaran yang bisa kamu tiru untuk bisnismu. 1. Landing page zalora Landing page milik zalora tampil menarik sekaligus fungsional. Pada landing page ini secara cerdas menempatkan berbagai promosi yang kerap diluncurkan. Kamu bisa meniru gayanya. Kalian bisa memasukkan berbagai promosi yang bertepatan dengan berbagai momen yang sedang berlangsung pada landing page. Tampilkan beberapa foto contoh fashion milik kamu yang paling menarik sebagai latar belakang landing page tersebut. 2. Landing page Tiket.com Contoh landing page berikutnya adalah landing page penjualan tiket online Tiket.com. Demi menguatkan kesan visual, tiket.com seringkali menggunakan komposisi warna biru kuning dengan lingkaran pada semua materi marketing online miliknya. Penguatan branding melalui kesan visual ini juga dapat dipublikasikan pada bisnis tiket online milik kamu. Pilih kombinasi warna yang pas, pasang materi tersebut pada bagian semua bahan promosi kamu termasuk gunakanlah sebagai bahan latar landing page. 3. Landing page Hijup Landing page usaha hijab yang menarik adalah penempatan foto model cantik dengan menggunakan serta memegang hijab. Gambar ini selain akan mampu menarik perhatian juga menjelaskan secara singkat layanan yang kamu tawarkan. Untuk headline kamu bisa menggunakan jargon yang menjadi penggambaran bisnis hijab kamu. Pada bagian tombol CTA sediakan ragam tombol yang sesuai dengan deskripsi produk.  4. Landing Page Mejuri Berikut ini adalah contoh landing page penjualan perhiasan anak-anak dan dewasa. Untuk meningkatkan pemahaman calon konsumen akan wujud dari perhiasan yang kamu tawarkan maka letakkan gambar model yang mengenakan perhiasan tersebut. penempatan gambar tersebut akan jauh lebih menarik karena calon konsumen akan dapat memiliki gambaran akan ukuran dan bentuk secara visual. hal ini tentu lebih efektif daripada hanya meletakkan gambar perhiasannya saja dengan deskripsi ukurannya. 5. Landing Page FWD Contoh landing page bagi penyedia layanan jasa asuransi harus memberi penekanan yang lebih pada bagian headline. Bagian ini merupakan satu bagian yang penting karena akan membawa dampak pada image dan trust pada calon konsumen. Selain itu kamu dapat mencantumkan berbagai benefit dan kelebihan jika menggunakan jasa layanan ini. Pastikan juga tercantum konsep pemahaman secara singkat akan penting menggunakan jasa asuransi. Pelajaran yang Bisa Kamu Terapkan di Bisnismu Dari berbagai contoh landing page sukses di atas, ada beberapa prinsip sederhana tapi berdampak besar yang bisa kamu terapkan langsung ke dalam situs bisnismu: 1. Gunakan headline yang menjawab kebutuhan pelanggan. Headline adalah hal pertama yang dibaca pengunjung—pastikan ia langsung menjawab pertanyaan “apa untungnya buat saya?”. Hindari kalimat generik, dan gunakan bahasa yang relevan dengan masalah atau keinginan audiensmu. 2. Pastikan CTA kamu jelas dan tidak membingungkan. CTA (Call To Action) adalah tujuan utama landing page. Gunakan satu CTA yang kuat dan konsisten, misalnya “Daftar Sekarang”, “Coba Gratis”, atau “Konsultasi Bisnismu”. Terlalu banyak tombol bisa membuat pengunjung bingung dan akhirnya tidak menekan apa pun. 3. Gunakan bukti sosial untuk membangun kepercayaan. Testimoni, ulasan pengguna, atau logo brand yang pernah bekerja sama denganmu bisa meningkatkan kredibilitas. Orang lebih cenderung percaya jika mereka melihat orang lain sudah mendapatkan hasil positif dari produkmu. 4. Hindari elemen yang membuat pengunjung bingung. Landing page yang efektif biasanya minim distraksi. Hapus navigasi yang tidak perlu, kurangi teks berlebihan, dan pastikan semua elemen visual mengarahkan perhatian ke CTA utama. 5. Uji desain dan copy secara berkala. Tidak ada formula pasti untuk landing page yang sempurna. Lakukan A/B testing untuk melihat headline, warna tombol, atau struktur yang paling efektif menarik konversi. Data akan membantumu memahami perilaku pengguna dan meningkatkan performa landing page secara berkelanjutan.

Perbedaan Mendasar Landing Page vs Website

Perbedaan Mendasar Landing Page vs Website

Menjadi Pengaruh-Landing Page dan Website sama-sama berbasis internet dalam penggunaannya. Mereka juga merupakan komponen penting yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan. Namun, ada perbedaan mengenai keduanya. Bagaimana perbedaannya? Kita bahas di bawah ini. Perbedaan Landing Page dan Website Landing page dan website adalah dua entitas online yang berbeda, namun keduanya masih berhubungan dengan kehadiran online suatu bisnis atau proyek. Berikut adalah perbedaan mendasar antara landing page dan website: Landing Page dirancang khusus untuk tujuan pemasaran atau kampanye tertentu. Fokus utamanya adalah mengonversi pengunjung menjadi pelanggan atau melakukan tindakan tertentu, seperti mengisi formulir atau mengunduh e-book.  Kalau Website mencakup berbagai hal seperti beranda, halaman produk, kontak, dan informasi lainnya. Website dapat memiliki beberapa tujuan, termasuk memberikan informasi, menjual produk, dan membangun kehadiran online. Landing Page umumnya memiliki struktur yang sederhana dengan fokus pada satu tindakan atau pesan. Kedalaman kontennya lebih dangkal, terkadang hanya satu halaman.  Website jauh lebih kompleks dengan berbagai halaman dan konten yang lebih mendalam. Sebuah website biasanya terdiri dari beberapa halaman yang saling terkait. Navigasi pada landing page umumnya sangat terbatas. Hal ini dilakukan untuk mendorong pengunjung agar tidak teralihkan dari tujuan utama.  Website memiliki menu navigasi yang menyediakan akses ke berbagai bagian dari situs web. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai halaman sesuai kebutuhan mereka Landing Page biasanya memiliki sedikit atau tidak ada iklan atau tautan yang dapat mengalihkan perhatian pengunjung dari tujuan utama.  Sedangkan Website berisi iklan, tautan menu, dan tautan ke halaman-halaman lain untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih lengkap. Pengukuran kinerja Landing Page sering kali terfokus pada konversi atau tindakan yang diinginkan, seperti rasio konversi atau tingkat konversi.  Untuk Website, pengukuran kinerja lebih luas dan dapat mencakup parameter seperti lama tinggal pengguna, jumlah halaman yang dilihat, dan lainnya.

Tips Ampuh Optimasi Landing Page-mu

Pernah gak, ketika kamu lagi buka sosial media tiba-tiba muncul iklan yang membuatmu penasaran dan klik link yang ada? Kemudian muncul halaman dimana kamu bisa melihat katalog berbagai koleksi produk fashion, makanan, maupun registrasi untuk bergabung ke sebuah komunitas. Kamu dirayu untuk melakukan action terhadap perintah yang tertera di halaman itu. Dalam dunia digital marketing, hal tersebut dinamakan landing page. Nah, dibawah ini kita akan bahas sekilas tentang landing page, tipe, dan tips optimasi landing page yang kamu punya. Simak sampai selesai ya! Apa itu Landing Page? Landing page adalah halaman yang digunakan untuk tujuan tertentu, yakni mengarahkan customer melakukan aksi tertentu seperti membeli, memesan, ataupun mengisi formulir yang ditandai dengan adanya tombol call to action (CTA). Biasanya, landing page memberikan tawaran sebuah campaign dalam bentuk promo produk, product launching, kegiatan webinar, dan lain sebagainya. Landing page diciptakan untuk mendatangkan lebih banyak traffic dengan menggunakan banyak strategi. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan penggunaan SEO agar landing page bisa muncul di halaman pertama mesin pencarian sehingga bisa mendatangkan organic traffic. Tipe Landing Page Landing page biasanya ditujukan untuk kampanye marketing pada sebuah bisnis, berdasarkan fungsinya tipe landing page adalah sebagai berikut : Tipe landing page ini biasanya digunakan untuk mengumpulkan data customel potensial (leads) yang dapat dihubungi sewaktu-waktu untuk melakukan penawaran produk/layanan bisnismu. Makin banyak data customer yang kamu dapet, maka makin tinggi juga tingkat konversi yang akan terjadi. Karakteristik landing page tipe ini biasanya singkat, to the point, dan menarik. Sebuah formulir memiliki peran yang besar dalam landing page ini dalam mengumpulkan data customer Landing page dengan tipe ini sering digunakan untuk melakukan interaksi langsung dengan customer, biasanya memakai model marketing B2C. Tujuan landing page dengan tipe ini memiliki tujuan agar customer melakukan pembelian melalui website dengan memberikan beberapa informasi detail terkait produk. Karakteristik landing page tipe ini yakni mempunyai tombol sederhana yang mengarahkan customer untuk melakukan aksi, contohnya “Beli Sekarang” , “Daftar Segera” dan sebagainya. Tips Optimasi Landing Page-mu Pada beberapa bisnis meskipun sudah punya landing page, konversi bisa aja gak juga kunjung meningkat. Dalam kasus ini, dimungkinakan ada beberapa kesalahan yang mungkin masih dilakukan oleh pelaku usaha, misalnya penempatan CTA yang kurang efektif, belum mobile friendly, atau kata-kata yang masih bertele-tele. Nah, untuk menghindari kesalahan itu Menjadi Pengaruh punya tips yang bisa kamu lakukan buat optimasi landing page agar konversimu cepet naik. Kesimpulan Landing page memiliki peran yang besar di dunia bisnis online karena dapat mempengaruhi keputusan customer untuk melakukan pembelian ataupun registrasi. Namun, dengan mempunyai landing page saja tentu masih belum cukup buat naikin omset bisnismu. Kamu perlu lakuin 10 cara optimasi  di atas agar landing page-mu bisa maksimal. Kalo bisnismu belum punya landing page, jangan khawatir! Karena tim Menjadi Pengaruh siap bantu kamu bikin landing page, loh. Kami telah berpengalaman dalam pembuatan landing page maupun website, coba klik disini buat pilih paket atau konsultasi gratis! Buat kamu yang suka informasi seputar marketing lainnya, kamu bisa ikutin terus artikel dari Menjadi Pengaruh dan tunggu kelanjutan artikel lainnya, ya! Jangan lupa share artikel ini ke partner bisnismu!

5 Tips Datangkan Leads dari Landing Page

Sudah gak dipungkiri lagi kalo landing page jadi senjata efektif yang bisa datangkan banyak leads. Alasannya, landing page  jadi tools yang bisa fokuskan perhatian audiens pada satu penawaran tertentu. Meskipun begitu, gak mudah loh  untuk mengajak mereka untuk melakukan aksi sesuai yang kita inginkan. Nah, biar landing page-mu jadi menarik dan efektif buat datangkan banyak leads, kamu bisa coba beberapa tips ini: 1. Fokus Satu Tujuan Sebelum membuat landing page, pastikan kamu fokus sama satu tujuan utama, misalnya, promosikan produk baru atau mengumpulkan alamat email leads. Fokus sama satu tujuan bakal bantu pengunjung buat memahami apa yang kamu harapkan dari mereka dan dapetin aksi yang sesuai. 2. Desain yang Bersih dan Jelas Desain yang yang bersih dan jelas membuat halaman terlihat profesional dan informasi lebih mudah dibaca. Pastikan kamu pake warna yang harmonis dan font yang mudah dibaca untuk membuat halaman terlihat menarik dan mudah dipahami. 3. Headline yang Unik dan Menarik Headline jadi bagian pertama landing page yang bakal dilihat. Makanya, penting banget buat kamu bikin headline unik dan menarik. Tipsnya, kamu bisa tulis kelebihan dari produkmu atau masalah dari konsumen yang bakal kamu bantu. 4. Masukkan Gambar Dan Video Pendukung Gambar dan video pendukung bisa meyakinkan pengunjung tentang produk yang kamu tawarkan. Pake gambar yang berkualitas tinggi dan video untuk menarik perhatian pengunjung buat melakukan konversi. Kamu bisa masukkan berbagai testimoni atau gambar/video dari kegiatan usaha yang kamu lakukan. 5. Tampilan Landing Page yang Fleksibel Pastikan kalo landing page-mu fleksibel, maksudnya bisa ditampilan di banyak perangkat, seperti desktop, tablet, dan hp. Terakhir, jangan lupa uji coba landing page yang sudah kamu buat! Biar hasilnya maksimal, kamu bisa uji coba dulu landing page yang sudah kamu buat. Itulah 5 tips membuat landing page-mu lebih menarik untuk datangkan banyak leads. Pengen buat landing page, tapi masih bingung harus mulai darimana? Konsultasi disini aja!

Website vs Landing Page, Apa Sih Bedanya?

Website dan landing page pasti udah gak asing lagi bagi para pebisnis online. Yap! Dua alat ini jadi senjata andalan yang ampuh buat para pebisnis buat promosiin usahanya. Sebelum bahas perbedaannya, yuk kita inget-inget dulu deh pengertian dari keduanya! Landing page: Halaman tunggal yang dibuat khusus untuk kasih penawaran ke calon konsumen. Website: Situs/halaman yang dibuat khusus untuk menambah pengetahuan terkait brand ke konsumen. Meskipun kelihatannya sama, ternyata keduanya punya perbedaan yang signifikan, loh! Kira-kira, apa aja ya perbedaannya? Ayo baca sampe habis biar kamu paham! 3 Perbedaan Website dan Landing Page Terus, mana yang lebih penting? Keduanya sama-sama penting dong! Website bisa jadi tempat kamu jelasin profil perusahaan dan informasi lainnya seputar layananmu secara umum. Sementara landing page jadi tempat buat kamu kasih tawaran yang spesifik ke audiens.  Tapi, mengingat proses pembuatan website yang lebih lama dan mahal, kamu bisa coba punya landing page dulu aja! Tenang, sekarang bikin landing page gak perlu mahal kok! Kamu bisa bikin landing page dengan mudah,cepat dan harga yang bersabahat! Konsultasi dulu aja sekarang!

Landing Page Dan Manfaatnya dalam Bisnis

Pernah gak sih kamu lagi main Instagram atau Facebook, tiba-tiba muncul iklan yang bikin kamu tertarik dan setelah kamu klik link-nya, ada halaman tempat katalog dari suatu produk?  Nah, itulah yang dinamakan landing page! Buat kamu yang masih bingung, Menjadi Pengaruh bakal bahas detail disini tentang fungsi dan manfaat dari landing page. Baca sampai habis, ya! Apa itu Landing Page? Halaman web yang biasanya muncul setelah audiens klik link pada iklan digital. Tujuan utamanya untuk dapetin  aksi dari audiens. Nantinya, audiens diharapkan buat melakukan konversi atau menjadi pembeli/pelanggan produk kita. Gak cuma itu, konversi bisa berbentuk registrasi data tertentu, misalnya waktu ada tawaran untuk gabung suatu seminar online gratis, kamu diminta buat isi beberapa data. Terus, Apa aja Manfaatnya? Beberapa manfaat yang bakal kamu dapatkan dari halaman landing: Itulah penjelasan singkat tentang landing page dan manfaatnya. Kalo kamu tertarik gak buat langsung bikin ini? Ayo buat landing page-mu dengan mudah disini! 🙂